post

Current Affairs

Daging Salmon jadi Sumber Penularan COVID-19?

Permata Adinda, 10 September 2020

Virus Corona dapat bertahan lebih dari seminggu di permukaan daging salmon, menurut hasil penelitian yang belum di-peer review di Cina. Hasil penelitian ini juga semakin memperkuat dugaan bahwa penularan COVID-19 secara internasional atau international transmission telah disebabkan oleh virus-virus yang menempel di makanan.

Virus diketahui tetap dapat menular selama 8 hari ketika salmon berada di suhu 4 derajat Celcius. Jika disimpan di suhu 25 derajat Celcius, virus dapat bertahan selama dua hari. Sementara itu, salmon sendiri dikatakan biasanya disimpan dalam suhu 4 derajat Celcius ketika dalam perjalanan, di pasar, ataupun di restoran—sehingga virus pun bertahan hidup enam hari lebih lama.

“Dalam kondisi tersebut, ikan yang telah terkontaminasi virus di suatu negara dapat dengan mudah ditransportasikan ke negara lain dalam seminggu, menjadikannya salah satu penyebab terjadinya penularan internasional,” jelas peneliti dari South China Agricultural University and Guangdong Academy of Agricultural Sciences dalam paper-nya di biorxiv.org.

Penelitian dilakukan dengan menambahkan larutan berisi partikel virus ke daging salmon yang telah dipotong kecil-kecil. Potongan-potongan daging ini kemudian disimpan dalam kondisi temperatur yang berbeda-beda. Setiap harinya, setiap sampel diuji untuk mengetahui apakah virus yang berada di daging salmon dapat menginfeksi sel nomal.

Sebelumnya, Cina mendeteksi virus Corona di makanan-makanan beku yang dikirimkan dari sejumlah negara. Udang beku yang datang dari Ekuador dikonfirmasi mengandung virus. Begitu pula ayam beku dari Brazil—negara dengan kasus COVID-19 tertinggi ketiga setelah Amerika Serikat dan India.

Selain itu, virus juga pernah dideteksi di talenan tempat memotong salmon, membuat otoritas Cina menunda impor salmon pada pertengahanan Juni. Belakangan, diketahui bahwa sumber virus bukan berasal dari salmon itu sendiri.

Muncul kembalinya kasus COVID-19 di Selandia Baru setelah lebih dari 100 hari tanpa kasus juga terindikasi disebabkan oleh virus yang menempel di kargo—mengingat orang tersebut tak pernah pergi ke luar negeri dan ia bekerja di unit penyimpanan dingin.

Selain penelitian dari Cina, sejumlah peneliti lain juga menguji berapa lama virus Corona dapat bertahan di hewan-hewan lain. Hasil penelitian dari Amerika Serikat menemukan bahwa virus yang ada di daging babi dapat menular hingga dua minggu ketika disimpan dalam suhu 4 derajat Celcius, dan bertahan hingga empat hari ketika disimpan di suhu ruangan. Hasil kedua penelitian ini pun mengkonfirmasi indikasi yang muncul sebelumnya—bahwa virus Corona dapat lebih mudah bertahan di suhu dingin.

“Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuat protokol pemeriksaan dan pendeteksian virus Corona lebih ketat dalam hal ekspor dan impor ikan sebelum izin penjualan diberikan,” ujar peneliti.