Garuda Indonesia Live Musik di Atas 35 Ribu Kaki, Solusi Perbaiki Prestasi?

Setiap penerbangan, jauh atau tidak, memberikan pengalaman yang berbeda-beda buat setiap orang. Ada yang mendapatkan pengalaman tidak enak, mungkin karena inflight entertainment-nya tidak berfungsi. Ada juga yang mendapatkan pengalaman seru, seperti misalnya tiba-tiba dinaikkan menjadi kelas bisnis. Apapun itu, nampaknya tidak ada pengalaman seunik menikmati akustikan langsung di pesawat yang sedang terbang di atas 35 ribu kaki.

Kalian enggak salah dengar. Garuda Indonesia baru aja meluncurkan satu program terbaru, namanya GIAcoustic, hari Rabu (9/1) kemarin. Tujuan utama program ini adalah menghadirkan acara akustikan langsung oleh penyanyi-penyanyi ternama Indonesia ketika pesawat sedang terbang. Di acara peluncurannya, maskapai Garuda Indonesia menghadirkan pertunjukan musik akustik dalam penerbangan GA408 dari Jakarta menuju Denpasar. “Jadi ini adalah live seorang bintang dengan menyanyikan atau memainkan musik akustik di pesawat dan ini adalah pertama buat Garuda, dan ini untuk memberikan new experiences kepada penumpang,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra, di acara peluncuran GIAcoustic.

Ia pun menambahkan kalau program GIAcoustic ini akan ada di penerbangan domestik yang berdurasi minimal satu jam. Harapannya, program ini dapat memberikan kebebasan pengisi acara berekspresi dengan musik-musiknya. “Ini rute harus lebih dari satu jam, agar mereka bisa lebih berekspresi dan punya durasi-durasi dan memang kita pengen Denpasar dahulu. Nanti kita ingin bisa ke Balikpapan, Denpasar, Medan, Makassar yang berdurasi lebih dari satu jam. Tapi domestik dulu,” ungkap Ari, sapaan untuk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Dalam pelaksanaannya, hanya program peluncuran ini lah yang diadakan sebagai sebuah surprise. Nantinya, penumpang yang akan naik ke pesawat akan diberi pemberitahuan terlebih dahulu bahwa pesawat tersebut akan ada acara akustikan langsungnya. “Ini hanya untuk waktu tertentu. Ini kan memang kita enggak announce dulu, kami memberikan surprise, tapi selanjutnya kami akan announce. Kita kemarin sudah kontak Gigi, tapi berhalangan mereka karena ada konser di Eropa,” ucap Ari.

Ia pun mengatakan kalau pesawat yang dipilih untuk program GIAcoustic hanya pesawat berbadan narrow. Sedangkan belum ada rencana dalam waktu dekat untuk mengadakan program ini di pesawat dengan jenis badan pesawat yang lebar. “Untuk ini kita pilih yang narrow body dulu karena memang cakupannya dan kita bukan seperti akustik sebelumnya yang mungkin tahun 2003 sudah ada, tapi kita gak ingin menggunakan sound system biasa, tapi menggunakan sound dari Bluetooth jadi dari depan terus terdengar dan tidak pakai announcer. Jadi ini sangat baru dan pesawatnya memang kita pilih yang terbatas. Mungkin untuk ke depannya yang widebody, yang lebih besar dan kita adakan sound system-nya yang lebih lengkap,” tutur Ari.

Timbul Kekecewaan Warga Twitter

Sebagai sebuah terobosan baru, ternyata tidak sedikit kontra dilayangkan. Beberapa orang ada yang tidak senang dan menganggap kalau sebenarnya program ini dapat mengganggu penumpang yang ingin tidur dengan tenang. Salah satunya adalah pengguna Twitter dengan username @sullyellow.

Garuda Ingin Naik Kelas Urusan Inflight Entertainment?

Kalau dari terobosannya, terlihat kalau sebenarnya Garuda berusaha memperbaiki kualitas hiburan dalam pesawatnya. Di tahun 2018 yang lalu, dari ranking yang dikeluarkan oleh Skytrax, Garuda menempati posisi ke-21 dari 25 maskapai dalam konteks hiburan dalam pesawatnya. Peringkat ini merujuk pada kebaruan dan banyaknya pilihan in-flight entertainment. Mungkin, Garuda berharap kalau sebenarnya mereka bisa merangsek naik untuk peringkat hiburan dalam pesawat di tahun 2019 ini. Apakah bisa? Kita tunggu aja perkembangannya.

Related Article