Isi Kontrak Politik Prabowo-KSPI di May Day untuk Pilpres 2019

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapatkan dukungan secara resmi dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di peringatan May Day, Selasa, 1 Mei di Istora Senayan, Jakarta. Prabowo bahkan menandatangani kontrak politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Deklarasi dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2019 itu disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal di hadapan ribuan buruh. Said dan KSPI menaruh harapan besar kepada Prabowo yang sudah mau menandatangani kontrak politik tersebut.

KSPI Siap Melancarkan ‘Serangan Udara’ Dukung Prabowo di 2019

"Kami memutuskan untuk mendukung Pak Prabowo dalam Pilpres 2019. Pertaruhan tentang air mata istri dan anak, kawan Grab Car dan Gojek, enggak boleh ada yang mati lagi. Kaum buruh dekat kemiskinan, dan hanya Prabowo Subianto yang mau menandatangani kontrak politik dengan kami," kata Said.

Lalu, setelah menyatakan dukungan resmi kepada Prabowo, Said langsung mengajak seluruh buruh di Indonesia untuk menyukseskan pencalonan Prabowo sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Bahkan, di era yang sudah serba digital dan canggih seperti sekarang ini, Said tak lupa meminta seluruh buruh untuk memanfaatkan media sosial guna memenangkan Prabowo. Peran medsos dinilai bisa meningkatkan dukungan publik kepada Prabowo.

Baca Juga: Cerita Perjuangan Guru Honorer Brebes dan Srikandi KASBI di Aksi May Day 2018 Jakarta

"Mulai sekarang semua buruh siapin kamu punya WhatsApp, Facebook, Twitter, mulai kita melakukan serangan udara. Presidennya siapa? Prabowo. Jelas itu, clear," ucap Said.

Apa Kata Prabowo Usai Didukung KSPI?

Setelah resmi mendapatkan dukungan dari buruh KSPI, Prabowo langsung teringat pesan orang tuanya. Ya, politisi kelahiran Jakarta pada 17 Oktober 1951 itu menjelaskan pesan orang tuanya yang meminta dirinya untuk selalu memperhatikan rakyat kecil jika sudah sukses.

“Prabowo apa pun yang kau kerjakan, apapun yang kau hasilkan, selalu bela rakyatmu, selalu bela rakyat miskin, itu tugasmu sebagai anak saya," kata Prabowo saat menyampaikan pesan orang tua kepada dirinya.

Prabowo menyebut dukungan dari buruh KSPI tersebut merupakan kehormatan tertinggi yang pernah ia terima. Apalagi, Prabowo menganggap bahwa dukungan tersebut sudah memenuhi harapan orangtuanya. 

Tak hanya itu saja, dalam kesempatan itu, Prabowo juga membeberkan soal kekayaan Indonesia yang dikuasai asing. Sayangnya, masyarakat Indonesia tak sadar dengan situasi tersebut.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Pesan Sang Ayah Soal Rakyat Kecil

"Saya katakan bahwa kekayaan indonesia dirampok, dicuri. Kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Kita bicara aja apa adanya. Gak usah ragu. Jangan ada lagi 'ninabobokan' rakyat Indonesia, rakyat Indonesia tidak mau dibohongi terus-menerus," ucapnya. 

"Ya, ini rakyat kita mau disuruh makan apa. Saya kira bukan kita anti asing, tapi jaga rakyat kita dulu," ujarnya.

Apa Saja Isi Kontrak Politik Prabowo-KSPI?

Prabowo mengatakan bahwa kontrak politik dengan KSPI tersebut dianggap bisa mendorong kesejahteraan rakyat kecil sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Pihak pertama (Prabowo) sepakat apabila terpilih menjadi Presiden RI periode 2019-2024 siap melaksanakan kebijakan dan program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya bagi para pekerja buruh," kata Prabowo saat membacakan kontrak politik itu.

Dalam kontrak politik yang sudah ditandatangani dan disepakati keduanya itu, ada 10 poin perjanjian yang harus dipenuhi Prabowo jika nanti terpilih sebagai Presiden RI di Pilpres 2019. Apa saja isinya?

1. Meningkatkan daya beli pekerja buruh dan masyarakat serta meningkatkan upah minimum pekerja buruh dan masyarakat dengan cara mencabut PP Nomer 78 Tahun 2018 dan menambah jumlah jenis barang dan jasa kebutuhan hidup layak yang menjadi dasar pertambahan upah minimum dari 60 KHL menjadi 84 KHL.

2. Revisi jaminan pensiun Nomer 45 Tahun 2015 berupa besaran iuran dan manfaat bulanan yang diterima oleh pekerja buruh minimal 60% dari upah.

3. Menjalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan sistem asuransi yang adil bagi pekerja buruh honorer dan masyarakat yang kurang mampu.

Baca Juga: Yang Perlu Kamu Tahu Soal Sekretariat Bersama Gerindra-PKS, Resmi Berkoalisi?

4. Setop perbudakan modern berkedok outsourching honorer dan pemagangan.

5. Menciptakan lapangan pekerjaan dan mencabut Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA yang menyerbu Indonesia.

6. Mengantar buruh Honorer dan tenaga honorer K2 menjadi aparatur sipil negara serta memberlakukan upah minumum bagi honorer non kategori dan buruh swasta PAUD, Madrasah, dan Yayasan.

7. Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dan mengalokasikan APBN bagi anak pekerja buruh hingga Perguruan Tinggi secara gratis bagi yang berbakat dan berprestasi.

8. Menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu. Memberikan kepastian hukum untuk kendaraan roda dua sebagai alat transportasi umum dan menjamin hak berserikat bagi pengemudi ojek online yang menjadi mitranya serta hak atas perjanjian kerja bersama.

9. Menyiapkan perumahan murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dengan uang muka 0%.

10. Meningkatkan Pendapatan pajak dan tax rasio melalui reformasi perpajakan yang berpihak kepada pekerja buruh dan rakyat tidak mampu serta menjadikan koperasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai sumber penguatan ekonomi nasional. Serta memastikan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai kembali oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Related Article