Ada yang Diam-diam Walkout Saat Presiden Jokowi Pidato Di Rapimnas Demokrat, Begini Alasannya

Partai Demokrat memang baru saja menyelesaikan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2018 di Sentul, Bogor, pada Minggu, 11 Maret, kemarin. Di acara itu dihadiri juga oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang memang beberapa hari sebelumnya udah dikasih undangan oleh Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tapi, tahu enggak sih, ternyata saat Presiden Jokowi ngasih kata sambutan di Rapimnas Demokrat, ada yang melakukan walk out alias keluar ruangan. Hal itu dilakukan oleh Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean secara diam-diam. Tapi nyatanya, ada aja yang media yang menyadari aksinya itu. Ferdinand pun kaget, aksi walkout ini akhirnya diketahui oleh media massa.

"Inilah bentuk protes saya. Dan itu protes terbaik menurut saya daripada saya acungkan kartu kuning atau kartu merah. Kan tidak elok. Saya keluar dengan diam dan tidak teriak-teriak. Saya pun kaget kenapa hal ini harus ramai," kata Ferdinand, seperti dilansir dari Merdeka.com pada Selasa, 13 Maret.

Padahal, Ferdinand ini dulunya adalah relawan Jokowi di Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) saat pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu. Terus mengapa sampai keluar ruangan saat Presiden Jokowi berpidato, padahal kan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saja mendengarkan dengan seksama? Ternyata, Ferdinand merasa kecewa dengan Jokowi yang dianggap enggak memenuhi janjinya.

“Pada saat beliau pidato, saya memilih keluar dari ruangan. Itu adalah ekspresi kekecewaan saya dengan beliau yang tidak memenuhi janji politiknya pada saat pilpres dulu. Beliau dulu menekankan akan menolak utang luar negeri, tapi sekarang utang kita makin menjadi-jadi,” ujar Ferdinand.

Meskipun keliatannya SBY seakan ngasih sinyal untuk mendukung pemerintahan Jokowi, namun Ferdinand merasa yakin aksi walkout-nya itu enggak akan dapat teguran dari pimpinan partainya. Ia mengaku itu adalah aksi pribadi, bahkan saat keluar ruangan itu, Ferdinand mengaku enggak ditemani oleh kader Partai Demokrat yang lainnya.

“Ini kan sikap pribadi. Di dalam Demokrat, demokrasi berkembang dan berjalan baik. Tidak ada pemaksaan kehendak dari ketum kepada kadernya. Semua berhak ungkapkan pendapat," ungkap Ferdinand.

Related Article