post

Current Affairs

Dua Ratus Napi Bugil Kabur dari Penjara di Uganda

Raka Ibrahim, 18 September 2020

Sebuah insiden fenomenal mengguncang sebuah dusun sepi di Uganda, negara di kawasan Afrika Tengah. Kemarin, lebih dari dua ratus narapidana kabur ramai-ramai dari penjara. Yang mengherankan, mereka lolos dari hotel prodeo dalam keadaan bugil berjamaah.

Menurut juru bicara militer setempat, para narapidana itu tadinya ditahan di Singila, sebuah penjara reyot di distrik Moroto, sebuah provinsi di Utara Uganda. Hampir semuanya adalah berandalan menahun yang langganan keluar-masuk bui karena kasus pembunuhan hingga kasus pencurian hewan ternak. Penjara itu sendiri dibangun di kaki gunung Moroto, tak jauh dari sebuah kota kecil yang tak banyak berseliweran manusia.

Pada siang hari yang terik Rabu (16/9) kemarin, mereka melaksanakan upaya kabur yang penuh marabahaya. Seperti dilansir The Guardian, 219 narapidana menjebol keluar penjara sebelum lari tunggang langgang ke barak militer, yang bertempat tak jauh dari sana. Macam pahlawan Wakaliwood, mereka mencuri senjata dari gudang amunisi sebelum terlibat dalam baku tembak dengan aparat yang terjun ke lapangan.

Setidaknya tiga orang--seorang tentara dan dua orang narapidana kabur--meninggal dalam bentrok tersebut. Namun, para napi menolak kalah. Para narapidana justru disetrum ilham dari langit: mereka memutuskan untuk menanggalkan baju napi warna kuning yang mereka kenakan, sebelum lari terbirit-birit dalam keadaan bugil menuju pegunungan Moroto.

Bayangkan adegan jelita tersebut: anda tentara Uganda, yang terpanggil masuk angkatan bersenjata karena hendak melindungi bangsa dari ancaman eksternal maupun internal. Anda hendak menghadang narapidana berbahaya yang telah mengambil alih sebuah gudang amunisi. Dan setelah baku tembak yang bikin tiga orang meregang nyawa, anda melihat ratusan napi tersebut lari dengan pelir berkibar ditiup angin--kami bayangkan, sambil menyanyikan “I Want To Break Free” kencang-kencang.

Hebatnya, para narapidana berhasil. Entah apa yang merasuki para aparat Uganda sehingga mereka cuma bisa bengong, dan napi-napi bugil itu sukses kabur tanpa masalah ke pegunungan. Kini, kepolisian dan militer Uganda mesti bahu membahu untuk memburu mereka semua.

Semakin apes lagi, mereka mesti beroperasi di wilayah yang tak bersahabat. Moroto dikenal sebagai kota yang gurem bahkan untuk standar Uganda. Bahkan di Moroto, satu-satunya sumber air bersih adalah hasil sulingan air mata tentara anak-anak. Kami cuma bercanda, tapi kamu paham maksudnya: ini bukan daerah yang mudah diakses oleh veteran Mapala sekalipun.

Menurut ZBC News, media dari negara tetangga Zimbabwe, pemerintah Uganda sebetulnya sudah berusaha mengembangkan wilayah tersebut. Pada 2000-an, pemerintah mencanangkan program “gencatan senjata” yang mengurangi angka kepemilikan senjata api di kalangan rakyat sipil. Namun, daerah tersebut tetap dikenal sebagai sentra pencurian hewan ternak dan kekerasan antar warga.

Komjen Dinas Penjara Uganda, Johnson Byabashaija, meminta warga Moroto untuk tidak panik. “Pasukan dari Angkatan Bersenjata Uganda telah turun ke lapangan untuk mengejar para narapidana kabur dari penjara Singila,” tuturnya. “Kami akan menangkap mereka dan mengembalikan senjata yang mereka curi dari barak.”

Dua ratus narapidana bugil kabur dari penjara di kaki pegunungan Uganda. Kabar-kabar cemerlang seperti inilah yang kian meyakinkan kami bahwa hidup itu indah, dan hanya itu yang kita punya.