Free Wifi di Garuda dan Citilink, Amankah Pake Wifi di Pesawat?

Kabar gembira bagi para traveler yang hobi bepergian menggunakan pesawat! Garuda Indonesia Grup akan segera meluncurkan fasilitas WiFi di atas pesawat untuk rute domestik. Menariknya, Wifi tersebut bisa diakses secara gratis.

Fasilitas teranyar ini merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia Grup kepada para penumpangnya. Nantinya, fasiitas tersebut akan tersedia di pesawat-pesawat maskapai Garuda Indonesia dan Citilink. Informasi tersebut disampaikan dalam press conference peluncuran free WiFi di Aula Garuda Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 14 November 2018.

Dalam menyediakan fasilitas Wifi gratis di pesawat untuk penerbangan domestik tersebut, Grup Garuda Indonesia menggandeng PT Mahata Aero Teknologi. Namun, bagi yang ingin mencoba, diharapkan bersabar dulu karena fasilitas Wifi gratis ini baru bisa dinikmati mulai tahun 2019 mendatang dan dilakukan secara bertahap.

Jadi, bagi penumpang maskapai Garuda Indonesia, harus bersabar menunggu sampai fasilitas tersebut bisa dinikmati sekitar 6-8 bulan ke depan. Namun, jasa layanan free WiFi tersebut sudah dapat dinikmati di sejumlah pesawat Airbus 320 milik maskapai Citilink rute domestik terhitung 28 Desember 2018. 

Perwakilan Grup Garuda Indonesia sekaligus Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo mengatakan, fasilitas yang disebut free inflight connectivity tersebut merupakan upaya Grup Garuda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan penumpang di era digital. Fasilitas itu juga merupakan bentuk terobosan layanan Garuda Indonesia dan Citilink dalam menghadapi persaingan bisnis maskapai ke depan di Indonesia.

Baca Juga: Merpati Siap Terbang Lagi

"In flight wifi ini adalah yang pertama di Indonesia. Kami memberikan layanan Internet secara gratis selama penerbangan domestik," kata Juliandra dalam acara soft launching layanan free wifi Garuda Indonesia Group di kantornya, Kebon Sirih, Jakarta.

Fasilitas Wifi gratis ini dihadirkan Garuda Grup Indonesia sebagai usaha untuk mengoptimalkan layanan bisnis dan mempertahankan loyalitas kepada pelanggan. Apalagi, di era serba digital saat ini, persaingan di industri penerbangan Indonesia semakin ketat dan perusahaan yang ada dituntut untuk terus mengembangkan visi teknologi. Sasaran yang nyata jelas ditujukan kepada para milenials yang hobi bepergian.

"Tidak hanya untuk memperkuat pasar yang sudah ada, tapi Inflight wifi gratis ini ditujukan untuk mengaktivasi pasar baru yang belum tersentuh, seperti para milenial yang sering bepergian," ucapnya.

Sekadar informasi, di tahun 2013 lalu, maskapai Garuda Indonesia pernah menyediakan fasilitas WiFi untuk penerbangan rute internasional di seluruh pesawat jenis B777-300ER dan beberapa tipe pesawat Airbus A330. Kini, fasilitas WiFi itu akan dihadirkan secara gratis bagi penumpang di semua rute domestik.

Lebih Cepat dari Wifi di Darat

Menariknya, terkait kuota dan kecepatan dari fasilitas WiFi gratis itu, nantinya para penumpang akan mendapat internet berkecepatan sampai 50 Mbps dan kuotanya 50 MB. Hal itu disampaikan oleh Presdir Mahata Aero Teknologi, Muhamad Fitriansyah selaku pihak yang digandeng Garuda Indonesia Grup. Mereka juga mengandeng pihak Inmarsat Aviation dan Lufthansa Technik selaku penyedia jasa layanan teknologi tercanggih di dunia penerbangan saat ini.

"Up tp 50 Mbps. Itu lebih cepat dari yang di darat. Kalau untuk kecepatannya kita nggak bisa pastikan karena faktor cuaca dan lainnya," kata Fitriansyah, Rabu, 

Pertanyaan menarik pun muncul, bagaimana jika nanti jatah kuota yang diberikan ternyata habis? Apakah untuk menambah kuota baru lagi harus bayar? Tenang guys, ternyata para penumpan hanya perlu melalukan opsi tambahan lain tanpa perlu membayar alias masih tetap gratis.

"Tetap layanan akan gratis. Tidak ada isitilahnya memberi bayaran, gratis. Kalau habis ada option yang perlu dilakukan untuk mendapat tambahan. Apa, masih kita bicarakan," ujarnya.

Bolehkan Pakai Wifi di Pesawat?

Lantas banyak pertanyaan yang muncul di kalangan penumpang, apakah boleh atau aman menggunakan Wifi saat berada di dalam pesawat yang tengah terbang? Apalagi pramugari atau awak kabin selalu mengingatkan penumpang untuk mematikan ponsel sesaat sebelum pesawat lepas landas dan baru boleh dinyalakan lagi setelah pesawat diparkir.

Fitriansyah menjelaskan bahwa sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi sorotan kenapa barang-barang elektronik termasuk smartphone tak bisa sembarangan digunakan di dalam pesawat. Yang utama tentu karena alasan keamanan selama penerbangan.

Baca Juga: Jasa Besar BJ Habibie di Dunia Penerbangan

"Ada beberapa point, sebelum ada WiFi kenapa airlines nggak membolehkan terkait safety. Karena bisa menciptakan polusi suara dan lainnya. Penumpang juga enggak fokus pasang sabuk pengaman," kata Fitriansyah.

