Dihadiri Jokowi, SBY Kasih Kode: 4 Momen Menarik dari Rapimnas Demokrat

Partai Demokrat telah selesai menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 10-11 Maret di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Momen Rapimnas Demokrat itu turut dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta pejabat negara lainnya.

Rapimnas tersebut membahas strategi dan upaya Partai Demokrat dalam pemenangan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Di panggung Rapimnas Demokrat itu, segala macam dinamika politik terjadi, mulai dari humor Presiden Jokowi, saling kode jelang Pilpres, sampai pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Setidaknya ada sederet momen-momen menarik yang terjadi selama gelaran Rapimnas Demokrat 2018 tersebut, dari yang lucu sampai yang serius. Apa aja itu? Yuk, kita simak poin-poin berikut.

Jokowi Akui Kalah Ganteng dengan AHY

Ada momen menarik di mana Presiden Jokowi sempat membahas masalah berpakaiannya dan memuji kegantengan AHY, Komandan Komando Satgas Bersama Demokrat.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jokowi mengungkapkan bahwa hal pertama yang diperhatikan oleh dirinya sebelum berangkat ke Rapimnas Demokrat adalah soal kerapian dalam berpakaian. Terlebih, Jokowi melihat ada sosok Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikenal sebagai sosok yang rapi dalam berpakaian.

"Saya kalau diundang ke Demokrat siap-siap setengah hari terutama terkait pakaian. Sampai saat ini saya masih jauh terkait kerapian dengan SBY. Ini saya dari subuh siap-siapnya," kata Presiden Jokowi saat membuka Rapimnas, Sabtu, 10 Maret.

Menariknya lagi, tak hanya mengaku kalah jauh dengan SBY soal kerapian dalam berpakaian, Jokowi juga menyebut penampilan putra SBY, AHY juga tak kalah rapi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memuji ketampanan AHY.

"Belum selesai dengan Pak SBY, ini hadir AHY, sudah muda, ganteng, pinter, kalau pakaian rapi dan cling ya dengan saya lebih jauh lagi," ujar Jokowi yang disambut tawa peserta Rapimnas.

"Sampai sekarang saya merasa masih jauh sekali dalam hal berpakaian dengan Pak SBY. Ini tadi juga sama. Dari subuh sudah pakai jas yang mana, pakai dasi yang mana. Karena saya harus nebak-nebak Pak SBY pakai pakaian yang mana. Jadi sekali lagi kalau mau bersiap hadir di undangan Demokrat memang betul-betul harus rinci karena ada Pak SBY dan mas AHY," ucap Jokowi.

Jokowi Tetap Berdiri Saat Mars Demokrat

Selain masalah kerapian dalam berpakaian, Jokowi kembali jadi sorotan di momen Rapimnas Demokrat tersebut. Ya, Jokowi tampak tetap dalam posisi berdiri meski saat itu mars Demokrat tengah dilantunkan.

Jokowi yang hadir dengan mengenakan kemeja putih dibalut jas biru tua dan dasi merah itu memilih untuk tak duduk dan tetap berdiri. Ia berada dalam posisi berdiri tegak dan siap saat mars Demokrat diputar.

Lantas, aksi Jokowi itu pun langsung membuat para kader Demokrat yang berjumlah sekitar 11.000 orang itu memberikan tepuk tangan yang meriah.

SBY Beri Kode Dukung Jokowi

Hal menarik lainnya adalah saat Ketua Umum Partai Demokrat SBY melemparkan kode untuk memberikan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Ya, SBY mengatakan partainya bisa saja berkoalisi dengan partai lain untuk mendukung Jokowi.

Meski begitu, SBY menjelaskan bahwa peluang untuk memberikan dukungan kepada Jokowi itu harus memenuhi sejumlah persyaratan.

"Pak Presiden, jika Allah menakdirkan, senang Demokrat berjuang bersama bapak. Tentu bapak sangat memahami sebagaimana pengalaman saya Pilpres 2014 dan 2009 lalu, perjuangan bersama apapun namanya koalisi atau aliansi berhasil selama kerangka kebersamaan tetap dijaga," kata SBY saat membuka Rapimnas.

Ia melanjutkan bahwa jika ingin mendapat dukungan Demokrat di Pilpres 2019 nanti maka syarat pertama yang harus dipenuhi, yakni koalisi harus dibangun dengan kerangka kebersamaan yang tepat agar berhasil dan melahirkan kemenangan.

Lalu, syarat kedua yang harus dipenuhi adalah adanya penyusunan visi, misi, dasar pemerintahan Indonesia periode 2019-2024 yang tepat secara bersama-sama. Sementara syarat terakhir, koalisi harus berangkat dari rasa saling percaya dan bersifat permanen sehingga muncul rasa saling menghormati dan percaya.

"Koalisi adalah masalah hati. Kita bersama-sama bersedia untuk berkoalisi dengan satu sama lain. Partai Demokrat siap untuk membangun koalisi seperti itu," ujar SBY.

Sebelumnya, pada Pilpres 2014 silam, Demokrat secara resmi memutuskan untuk bersikap netral tidak mendukung Jokowi atau pun lawannya, Prabowo Subianto.

Jokowi: Saya Seorang Demokrat

 

Sekitar bulan Agustus tahun lalu, saya membaca, ada yang menyebut diri saya seorang pemimpin otoriter. Saya benar-benar...

Posted by Presiden Joko Widodo on Saturday, March 10, 2018

Bukan Jokowi namanya jika tak membuat suasana jadi cair. Pada momen itu, Jokowi menjadi sorotan setelah menyebut dirinya sebagai seorang Demokrat. Ia percaya diri bahwa ciri-ciri demokrat ada pada dirinya. Salah satunya, mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain.

"Saya ini seorang demokrat," kata Jokowi yang disambut dengan tepuk tangan dari peserta Rapimnas Demokrat. 

Jokowi menjelaskan bahwa selama ini ada yang menilainya sebagai pemimpin yang tak gagah dan otoriter. Padahal, Jokowi mengaku tidak memiliki wajah sangar dan otoriter, apalagi Jokowi mengakui bahwa dirinya selalu tersenyum.

"Kenapa kok dibilang ororiter dan saya tidak ada potongan sama sekali potongan otoriter. Penampilan saya tidak sangar dan saya tersenyum," ujar Jokowi.

"Ciri-ciri demokrat kan mendengar dan menghargai ucapan orang lain. Dan kurang lebih saya memenuhi lah kriteria itu. Artinya, saya sama SBY beda-beda tipis sekali. Kalau saya seorang Demokrat, Pak SBY tambah satu yaitu Ketua Umum Partai Demokrat," ucap Jokowi.

Related Article