Goalball: Perdana Untuk Timnas, Menarik Bagi Penonton

“Kalau basket, badminton, gitu kan udah biasa dan udah tau cara mainnya. Nah, goalball ini kita penasaran banget,” gitu sekiranya ucapan para  pendukung atlet Indonesia di Asian Para Games 2018 yang datang ke Balai Kartini pada 10 Oktober 2018. Goalball sendiri adalah permainan memasukkan bola ke gawang untuk atlet yang punya gangguan pada matanya atau tuna netra.

“Lah, gimana tuh caranya main bola tapi matanya enggak bisa lihat?”

Makanya itu, goalball termasuk dalam cabang olahraga yang menarik. Selain tiket masuknya yang gratis, ketertarikan supporter untuk menonton bisa dibuktikan dari barisan para pengunjung yang rela mengantre padahal tiket sebenarnya sudah habis. Mereka berharap ada kabar baru, siapa tau ada tiket tambahan biar bisa masuk ke venue.

Bahkan, pengunjung yang udah berhasil dapetin tiket tetap enggak bisa langsung menonoton pertandingan karena ruangannya yang kecil. Tempat duduk spektator kuotanya mungkin hanya sekitar 100 orangan saja. Maka, para penonton yang sudah punya tiket juga harus rela menunggu kabar kemenangan atlet Indonesia dari luar ruang pertandingan.

Para pengunjung mengantre dan menunggu untuk mendapatkan tiket pertandingan goalball di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Rabu, 10 Oktober 2018. Foto: Winda/Dok. Asumsi.co

Kalau dilihat dari situs Federasi Olahraga Buta Internasional, cabang olahraga goalball ini awalnya dibentuk untuk dalam merehabilitasi veteran perang yang mengalami kebutaan sekitar tahun 1946 di Austria. Namun, cabor yang ditemukan oleh Hanz Lorenzen dan German Sepp Reindle itu mulai dikenalkan ke dunia pada tahun 1976 tepatnya saat Paralympics di Toronoto, Kanada. Sejak itulah, permainan goalball makin terkenal dan resmi jadi cabor di federasi internasional.

Sejak pertama kali Asian Para Games diselenggarakan di Guangzhou, Cina, 2010 lalu, goalball pun juga sudah jadi cabang olahraga yang dipertandingkan. Cara mainnya gimana? Yang jelas, di dalam bola itu ada semacam kerincingan yang bisa mengeluarkan bunyi. Jadi, saat penyerang melempar bola, sang lawan akan mengetahui keberadaan bola dari suara tersebut.

Tiap regunya terdiri atas enam pemain dengan tiga anggota yang bermain selama pertandingan. Lapangan goalball berukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter. Gawang terdapat di ujung lapangan dengan lebar seluruh garis belakang (9 meter). Dalam olahraga ini, pemain melempar bola ke gawang lawan untuk mencetak poin sementara pemain lawan menghalangi bola dengan menggunakan tangan dan lutut.

Siapa pun yang mencetak gol paling banyak pada akhir waktu itulah tim yang dinyatakan menang. Seperti permainan pada umumnya, cabor goalball juga ada wasit yang bertanggung jawab atas semua keputusan tentang permainan. Selain wasit, ada pula dua orang pencatat waktu, yang pertama untuk mengawasi waktu bermain, yang kedua untuk mengendalikan durasi serangan setiap tim.

Ada pula dua annotator untuk mencatat jumlah gol yang dicetak dan mengendalikan jumlah lemparan. Serta ada empat hakim garis, untuk memberi sinyal saat bola keluar lapangan atau juga saat mencetak gol.

Karena dalam goalball juga mengenal tentang istilah pelanggaran. Jenis-jenisnya pun bermacam-macam, misalnya tim dinyatakan melakukan pelanggaran saat penyerang melempar bola sebelum diperbolehkan. Sebab, wasitnya akan mengatakan ‘play’ sebagai tanda kalau bola sudah boleh dilemparkan.

Ada pula pelanggaran saat mencoba meloloskan bola ke rekan satu timnya, namun akhirnya meninggalkan garis samping. Serta ketika bola melewati garis tengah saat pemain mempertahankan bola atau memukul tiang.

Timnas goalball Indonesia sendiri merupakan kali pertama mendapatkan kesempatan bertanding lantaran menjadi tuan rumah. Sebab sebenarnya timnas goalball Indonesia belum masuk ke dalam kualifikasi ranking dunia. Ada tim putra yang turun melawan 7 negara lainnya, dan tim putri bersaing dengan 5 negara.

Pertandingan goalball timnas Indonesia melawan Korea Selatan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Oktober 2018. Foto: Winda/Dok. Asumsi.co

Meski bermain dalam cabor baru, bukan berarti 11 atlet goalball yang membawa nama Indonesia akan bermain tanpa target. Haris Nugroho, pelatih goalball Indonesia, yakin tim goalball Indonesia akan mencetak prestasi dengan mengalahkan lawan dari Thailand, sebab negara itu berada di posisi lima besar.

Sayangnya, jangankan medali, mengalahkan Thailand pun timnas masih belum bisa. Pertandingan pada Rabu, 11 Oktober 2018 kemarin juga, tim merah putih harus ikhlas menerima kekalahan dari tim Korea Selatan dengan skor akhir 9-18.

Namun sejatinya, semangat para timnas Indonesia masih terasa hingga di detik-detik terakhir pertandingan. Bahkan saat 30 detik menuju kekalahan, para penonoton masih terus menggemakan suara untuk memberikan energi kepada para tim kebanggaan yang sedang berlaga. Sebab pertandingan perdana timnas goalball Indonesia itu masih menjadi awal perjalanan bagi atlet tuna netra untuk mendapatkan kesempatan menang di pertandingan internasional lainnya.

Related Article