Idrus Marham Mundur, Jokowi Tetap Didukung Golkar

Merasa memiliki tanggung jawab moral, Idrus Marham menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini (24/8) di Istana Kepresidenan untuk mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial (Mensos). Hal tersebut berkaitan dengan proses penyidikan dirinya yang sedang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap pembangungan PLTU Riau. Idrus sendiri yang mengkonfirmasi terkait pengunduran dirinya ini selepas bertemu dengan Presiden Jokowi.

“Saya sudah sampaikan ke Bapak Presiden soal pengunduran diri. Pertama, sebagai tanggung jawab moral, saya mengajukan mundur diri sebagai Mensos,” kata Idrus Marham, seperti dilansir dari Kumparan (24/8) .

Bahkan sejak Kamis kemarin (23/8), ia sudah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) KPK sehingga ia merasa bahwa ia telah menjadi tersangka.  “Kemarin sudah pemberitahuan dimulainya penyidikan. Namanya penyidikan, sudah pasti tersangka,” lanjut Idrus seusai menemui Jokowi siang ini.

Terkait mundurnya Idrus Marham ini juga tentu memunculkan nama-nama baru untuk mengisi jabatan Menteri Sosial. Idrus pun mengatakan kalau beliau mundur dari kepengurusan Partai Golkar dan sudah menyampaikan hal tersebut pada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto. Untuk mendapatkan konfirmasi mengenai hal tersebut, Asumsi.co menghubungi politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin.

Ketika dihubungi, Aziz pun langsung memberikan pernyataan jika Golkar menghargai keputusan Idrus dan menginformasikan lebih lanjut mengenai pengganti Idrus sebagai Mensos. “Pertama, kita hormati keputusan dari Pak Idrus. Kemudian, saya juga dengar Pak Agus Gumiwang yang menggantikan, selamat untuk pak Agus Gumiwang,” ungkap Aziz.

Aziz juga mengungkapkan bahwa dukungan pada pemerintahan dan Pilpres mendatang tidak akan berubah. Golkar akan tetap mendukung, sesuai dengan komitmen mereka dari awal gabung dengan koalisi Jokowi. “Golkar akan tetap solid, untuk 2019, juga tetap mendukung Pak Jokowi sebagai presiden,” jelasnya.

Ia menjelaskan juga kalau Golkar akan tetap melanjutkan komitmen yang sudah dibuat dari awal untuk mendukung pemerintah. “Kalau dalam struktur golkar, ndak ada masalah, sesuai pada komitmen yang dibuat oleh pemerintah,” tegasnya.

 

 

Related Article