Italia Isolasi Seluruh Wilayah, Serie A Ikut Dihentikan

Pemerintah Italia menyatakan akan memberlakukan karantina di seluruh wilayah negaranya demi mencegah penyebaran wabah COVID-19 yang semakin masif (09/03/20). 

Awalnya, karantina hanya berlaku wilayah utara Italia. Namun, peningkatan jumlah infeksi COVID-19 yang pesat membuat Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte, harus mengambil langkah drastis tersebut. Berdasarkan data real time Worldometer per Selasa (10/03) siang, jumlah penderita COVID-19 di Italia sudah mencapai 9.172 kasus dengan korban meninggal mencapai 463 orang. Jumlah itu membuat Italia mengalahkan Korea Selatan menjadi negara kedua di dunia dengan jumlah kasus dan jumlah kematian terbanyak akibat virus corona setelah Cina.

Kebijakan karantina seluruh wilayah Italia tersebut akan berlaku mulai Selasa (10/03) hingga Jumat (03/04). Seluruh sekolah dan universitas juga akan diliburkan hingga April mendatang. Langkah darurat ini juga berarti memberhentikan pertandingan sepakbola Serie A yang memiliki penggemar di seluruh dunia. Serie A yang merupakan kompetisi kasta tertinggi sepakbola Italia itu resmi dihentikan sampai 3 April mendatang.

Penghentian liga Serie A sesuai dengan tuntutan dari Asosiasi Pemain dan Federasi Sepakbola Italia FIGC yang mengkhawatirkan keamanan pemain, staf, dan para anggota keluarga mereka. Meski kompetisi lokal sudah dihentikan, namun sejauh ini belum diketahui bagaimana pengaruh ketetapan pemerintah Italia tersebut terhadap tim-tim yang tampil di kompetisi internasional Eropa seperti Juventus, Napoli dan Atalanta di Liga Champions, hingga Inter Milan dan AS Roma di Liga Europa.

Sebelumnya, laga big match antara Juventus vs Inter Milan yang berlangsung di Turin, Minggu (09/03) juga digelar tanpa penonton. Meski kondisi yang tak biasa itu disayangkan banyak pihak, namun megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo menyikapinya dengan santai. Seperti dilansir ABC, Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora menyebut petinggi sepakbola Italia "tidak bertanggung jawab" karena telah membolehkan permainan terus berlangsung di tengah wabah. 

Dalam video yang beredar di media sosial, Ronaldo sempat menghibur diri dengan terlihat berpura-pura menyapa dan menyalami suporter Juventus sebelum masuk ke stadion jelang kick-off laga menjamu Inter Milan dimulai. Padahal, saat itu sama sekali tak ada suporter ketika bus rombongan tim sampai stadion.

Tak hanya Juventus, sejumlah laga klub lain di Italia juga digelar tanpa penonton. Sekadar informasi, seperti dikutip dari Football Italia, Minggu (08/03), pemilik klub Serie C Novara, Maurizio Rullo dinyatakan positif terkena COVID-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit. 

Novara juga merilis sebuah pernyataan yang mengonfirmasi kasus positif COVID-19 yang menimpa Maurizio Rullo, yang terdiagnosa virus tersebut setelah kembali dari Jerman. Namun, kompetisi Serie C bisa bernapas lega lantaran Rullo tidak melakukan kontak dengan timnya setelah kepulangan dari Jerman.

Hal itu membuat pihak Novara tak perlu mengarantina seluruh tim sesuai dengan prosedur penanganan pertama virus Corona. Kasus Rullo sendiri menjadikan Novara klub kedua di Serie C yang terkena dampak virus Corona. Sebelumnya dua pemain dan seorang anggota staf klub Pianese dinyatakan positif COVID-19.

Saat Kasus COVID-19 di Italia Melonjak, Cina Justru Alami Penurunan

Bertolak belakang dengan Italia yang terus melaporkan peningkatan kasus COVID-19, Otoritas Kesehatan Cina malah menyebut kasus di dalam negeri terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Setidaknya hanya ada 19 kasus baru COVID-19 dalam sehari. Jumlah ini menurun dari 40 kasus yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Seperti dilansir Channel News Asia dan kantor berita Cina, Xinhua News Agency, Selasa (10/03), Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan munculnya 19 kasus baru di wilayah Cina daratan pada Senin (09/03) waktu setempat. Dari jumlah itu, 17 kasus di antaranya ada di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah ini.

Sementara dua kasus lainnya merupakan kasus impor atau yang berasal dari orang-orang yang baru pulang dari luar negeri. Menurut NHC, satu kasus impor muncul di ibu kota Beijing dan satu kasus lainnya di wilayah Provinsi Guangdong.

Secara nasional, seperti dilaporkan NHC, total 80.754 kasus COVID-19 terkonfirmasi di wilayah China daratan. Laporan NHC juga menyebutkan adanya 17 kematian baru akibat COVID-19, yang semuanya ada di Provinsi Hubei. Secara total, jumlah korban meninggal di wilayah Cina saat ini mencapai 3.136 orang.

Related Article