Disindir Sandiaga, Terobosan Ridwan Kamil Jadi Jawaban

Perbedaan argumen tentang keterlibatan kepala daerah yang terlibat dalam dukungan calon presiden Pilpres 2019 terus berlanjut. Seperti yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah ucapan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno yang menyindir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Memang setelah dilantik jadi gubernur, mantan Wali Kota Bandung itu secara terang-terang memberikan dukungan terbuka kepada bakal calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi). Mendengar kabar itu, Sandiaga meminta kepala daerah untuk fokus ke tugasnya masing-masing.

"Gubernur-gubernur ini terpilih atas dasar pilkada yang panjang dan melelahkan. Tugas mereka sebenarnya bagaimana melayani masyarakat dan berfokus di wilayah masing-masing. Jangan ditarik-tarik ke wilayah pilpres," ucap Sandiaga kepada wartawan di Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa, 11 September 2018.

Sebenarnya dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2018, keterlibatan Kepala Daerah atau Gubernur yang ingin menjadi anggota tim sukses calon presiden tidak dipermasalahkan. Namun yang melanggar adalah, ketika kepala daerah atau menteri diberikan mandat jadi ketua tim sukses.

Baca juga: Sandiaga Ingatkan Gubernur yang Dukung Jokowi di Pilpres, Bagaimana Aturan Sebenarnya?

Lalu, jika ada yang menyindir agar Ridwan Kamil harus fokus menjalankan tugas sebagai pengabdi masyarakat, kira-kira apa aja nih terobosan yang udah dia lakukan untuk membangun Jawa Barat ke arah yang lebih baik?

Program 'Quick Respons'

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil memiliki program baru bernama Jabar Quick Respons yang akan segera ia luncurkan dalam waktu singkat, atau tepatnya pada pekan depan. Pria kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971 itu mengatakan, Jabar Quick Respons menjadi jawaban atas masalah kemanusiaan yang sering ditemui di media sosial.

Cara kerjanya, secara singkat nantinya tim cepat tanggap bakal terjun langsung untuk mengatasi aduan pelapor yang disampaikan melalui saluran media sosial. Tim cepat tanggap nantinya jugalah yang akan merespons masalah kemanusiaan, kesehatan kesehatan di rumah sakit yang tak tertangani, kurang biaya, rumah runtuh, kecelakan, dan lainnya.

"Dan, yang akan coba kita rilis hari Jumat atau Senin adalah tim cepat tanggap terhadap masalah kemanusiaan yang jumlahnya banyak sekali masuk ke saya secara pribadi. Jadi ini harus disistematisasikan," ujar Kang Emil, Rabu, 12 September 2018 kemarin.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Inovasi 'Road Barrier'

Untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan besar yang banyak melewati jurang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan menggunakan road barrier, sebuah teknologi baru pagar pembatas jurang bersilinder putar. Pagar ini memiliki tabung silinder yang bisa berputar. ia mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi sehingga mobil menjadi melipir kesamping ketimbang terus ke depan.

Inovasi dari Korea Selatan itu digunakan Pemprov Jabar untuk menanggapi tragedi di jalur Cikidang-Pelabuhan Ratu yang memang memprihatinkan banyak pihak. Dengan adanya road barrier, tentu harapan besarnya yaitu bisa mampu mengantisipasi kecelakaan yang menimbulkan banyak korban jiwa maupun luka.

Road barrier dengan teknologi silinder putar ini secepatnya kita terapkan. Semoga jalanan Jawa Barat lebih aman. Tapi tetep jangan ngebut, lengkapi keamanan mobil, pake seatbelt, dll.. Ingat keluarga anda setiap hari menunggu anda pulang dengan selamat di rumah. Aamiin,” tulis Kang Emil dalam keterangan foto di Instagramnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Pengembangan Pariwisata Jabar

Pengembangan daerah pariwisata juga termasuk dalam rencana ayah dari dua anak itu. Kang Emil menginginkan Jabar memiliki wisata baru, dan tak terfokus pada satu daerah saja. Berbagai cara ia lakukan, seperti membangun jalan di pedesaan yang ia khususkan di daerah Bogor, Bekasi, dan Tasikmalaya, serta mereaktivasi sejumlah jalur kereta di Jabar.

Pemprov Jabar sendiri telah membahasa rencana itu dalam pertemuan bersama jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), pada Rabu, 12 September 2018 kemarin. Dalam pertemuan itu, ada empat jalur yang rencananya akan diaktifkan kembali. Yakni, jalur Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

"Kemarin saya menerima kunjungan dari direksi PT KAI kami sudah bersepakat akan menjadikan Jabar sebagai provinsi yang transportasi kereta apinya maksimal," ujar Emil di Gedung Sabuga, Bandung, Kamis, 13 September 2018.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

 

Related Article