Dalam dunia penerbangan, momen saat pesawat melakukan taxing dari parkiran, take off dan mendarat jadi momen paling krusial. Para penumpang pun tak diizinkan untuk menyalakan ponsel karena sinyalnya bisa dianggap mengganggu penerbangan. Sebenarnya bagaimana sih cara aman menggunakan ponsel untuk WiFi-an di dalam pesawat saat terbang?

"Diperbolehkan (menyalakan ponsel) di atas 30 ribu kaki. Saat landing dan take off dimatikan, sekali pun WiFi sudah nyala dari awal," ucapnya.

Untuk itu, Fitriansyah mengungkapkan bahwa pihaknya akan memasang hardware di pesawat dalam bentuk router untuk menghadirkan WiFi. Dalam prosesnya, nanti dari pesawat sinyal akan ditembakkan ke satelit, di mana satelit akan kembali ke darat dan ditembakkan kembali ke tujuan dengan cepat dan aman.

"Saat ada connectivity sinyal tak akan mengganggu teknologi yang ada di dalam pesawat karena kita akan memasang hardware tadi di dalam pesawat. Pada saat hardware itu tidak ada di pesawat, justru hal tersebut yang membuat sinyal akan mencari-cari. Sama seperti sinyal yang ada di darat,” ujarnya.

"Pada saat mencari-cari inilah yang dalam tanda kutip bisa mengganggu. Tapi ketika kita sudah pasang hardware seperti dalam hal ini seperti di rumah yaitu kayak router, itu akan menuju langsung ke router tersebut dan itu yang membuat aman.”

Teknologi WiFi di Dalam Pesawat

Terkait penggunaan WiFi dalam pesawat, sebenarnya ada dua teknologi yang memungkinkan penumpang pesawat bisa mendapatkan akses WiFi dalam penerbangan yakni teknologi Air-to-Ground (ATG) dan satelit. Apa itu? 

Sistem Air-to-Ground (ATG) sendiri butuh dua antena yang tertanam di perut pesawat untuk menangkap sinyal dari menara seluler yang ada di darat. Saat pesawat sudah mencapai ketinggian tertentu dan pramugari sudah menyalakan tombol ATG ke “On”, maka pesawat akan mulai menarik sinyal dari berbagai menara seluler yang ada di daratan. 

Lalu, setelah itu, para penumpang di dalam pesawat pun bisa beraktivitas dengan menggunakan sinyal WiFi selama berada di dalam pesawat. Seperti diketahui, saat ini, sistem ATG baru bisa menawarkan kekuatan WiFi hingga 3 Mbps. Dalam kapasitas dengan jumlah tersebut, para penumpan baru bisa sebatas mengakses email dan mengecek beberapa akun media sosial.

Nah, keterbatasan sistem ATG ini adalah jika pesawat keluar dari jangkauan menara seluler di darat ataupun sedang terbang di atas lautan, maka sinyal akan otomatis hilang. Maka dari itu, kehadiran sistem penerimaan sinyal WiFi berbasis satelit yang lebih kuat, bisa memecahkan masalah tersebut. Sehingga bisa tetap terhubung ke jaringan internet dengan cakupan area yang lebih luas.

Baca Juga: Mengenal Pesawat Boeing yang Digunakan Lion Air JT-610 dan Persaingannya dengan Airbus

Dengan menggunakan satelit, ada antena yang harus diarahkan ke satelit tertentu ketika pesawat terbang. Ternyata ada tiga jenis antena yang biasa digunakan di pesawat-pesawat yang menyediakan fasilitas WiFi dan menggunakan sistem satelit yakni Ku-Band, Ka-Band, dan Ku/Ka-Band.

Penjelasannya adalah antena Ku-Band bisa memberikan WiFi dengan kecepatan hingga 30-40 Mbps. Meski begitu, kecepatan WiFi akan tergantung seberapa banyak pesawat yang juga mengambil sinyal dari satelit itu. Semakin banyak pesawat yang terhubung ke satelit yang sama, maka kecepatan yang bisa didapat masing-masing pesawat pun semakin sedikit.

Selain tipe Ku-Band, ada pula antena tipe Ka-Band yang memberikan servis WiFi tercepat, dengan kecepatan hingga 70 Mbps per pesawat. Dengan kecepatan tersebut, para penumpang bisa mengunggah foto ke berbagai media sosial hingga streaming untuk menonton video favorit.

Sejauh ini, baru Virgin America saja yang memakai antena gabungan Ka-/Ku-Band dalam pesawat-pesawat Airbus A320 terbarunya untuk rute penerbangan di Amerika Serikat. Sementara di benua lain, seri Airbus A350 dari Qatar Airways dan Ethiopian telah menggunakan antena Ka-Band yang akan memberikan sinyal Wi-Fi yang lebih kuat.

Yang jelas, penggunaan teknologi WiFi di dalam pesawat saat penerbangan memang sudah teruji sebelumnya karena WiFi yang digunakan di udara tidak sama dengan yang digunakan di darat. Tingkat keamanan akses WiFi sendiri dipastikan dari proses dan cara pemasangan alat. Untuk itu, pesawat yang akan dilengkapi fasilitas WiFi harus dirombak dan dipasang semacam dinding pengaman yang bertujuan agar sinyal WiFi tidak bocor ke jalur komunikasi dan navigasi.

Related Article