Dita Karang Jadi Anggota Girl Group "Secret Number," Pentingkah Asal-usul dalam Industri K-Pop?

Penggemar K-Pop di dalam negeri beramai-ramai membicarakan Dita Karang, perempuan Indonesia yang tergabung dalam girl group Secret Number. Kelompok besutan Vine Entertainment ini beranggotakan Jinny, Soodam, Denise dan dua anggota dari luar Korea Selatan: Dita asal Indonesia dan Lea asal Jepang.

Menurut akun resmi Secret Number, mereka akan debut pada 19 Mei mendatang.

Terlepas dari keberadaan seorang WNI sebagai anggotanya, girl group ini dinantikan oleh para penggemar K-Pop tanah air. Dita akan bersanding dengan Jinny Park dan Denise Kim, mantan trainee YG Entertainment, agensi prestisius yang menaungi Lisa Blackpink.

Dita adalah lulusan AMDA College and Conservatory of Performing Arts di New York, Amerika Serikat. Ia mengambil jurusan Dance Theatre dan lulus pada 2017. Perempuan berdarah Yogyakarta dan Bali tersebut juga pernah berlatih di 1Million Dance Studio, Korea Selatan, dan kerap muncul di kanal YouTube resmi studio tersebut.

Ketua Creative Company Friday Noraebang Faris Noorsanto memandang positif hal ini. Selain sudah lama memimpikan industri K-Pop diisi oleh orang-orang dengan latar belakang yang beragam, Faris berharap kehadiran Dita memotivasi banyak penggemar Indonesia untuk menyusul keberhasilan perempuan kelahiran tahun 1996 tersebut.

“K-Pop sendiri nantinya bisa lebih dianggap sebagai genre musik sama kayak yang lain, di mana nggak mesti orang Korea doang yang main di dalamnya,” ujarnya.

Menurut Faris, sebenarnya banyak penggemar K-Pop Indonesia yang memiliki bakat menari dan bernyanyi setara dengan para idolanya. Hanya, tak ada akses menuju keberhasilan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya video sing cover serta dance cover berkualitas yang tersebar di media sosial.

Di sisi lain, penulis novel dan komik Keinesasih yang juga penggemar K-Pop memandang kehadiran Dita di Secret Number secara realistis. Ia berharap karier Dita bisa lebih sukses dibanding idola-idola K-Pop asal Indonesia sebelumnya, misalnya Loudi dari grup 14U yang mengakhiri kariernya tanpa sempat menciptakan kesan mendalam.

“Aku berharap dia sukses karena jadi trainee K-Pop dan menjalani latihannya itu nggak gampang, jadi dia pasti udah kerja keras banget sampai bisa debut,” kata perempuan yang kerap disapa Ines tersebut.

Ines berkata nasib Dita tidak bisa diprediksi sebab ada banyak sekali faktor penentu kesuksesan seorang idola dalam industri K-Pop. Vine Entertainment sendiri terhitung masih baru.

“Grup atau artis K-Pop bisa digaransi terkenal (at least di kalangan fans K-Pop idols) kalo agensinya gede/terkenal juga; misalnya SM, YG, JYP, BigHit, Starship, Pledis. Bahkan itu pun bukan jaminan sukses, karena nyatanya ada juga grup kayak Pristin dari Pledis yang terkenal, talented dan good looking, fansnya banyak, dan menang award; tapi bubar setelah ngeluarin 2 EP (mini album),” ujarnya.

Sebagai warga non-Korea Selatan yang meniti karier di industri K-Pop, sebagian penggemar membandingkan Dita dengan Lisa dari grup Blackpink. Bagi Ines, latar belakang tidak sepatutnya menjadi hal terpenting ketika membicarakan seorang figur idol. Lisa dari Blackpink sangat sukses bukan karena ia berasal dari Thailand, melainkan karena bakatnya yang luar biasa.

“Tanpa mengecilkan Dita, aku rasa membandingkan dia--yang debut aja belum--dengan seorang Lalisa Manoban hanya akan memberi tekanan ekstra yang tak perlu,” tambahnya

Seperti diketahui umum, industri K-Pop kerap dibayangi perundungan. Beberapa kasus bahkan berujung pada bunuh diri artis-artis K-Pop terkenal seperti Kim Jong Hyun dari SHINee, Sulli dari f(x), serta Goo Hara dari KARA. Yang teranyar, Lisa menerima ancaman pembunuhan. Ini menimbulkan kekhawatiran terhadap perjalanan Dita.

“Mungkin kebanyakan warga sana merasakan K-Pop ini eksklusif untuk orang Korea. Padahal kan enggak juga menurut gue,” kata Faris.

Adapun menurut Ines, perundungan bisa terjadi untuk alasan apa pun dan menjadi bagian dari karier di industri K-Pop, bahkan untuk hal-hal remeh seperti jerawat atau kulit sedikit gelap.

“Aku cuma berharap dia akan punya support system (keluarga, teman, dan fans) yang bisa dia andalkan untuk itu,” kata Ines.

 

Related Article