Ingin Ketumnya Kembali Nyapres, Kader Gerindra se-Indonesia Bakal Yakinkan Prabowo

Partai Gerindra terus melakukan berbagai upaya agar ketua umum mereka, Prabowo Subianto mau maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hingga saat ini, Prabowo memang belum mengambil keputusan soal itu.

Meski begitu, Gerindra paham betul bahwa Prabowo masih punya potensi besar untuk kembali maju dan bersaing untuk menjadi Presiden RI selanjutnya. Untuk itulah, Gerindra akan berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan Prabowo. Apa ya, yang dilakukan Gerindra untuk meyakinkan ketua umumnya itu? Yuk kita intip strateginya! 

34 DPD Gerindra Yakinkan Prabowo

Hal yang akan dilakukan oleh kader dari partai bernomor urut 2 itu adalah mengumpulkan perwakilan dari 34 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra seluruh Indonesia untuk satu suara mendukung Prabowo maju di Pilpres 2019. Kabarnya, mereka akan bertemu pada April nanti untuk mempresentasikan strategi pemenangan Prabowo. 

"Jadi akan ada pertemuan, rencananya DPD-DPD ini akan bertemu kembali minggu pertama bulan April," kata Waseken Partai Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, seperti dinukil dari detikcom, Selasa 13 Maret. 

Diakui Andre, informasi tersebut ia terima langsung dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik. Andre menjelaskan bahwa tujuan pertemuan itu adalah guna meyakinkan Prabowo. 

Andre menegaskan bahwa sebanyak 34 DPD Gerindra dari seluruh Indonesia memang sangat berkomitmen untuk memenangkan Prabowo menjadi presiden periode 2019-2024.

"Dalam rangka mematangkan rencana kerja dan juga dalam rangka mempersiapkan presentasi kepada Pak Prabowo kesiapan masing-masing DPD dalam memenangkan Pak Prabowo," ujar Andre.

"Jadi setiap DPD itu disuruh mempersiapkan presentasi per daerah untuk meyakinkan Pak Prabowo. Ini lho misalnya, DKI bisa memenangkan Bapak, begini caranya," ucapnya.

Alasan Prabowo Belum Putuskan Maju di 2019

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa ketua umumnya, Prabowo Subianto, memang belum memutuskan untuk maju menjadi capres di Pemilu 2019 mendatang. Ada sejumlah pertimbangan yang membuat Prabowo masih belum mengambil keputusan.

"Di tengah masalah Indonesia yang makin berat, beliau masih berpikir apakah nanti sanggup membangun Indonesia yang berjaya. Oleh karena itu, sebagai orang timur beliau masih terus berpikir tetapi percaya dukungan rakyat Jakarta hari ini," kata Muzani di Lapangan Arcici, Jakarta, dinukil dari Antara, Minggu, 11 Maret.

Tak cuma itu saja, Muzani juga mengungkapkan bahwa Prabowo masih berpikir soal komposisi koalisi yang akan dibentuk pada Pemilu 2019 mendatang. Selain itu, ada alasan-alasan lainnya yang membuat Prabowo tak ingin terburu-buru.

"Beliau masih berpikir apakah koalisi ini cukup. Beliau masih berpikir apakah rakyat masih menghendaki. Beliau berpikir apakah rakyat masih akan mendukung. Beliau masih berpikir apakah beliau sanggup memimpin bangsa ini di tengah-tengah masalah yang begitu berat," ujar Muzani.

Related Article