Jokowi Suka Musik Rock, Bagaimana Dengan Presiden Indonesia Yang Lain?

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menerima cenderamata unik dari Perdana Menteri (PM) Denmark, Lars Lokke Rasmussen yakni sebuah album piringan hitam Metallica. Momen tersebut terjadi usai keduanya melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28/11). Jokowi sendiri memberikan cenderamata berupa senjata tradisional khas Aceh, yakni sebilah rencong kepada PM Lars. Seperti sudah jadi kebiasaan, Presiden berusia 56 tahun itu selalu memberikan cenderamata berupa benda khas daerah-daerah di Indonesia kepada pemimpin negara lain.

Jokowi memang dikenal secara luas sangat mengidolai band rock legendaris asal Amerika Serikat itu. Tak ayal, cenderamata mengejutkan dari PM Lars itu pun membuat Presiden RI ke-7 ini semringah. Jika Jokowi memiliki selera musik rock, bagaimana dengan selera musik beberapa Presiden RI terdahulu? Berikut kami ulas jenis-jenis musik yang digandrungi 7 Presiden RI.

Soekarno Anti Rock n Roll

Presiden Pertama RI, Soekarno memiliki selera musik yang berseberangan dengan Presiden RI saat ini, Jokowi. Jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu sangat menyukai musik rock, berbeda halnya dengan Soekarno yang tak suka dan bahkan pernah melarang musik rock n roll berkembang di Indonesia.

Kompas.com menuliskan, Jumat (06/11), bahwa musik yang disebut Soekarno sebagai musik ‘ngak ngik ngok’ itu merupakan produk imperialis/kapitalis. Bagi sosok Presiden RI kelahiran Surabaya, 6 Juni 1901 silam ini, musik rock bisa melemahkan mental pemuda bangsa yang saat itu tengah berjuang di tengah kondisi Indonesia yang belum stabil.

Meski Soekarno anti dengan musik dari barat seperti rock, pop, atau bahkan klasik sekalipun, bukan berarti ia tak memiliki selera musik. Sosok yang berlatar belakang pendidikan arsitek di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung ini punya selera musik tersendiri. Seperti catatan Mangil Martowidjojo, komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP) dalam buku Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1967, menyebutkan bahwa Soekarno sangat menyukai musik tradisional Indonesia seperti musik Lenso dari Maluku.

Soeharto dan Gending Jawa

Soal jenis musik apa yang digemari Presiden Kedua RI ini, belum banyak sumber atau literatur yang menulis hal tersebut. Namun, Soeharto pernah tertangkap kamera saat sedang bermain gitar bersama mendiang istrinya, Ibu Tien Soeharto. Soeharto yang merupakan orang Jawa, ditambah lagi mendiang Ibu Tien yang masih memiliki riwayat keturunan Keraton Solo, disebut-sebut menggemari musik gending-gending Jawa.

Merdeka.com menuliskan bahwa mantan pengawal Soeharto, Letjen (Purn) Soeyono, mengungkapkan ingatannya soal selera musik Presiden RI kelahiran Bantul, Yogyakarta 6 Juni 1921 ini. Soeyono menyebutkan bahwa Soeharto dan Ibu Tien memiliki kebiasaan ngobrol berdua di ruang tamu lantai atas dan keduanya suka mendengarkan gending Jawa. “Pokoknya sangat old style. Jawa tulen! Musik yang didengar Pak Harto itu hanya gending Jawa, tidak pernah jenis musik yang lain.”

Tak hanya itu, ternyata ada pengakuan lain soal selera musik Presiden RI yang dijuluki ‘Bapak Pembangunan’ ini. Kompas.com pernah memuat tulisan soal pengakuan penyanyi keroncong asal Solo, Waljinah, yang menceritakan bahwa Soeharto sering mengundangnya, baik ke Istana Negara maupun ke rumah pribadi sang presiden di Jalan Cendana, untuk menyanyikan lagu keroncong.

“Ketika saya diundang Pak Harto ke Jakarta mengisi acara, Pak Harto pernah bilang kepada saya, kalau beliau menyenangi lagu-lagu keroncong ketimbang lagu-lagu lainnya. Pak Harto bilang seperti itu membuat saya bangga,” kata Waljinah.

Habibie dan Widuri

Presiden Ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie diketahui menyukai hampir semua jenis musik kecuali musim hip hop dan rap.

