"Joget Pengusung Jenazah" Tak Hanya Ada dalam Meme, Tarif Jasanya Rp5,9 Juta

Sekelompok pria berkulit hitam dengan pakaian necis berjoget sambil menggotong peti mati. Mayoritas pengguna media sosial mungkin sudah tak asing dengan penampakan ini. Belakangan, kehadiran mereka muncul dalam berbagai format seiring dengan penyebaran pandemi COVID-19. 

Para pengiring jenazah ini kerap "dipinjam" untuk mengomentari ketidakpatuhan masyarakat terhadap aturan social distancing atau berlawanan dengan protokol keamanan COVID-19 secara umum. Kadang mereka dijadikan pengingat agar tak bertindak ceroboh dalam situasi pandemi. Berencana menghadiri kerumunan? Malas mencuci tangan? Nekat melakukan mudik lebaran? Mereka segera hadir, berdansa merayakan kesukarelaanmu menantang ajal.

Kelompok yang ada di dalam meme tersebut adalah penyedia jasa pengiringan jenazah di Ghana. Menawarkan tarian dan koreografi yang ciamik, mereka menjamin perjalanan jenazah dipenuhi keceriaan dan kemeriahan sampai ke liang lahat.

Pemakaman di Ghana telah lama menampilkan tarian. Ketika seseorang meninggal secara wajar di usia tua, bukan hal yang aneh bagi orang-orang terdekatnya untuk merencanakan acara selama berhari-hari dengan berbagai kemeriahan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk segala jenis kematian. Tidak semua orang mengadakan pesta mewah untuk anggota keluarga yang meninggal di usia muda.

Sejarawan Ghana Wilhelmina Donkoh mengatakan bahwa anggota keluarga mendiang membawa sendiri peti mati sebelum industri pemakaman berkembang pada 1990-an "Lama-kelamaan, para pengusung peti mati ingin tampil berbeda dengan menyuguhkan pertunjukan yang kreatif," kata Donkoh kepada Washington Post.

Benjamin Aidoo, seorang pengusaha jasa pengiring pemakaman dengan 100 pekerja, menganggap usaha yang didirikannya membuka lapangan kerja yang signifikan di Ghana. Ia memulainya saat berusia remaja dengan hanya 6 anggota. Bisnisnya banyak diminati karena orang-orang ingin keceriaan senantiasa mengiringi kepergian orang terkasih. 

“Layanan ini bertujuan untuk menceriakan suasana,” kata Aidoo. Dan untuk menggunakan jasa kelompok Aidoo, para pelanggan dikenakan biaya sebesar 2.200 cedis (Rp5,9 juta).

Dalam dokumenter BBC yang kini marak digunakan sebagai meme itu, seorang pelanggan bernama Elizabeth Annan beranggapan bahwa pasukan pengiring jenazah Ghana ini memberikan upacara pemakaman yang mengesankan.

"Mereka membawa orang-orang terkasih kita ke peristirahatan terakhirnya dengan berdansa. Jadi, saya memutuskan untuk menghadiahi ibu saya sebuah perjalanan penuh dansa untuk mengantarkannya ke Sang Pencipta," kata Annan.

Related Article