COVID-19: Jadi Menikah, Nggak, Ya?

Pandemi COVID-19 seketika mengubah dunia. Apa boleh buat. Hingga Kamis (19/03/20) sore, di Indonesia saja jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 309 orang dengan rincian 15 orang sembuh dan 25 orang meninggal dunia. Laju kematiannya mencapai 8,09 persen. Maka, social distancing jadi makin genting.

Berbagai perhelatan harus ditunda untuk mencegah penyebaran virus SARS-Cov-2, termasuk resepsi pernikahan. Aktris Emma Stone dan kekasihnya, penulis acara sketsa komedi Saturday Night Live Dave McCary, misalnya, berlapang dada menunda pernikahan yang harusnya berlangsung pekan ini.

Lebih dekat dari rumah, kami berbincang dengan Winda, yang sedianya menikah pada lusa, Minggu (22/03), di Sidoarjo, Jawa Timur. “Sudah pasti kami stres, sedih, dan enggak kebayang akan terjadi begini dengan rencana pernikahan ini,” katanya.

Di provinsi Winda, per Kamis (19/03), ada tambahan satu kasus positif COVID-19. Dengan demikian jumlah kasus positif COVID-19 di provinsi tersebut mencapai sembilan orang, dengan satu di antaranya meninggal dunia. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga sudah menerapkan berbagai kebijakan publik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Misalnya seperti meliburkan sekolah, melakukan tracking pada pasien yang dinyatakan positif, memperbanyak fasilitas cuci tangan, hingga meniadakan kegiatan keramaian di lingkungan pemerintahan.

“Semua proses yang sudah dipersiapkan berubah total karena wabah ini. Karena kita berhubungan dengan wedding organizer (WO) dan biaya pun sudah lunas. Pihak WO tidak bisa refund uang kami karena sudah dekat hari H,” kata Winda.

Menurut Winda, pihak WO hanya bisa memberikan solusi agar resepsinya diundur. Setelah berembuk dengan keluarga, ia dan pasangan memutuskan untuk menggelar akad di rumah dengan keluarga inti saja. Resepsi diundur sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

“Saat akad di rumah nanti, kami juga akan menyediakan hand sanitizer dan mengatur untuk tidak berjabat tangan. Ada komitmen untuk menjaga diri satu sama lain, demi kebaikan bersama.”

Kewaspadaan juga sudah sampai ke Kalimantan. Welfrick Ambarita, yang memutuskan untuk tak menunda pernikahannya akhir bulan kelak, mengaku khawatir. Sesuai undangan yang sudah tersebar, ia dan pasangan akan menggelar pemberkatan dan pesta adat pada Sabtu (28/03) dan resepsi pada Minggu (29/03) .

“Kami melangsungkan pernikahan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Untuk progres pernikahan, kami sudah mengurus administrasi sesuai permintaan kantor. Seperti saya di kepolisian, dan pasangan saya di Pengadilan Negeri,” kata Welfrick saat bercerita kepada Asumsi.co, Kamis (19/03).

Menurut Welfrick, sejauh ini tak ada perubahan dalam agenda persiapan pernikahannya. Apalagi ia dan pasangan sudah sama-sama mengajukan cuti sesuai rencana awal. Lalu, bagaimana dengan himbauan pemerintah untuk social distancing

“Terus terang kami dan keluarga tentunya cemas atas merebaknya virus corona. Tapi kami yakin dan percaya sebagai umat beragama, semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kami sudah berupaya merencanakan, menjalani proses demi proses, sisanya kami serahkan sama yang di atas,” ucapnya. 

Keputusan Welfrick untuk tetap melangsungkan pernikahan dalam kewaspadaan tak bisa disalahkan. Juga langkah Winda tentu saja sudah tepat di tengah kondisi sulit saat ini. Winda tak menunda pernikahan, tapi hanya menunda resepsi. Ia tak menunda akad, hanya mempersempit ruang gerak COVID-19.

Related Article