Wartawan harian Kompas, J Osdar, dalam bukunya yang berjudul ‘Sisi Lain Istana, Andaikan Obama Ikut Pilpres Indonesia’, menceritakan bahwa Habibie memang sering kali melantunkan lagu ‘Widuri’ yang dipopulerkan oleh penyanyi Bob Tutupoly dalam berbagai kesempatan, termasuk acara di Istana Negara.

Tak hanya soal musik, Habibie juga menggandrungi seni lainnya. Dalam buku ‘Habibie dan Ainun, sosok kelahiran Parepara Sulawesi Selatan 25 Juni 1936 ini juga diceritakan sebagai pencinta seni, termasuk musik. Habibie senang menyanyi dan menari (dansa).

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Mozart

Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur ini dikenal sangat menggemari jenis musik klasik. Sejumlah sumber menyebut bahwa sosok yang dikenal humoris ini kerap mendengarkan musik klasik seperti Mozart dan Beethoven.

Bahkan, Gus Dur sempat meminta agar musik Beethoven dimainkan saat kondisinya kritis sebelum meninggal. Momen itu diceritakan Wakil Bendahara Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bambang Susanto yang menemani sosok kelahiran Jombang Jawa Timur, 7 September 1940 tersebut ketika dalam kondisi kritis kala itu.

Ada satu pernyataan Gus Dur yang menarik saat ditanya wartawan apakah Gus Dur menyesal ketika dilengserkan dari kursi Presiden RI. Dengan gaya khasnya yang jenaka, Gus Dur menjawab. “Sama sekali tidak. Saya lebih menyesal ketika saya kehilangan 27 rekaman Simfoni Kesembilan dari Beethoven.”

Megawati dan Musik Jazz

Belum banyak catatan yang menyebutkan soal selera musik Presiden Kelima RI ini. Megawati Soekarno Putri bahkan mengungkapkan bahwa dirinya lebih senang menari.

Namun, dalam sebuah tayangan televisi, presiden wanita pertama Indonesia ini sempat disebutkan menyukai penyanyi dan salah satu legenda musik jazz asal Amerika Serikat, Frank Sinatra.

SBY Sang Pencipta Lagu

Berbeda dengan presiden-presiden Indonesia lainnya, sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) barangkali dianggap lebih mencintai musik. Bayangkan, selain bisa memainkan alat musik seperti gitar, Presiden Keenam RI ini juga piawai menciptakan lagu.

SBY tercatat telah menelurkan lima buah album hingga akhirnya mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai presiden pencipta lagu terbanyak. Selama menjabat, sosok berusia 68 tahun ini sukses merilis empat album yakni Rinduku Padamu (2007), Evolusi (2009), Ku Yakin Sampai Di Sana (2010), dan Harmoni Alam Cinta dan Kedamaian (2011).

Sementara album kelima yang merupakan album perpisahannya sebagai kepala negara bertajuk 'Kumpulan Lagu-Lagu Terbaik Karya SBY dan Karaoke Lagu-Lagu Karya SBY'. Album itu diluncurkan di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat yang dihadiri artis-artis nasional.

Jokowi dan Musik Rock

Selera musik Presiden Ketujuh RI ini memang agak berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya. Ya, Jokowi lebih senang mendengarkan jenis musik rock seperti yang dilantunkan Metallica, Scorpions, hingga Guns n Roses.

Bahkan, sosok berusia 56 tahun ini pernah mendapatkan hadiah sebuah gitar bas dari personel Metallica, Robert Trujillo.

"Saya dulu waktu masih muda senang banget dengan Metallica, Nazareth, Scorpions, Guns n Roses, ada Lamb of God, banyak yang lain tapi itu dulu. Mungkin Metallica yang album Master of Puppets misalnya, di situ banyak yang bagus-bagus," kata Jokowi seperti dikutip dari Antara, Senin (27/03).

"Yang harus kita ambil dari musik yang kita dengar, bukan hanya masalah musik kerasnya, tetapi pesan-pesan moral, pesan-pesan untuk cinta lingkungan. Itu yang saya suka," ujar Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

“Saya sekarang ini senangnya yang dalam negeri. Senangnya Slank, kemudian apa Burgerkill itu. Liriknya memberikan semangat, memberikan optimisme, memberikan dorongan kita untuk maju," bebernya.

Related Article