Dijenguk Prabowo, Ahmad Dhani Telah Pro Gerindra Sejak Pilpres 2014

Calon Presiden (capres) Prabowo Subianto menjenguk Ahmad Dhani di Lapas Kelas I Surabaya, Jalan Medaeng Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa, 19 Februari 2019 kemarin. Karena itu, ia menjadi sorotan pemberitaan. Prabowo sendiri sengaja datang menemui Ahmad Dhani untuk memberikan dukungan dan semangat kepada pemimpin grup band Dewa 19 yang sedang menjalani proses hukum. Dhani memang telah divonis 1,5 tahun penjara di PN Jaksel dalam kasus cuitan ujaran kebencian dan saat ini menjalani sidang terkait ucapan 'idiot' di PN Surabaya.

Namun bagi Prabowo, hukuman yang sedang menimpa pemimpin grup band Dewa 19 itu merupakan bentuk dendam politik. "Ketidakbenaran hukum ini menurut saya ini akan dicatat oleh sejarah, ini menurut saya abuse of power. Ini adalah mungkin dendam politik atau intimidasi politik," kata Prabowo kepada para awak media di Lapas Kelas I Surabaya, Jalan Medaeng Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 19 Februari 2019.

Baca Juga: Buni Yani, Ahmad Dhani, dan Mereka yang Terlilir Kasus UU ITE

Pandangan tersebut tak hanya sekedar klaim semata oleh Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan telah berkonsultasi dengan ahli hukum untuk membantu menyelesaikan kasus yang menimpa Ahmad Dhani. Namun, bagi Prabowo, hal yang terpenting adalah kejadian tersebut akan dicatat dalam sejarah.

"Jadi saya sudah bicara dengan ahli hukum, kita sedang berjuang untuk menjalankan proses hukum, tapi yang penting ini di rekam oleh sejarah dan sejarah tidak setahun atau dua tahun tapi sejarah itu ratusan tahun dan akan tetap tercatat," ujar Prabowo yang mengenakan seragam safari cokelat dan datang bersama dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sugiono serta Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Soepriyatno.

Ahmad Dhani, Gerindra, dan Prabowo

Ahmad Dhani sendiri sebenarnya saat ini telah didaftarkan sebai calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Gerindra. Hal pertama yang ia lakukan demi mendapatkan suara di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 adalah mengganti struktur namanya. Ia yang lebih dikenal dengan nama Ahmad Dhani sebenarnya memiliki nama asli Dhani Ahmad Prasetyo.

Oleh sebab itu, ia sengaja mengubah namanya agar lebih familiar menjadi Ahmad Dhani Prasetyo ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Kamis, 26 Juli 2018 lalu. Pada persidangan tersebut, Dhani mendatangkan dua saksi, yakni Memet Indrawan dengan Mira. Ia sendiri mengaku, pergantian itu dimaksudkan demi maju di Pileg nanti.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Ahmad Dhani: Bahayanya Pasal Karet UU ITE Jika Tak Dihapus

"Ya (maju sebagai caleg). Bisa juga seperti itu supaya pemilih lebih jelas ini yang Ahmad Dhani. Saya di Jawa Timur 1, Partai Gerindra," kata Ahmad Dhani.

Sementara itu Mulan Jameela, istri Ahmad Dhani juga tak ketinggalan. Ia pun turut meramaikan kontestasi politik sebagai caleg Partai Gerindra dari Dapil XI Jawa Barat, yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya. Sama seperti suamninya, Mulan juga rupanya ikut mengganti nama asli, dari Raden Wulansari menjadi Mulan Jameela. Ahmad Dhani sendiri telah mengungkapkan motivasi, mengapa ia dan istrinya ikut dalam Pileg 2019.

"Kami suami istri berjuang untuk Pak Prabowo. Jadi, alasan mencaleg itu berjuang untuk Pak Prabowo," ungkapnya.

Kedekatan Ahmad Dhani dan Prabowo

Prabowo yang menjenguk Ahmad Dhani di lapas adalah salah satu bukti memang ada kedekatan di antara mereka. Hal itu pulalah yang menjadi alasan Dani untuk masuk sebagai kader Partai Gerindra. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Nizar Zahro bahkan mengungkapkan, bahwa sebelum masuk partai, Dhani kerap diundang dalam sejumlah agenda formal Gerindra yang dihadiri Prabowo.

"Beliau (Dhani) sudah dekat dengan ketua dewan pembina dan ketua umum. Mungkin sudah ada kecocokan dan ingin masuk parpol ya kami kasih kartu anggota," ujar Nizar pada Rabu, 17 Oktober 2017 silam.

Baca Juga: Jadi Korban UU ITE, Ahmad Dhani Bantah Menyebarkan Ujaran Kebencian

Nizar menyebut Dhani memiliki niat bergabung dengan Gerindra sejak lama. Hal itu ditandai dengan sikap Dhani mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uni dalam Pilkada DKI Jakarta lalu. Selain itu, pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972 itu juga telah menegaskan akan mendukung Prabowo jika mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden 2019.

"Kita tahu Mas Dhani dari mendukung Anies-Sandi. Dan beliau sudah menyatakan membantu menjadikan Prabowo sebagai presiden tahun 2019," ujarnya.

Ahmad Dhani resmi menjadi kader Gerindra pada Rabu, 18 Oktober 2017. Kabar itu diumumkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di akun Twitter pribadinya, @fadlizon. "@AHMADDHANIPRAST (akun Twitter Ahmad Dhani) resmi menerima kartu sebagai anggota Gerindra. Selamat," tulis Fadli Zon.

Pada Pemilihan Presiden 2014 sebenarnya, Dhani memang telah mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Dia juga sempat maju pada pemilihan bupati Bekasi 2017 lalu. Posisinya sebagai calon wakil bupati, dengan dukungan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Pengorbanan Ahmad Dhani untuk Prabowo

Selain mengganti nama demi ikut Pileg 2019, Ahmad Dhani juga rela menjual salah satu rumah miliknya. Uang yang diperoleh dari hasil menjual rumah pun dikaui Ahmad Dhani untuk membantu kampanye Prabowo. Rumah yang berada di Pondok Pinang, Jakarta Selatan itu sudah dipatok harga belasan miliar Rupiah.

"Pasti miliaran lah, diatas 10M lah," kata Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 6 Agustus 2018 lalu.

Menurut Ahmad Dhani, usai rumah tersebut terjual, ia dan keluarganya akan pindah dan tinggal di kediamannya yang lainnya. Ia mengaku memiliki banyak rumah, begitu juga dengan istrinya Mulan Jameela yang punya dua rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Hanya dalam kurun waktu seminggu, Ahmad Dhani menuturkan bahwa rumahnya sudah laku terjual. Bahkan harga rumah tersebut laku lebih tinggi dibanding harga awal, yakni terjual seharga Rp12 miliar. Ia menegaskan bahwa uang hasil penjualan rumah itu bukan untuk biaya dirinya mejadi caleg, melainkan untuk dana kampanye Prabowo.

"Ya kami (Dhani dan Mulan) siap jual rumahlah untuk Pak Prabowo. Bukan untuk saya nyaleg, tapi biaya kampanye Pak Prabowo Subianto," ungkapnya.

Related Article