post

Current Affairs

Hasil Riset Pew: Terlepas dari Pandemi, Krisis Iklim Masih Jadi Ancaman Terbesar

Permata Adinda, 15 September 2020

COVID-19 telah menyebabkan lebih dari 900 ribu kematian hanya dalam waktu kurang dari setahun (hingga 14/9), sehingga jadi tak mengagetkan ketika dunia menganggap penyebaran penyakit menular adalah sebuah ancaman terbesar bagi peradaban manusia.

Namun, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pew Research Center terhadap 14 negara (9/9), krisis iklim masih dianggap sebagai ancaman yang lebih besar dibandingkan penyakit menular.

“Bagi negara-negara Eropa yang tergabung dalam penelitian ini, perubahan iklim tetap menjadi ancaman terbesar, walaupun mereka juga punya kekhawatiran besar terhadap risiko yang ditimbulkan dari penyebaran penyakit menular,” ujar Pew di situsnya (9/9).

Secara keseluruhan, 70% responden di 14 negara menganggap krisis iklim merupakan ancaman besar. Negara-negara ini terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Swedia, UK, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.

Ancaman terbesar kedua adalah penyebaran penyakit menular yang sebesar 69%, diikuti oleh terorisme sebesar 66%, serangan siber dari negara lain sebesar 65%, senjata nuklir sebesar 61%, kondisi ekonomi global sebesar 58%, kemiskinan global sebesar 53%, konflik berkepanjangan antar-negara sebesar 48%, dan perpindahan banyak orang dari satu negara ke negara lainnya sebesar 40%.

Kekhawatiran soal krisis iklim paling besar terlihat di Spanyol, Prancis, Italia, Korea Selatan, dan Jepang. Setidaknya, 80% responden di masing-masing negara tersebut menganggapnya sebagai ancaman besar. Negara-negara dengan ideologi kiri juga dikatakan akan lebih menganggap krisis iklim sebagai ancaman—dibandingkan negara-negara berideologi kanan yang lebih mengkhawatirkan soal terorisme dan migrasi berskala besar.

Kekhawatiran soal krisis iklim juga semakin tinggi dibandingkan dengan tujuh tahun terakhir: pada 2013, hanya 48% responden di UK yang menganggap krisis iklim sebagai ancaman besar. Angka ini meningkat menjadi 71% saat ini.

Sementara itu, negara-negara yang angka kasus penyebaran virus Corona-nya tinggi juga punya kekhawatiran besar terhadap penyakit menular. Responden di Amerika Serikat, misalnya, 78% di antaranya menganggap penyakit menular sebagai ancaman besar. Angka ini lebih besar dibandingkan kekhawatiran terhadap krisis iklim yang sebesar 62%. Begitu pula dengan 89% responden di Korea Selatan yang menganggap penyakit menular sebagai ancaman besar, 78% di Spanyol, dan 69% di Italia.

Ancaman-ancaman yang dianggap besar lain cukup bervariasi di sejumlah negara. Sebanyak 80% responden di Prancis menganggap terorisme sebagai sebuah ancaman besar, begitu pula di Jepang yang angkanya sebesar 77%, dan Spanyol sebesar 74%. Sementara itu, negara yang paling sering menyebut serangan siber sebagai ancaman besar adalah Australia sebesar 70% dan Denmark sebesar 66%.

Menurut Pew, anggapan bahwa terorisme dan serangan siber adalah ancaman besar ini juga tak berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Pew Research Center telah menanyakan kekhawatiran atas kelompok-kelompok seperti ISIS di tahun-tahun sebelumnya. Kekhawatiran ini menyebar luas di hampir seluruh negara yang disurvei.”

Ada pula kekhawatiran atas ekonomi global yang semakin meningkat saat ini. Jika dibandingkan dengan hasil survei yang sama pada 2018, persentase orang yang merasa terancam dengan situasi ekonomi global saat ini meningkat sebanyak 10% di hampir seluruh negara. Peningkatan terbesar terlihat di UK, yaitu dari 41% pada 2018 menjadi 65% pada 2020. Begitu pula di Jepang yang naik sebesar 22% dan Prancis yang sebesar 21%.

Responden yang punya kekhawatiran atas ekonomi global kebanyakan juga menganggap bahwa situasi ekonomi di negara mereka sedang buruk—seperti Jepang yang kontraksi nilai Produk Domestik Bruto (PDB)-nya terburuk sepanjang 40 tahun terakhir dan Prancis yang PDB-nya terkontraksi sebesar 13,8% di kuartal kedua 2020.

Begitu pula dengan responden yang menganggap situasi ekonomi negaranya akan memburuk pada 12 bulan ke depan. “Di Belgia, misalnya, 64% orang yang menganggap situasi ekonomi negaranya akan memburuk juga punya kekhawatiran atas ekonomi global.”