Ini Dia Fakta-fakta yang Perlu Kamu Ketahui tentang Pemilu Meksiko 2018 yang Bersejarah!

Meksiko baru aja melaksanakan pemilihan umum presiden pada 1 Juli waktu setempat. Pemilu kali ini dapat dikatakan sebagai pemilu paling bersejarah, karena akhirnya politikus sayap kiri di Meksiko terpilih sebagai presiden, setelah beberapa dekade terakhir pemerintahan dikuasai oleh politikus sayap kanan. Nah, untuk tahu lebih lanjut, ini dia fakta-fakta tentang Pemilu Presiden Meksiko tahun 2018 ini!

Ada Berapa Calon Presiden yang Ikut dalam Pemilihan Umum 2018 Ini?

Di tahun 2018 ini, terdapat lima calon Presiden yang mengikuti pemilihan umum. Kelima calon Presiden tersebut adalah Andrés Manuel López Obrador, Ricardo Anaya Cortés, José Antonio Meade Kuribreña, Jaime Rodríguez Heliodoro Calderón, dan Margarita Zavala Gomez del Campo. Dari kelima calon ini, dua nama terakhir merupakan calon independen.

Siapa yang Terpilih?

Dari kelima calon presiden di atas, kandidat yang terpilih adalah Andrés Manuel López Obrador, atau sering dikenal dengan nama Amlo.

Bagaimana Rekam Jejak Politik Amlo?

Sebagai seorang politikus, Amlo memulai karirnya di partai sayap kanan Institutional Revolutionary Party (PRI). Namun, ia keluar dari partai tersebut dan bergabung dengan Partai Revolusi Demokrasi (PRD). Di tahun 2000, ia pun terpilih sebagai wali kota Mexico City. Di tahun 2006 dan 2012, Amlo telah mencalonkan diri sebagai presiden, meskipun di kedua pemilihan tersebut ia menderita kekalahan. Di tahun 2018 kali ini, Amlo pun akhirnya terpilih sebagai presiden.

Apa Posisi Politiknya?

Amlo adalah seorang politikus sayap kiri. Didukung oleh National Regeneration Movement Party (Morena) yang didirikannya tahun 2014, Amlo menggandeng dua partai lain dalam Pemilu 2018 ini. Dengan gayanya yang populis dan anti-kemapanan, Amlo berusaha untuk mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Program-program yang diusung pun bersifat sosialis, seperti program kesehatan untuk orang lanjut usia dan beasiswa pendidikan. Program-program utama lain yang diusung seperti usaha untuk menghapuskan korupsi dan narkoba yang angkanya masih cukup tinggi di Meksiko. Menghadapi Trump, Amlo berharap Amerika Serikat dapat menghormati negaranya. Amlo pun mengecam kebijakan anti-imigran Trump yang dianggapnya sebagai kebijakan yang rasis.

Related Article