Cerita-cerita Heboh di Media Sosial Indonesia Pekan Ini

Hai guys, kalian pasti lagi pada mager nih gara-gara hujan setiap hari melanda Ibu Kota Jakarta! Nah, dari pada kalian gak ngapa-ngapain dan bengong doang, mending baca-baca isu seru yang heboh dalam sepekan terakhir. Ada isu apa aja ya yang rame?

Nah, bagi kalian yang setiap harinya gak sempet mantau media sosial karena sibuk kerja, tim Asumsi.co bakal merangkum berbagai kehebohan yang terjadi di media sosial khususnya di lingkaran orang-orang Indonesia dalam sepekan ini dimulai dari isu politik, hukum, twitwar, dan sebagainya.

Apa aja sih yang heboh-heboh di jagat media sosial Indonesia dalam seminggu ini, terutama sejak 03-10 Februari ini? Nih simak ya guys.

Fadli Zon Nyindir Menteri Susi Pudjiastuti di Twitter

Lagi-lagi Fadli Zon menyentil pemerintah. Fadli menyindir kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti lewat akun Twitter pribadinya @fadlizon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengkritik soal kebijakan penenggelaman kapal asing di bawah Menteri Susi.

"Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan," kicau Fadli Zon, Rabu 07 Februari.

"Padahal, pada saat bersamaan, nelayan kita masih menjadi kelompok termiskin, bahkan sempat menjadi kelompok yang rentan terkena kriminalisasi gara-gara persoalan alat tangkap," sambungnya.

Tak tinggal diam, Menteri Susi pun langsung merespon dengan cepat pernyataan Fadli tersebut. Menteri Susi menyindir balik dengan menanyakan prestasi yang sudah dicapai politisi kelahiran Jakarta pada 1 Juni 1971 silam itu. Apa kata Susi?

"Ukuran keberhasilan yang telah anda lakukan apa Pak Fadli YTH? Mohon pencerahan," kicau Menteri Susi lewat akun Twitter resminya @susipudjiastuti.

Fadli pun membalas komentar Menteri Susi tersebut. Fadli menyebut sudah menulis tiga buah buku berjudul ‘Berpihak Pada Rakyat’. Bahkan politisi berusia 46 tahun itu pun  mempersilahkan Menteri Susi untuk datang pada peluncuran bukunya pada Kamis 08 Februari kemarin.

"Bu Susi Pudjiastuti silakan datang dan kritik saya. Acaranya besok di Press Room DPR jam 13.00," kata Fadli, dinukil dari Kompas.com, Rabu 7 Februari.

Fadli Zon Mention Presiden Jokowi di Twitter

Gak cuma Menteri Susi aja nih guys yang disentil Bang Fadli Zon. Ternyata Presiden Jokowi juga jadi sasaran kritik Fadli Zon. Politisi berkacamata itu melontarkan sindiran kepada Presiden Jokowi terkait rangkap jabatan lewat Twitter. 

Tak tanggung-tanggung, sindiran itu dilancarkan Fadli lewat akun Twitter resminya @fadlizon dengan me-mention langsung akun Twitter Presiden Jokowi, @jokowi. Dalam cuitannya pada Jumat 09 Februari itu, Fadli mengunggah potongan pernyataan Jokowi yang bicara soal rangkap jabatan.

"Tidak boleh ngerangkep-ngerangkep jabatan. Kerja di satu tempat saja belum tentu bener, kok," kata Jokowi dalam penggalan video itu.

Dalam keterangannya, Fadli menuliskan bahwa kata-kata Jokowi yang merupakan Presiden RI itu tak lagi bisa dipegang. "Kata Pak @Jokowi soal rangkap jabatan. Jadi kata-kata semakin tak bisa dipegang," kicau Fadli.

Memang soal rangkap jabatan sendiri, Presiden Jokowi membiarkan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto tetap menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Lalu, ada juga Menteri Sosial, Idrus Marham yang menjabat sebagai Korbid Kelembagaan Golkar. 

Viral Surat Cinta Dokter di Pedalaman Papua untuk Zaadit Taqwa Ketua BEM UI

Nah, kalo ini soal viralnya sebuah surat dari seorang dokter di pedalaman Papua yang ditujukan kepada Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa yang memberi kartu kuning untuk Presiden Joko Widodo beberapa waktu terakhir. Isi suratnya panjang dan menohok.

Penasaran sama isi surat dan respon netizen? Mending kalian klik linknya di sini ya guys.

Geger Sekte Swissindo Cirebon 

Jagat maya dihebohkan dengan munculnya sekte yang menklaim bisa membayar hutang umat se-dunia. Sekte itu bernama Swissindo yakni Sekte UN World Trust International Orbit (UN Swissindo) di Cirebon.

Katanya sekte itu mempunyai misi membebaskan utang umat manusia. Pemimpin sekaligus pendirinya, Soegihartonotonegoro alias Sino alias M1 mengklaim pewaris sah kekayaan emas dan platinum seberat 78 juta ton, tersimpan di beberapa Bank Swiss oleh mandat Presiden Soekarno.

"@yuharnanto: Wah gila ini ada sekte pelunas utang. Namanya swissindo. Ngaku bisa ngelunasin utang semua orang. Dan gilanya ternyata punya jaringan sampe Amerika."

"@ndorokakung: Sekte bernama Swissindo (padahal markasnya di Cirebon) ini mengaku bisa menghilangkan utang. Caranya? Nah, itu dia yang bikin menarik ... :))."

Twitwor Sengit Buni Yani vs Akun Partai Socmed 

Buni Yani kembali bikin heboh di Twitter. Buni terlibat twitwar dengan akun yang biasa membahas isu-isu politik hukum @PartaiSocmed. Menariknya, twitwar tersebut justru berujung tantangan untuk duel.

"@BuniYani: Masihkah ada yang percaya pada @PartaiSocmed penyebar hoax? Menggunakan nama anonim agar leluasa bisa mengintimidasi org yg dianggap lawan."

"@PartaiSocmed: Masih dan banyak. Sebab meskipun kami akun anonim konten kami jauh lebih bertanggungjawab dibanding akun real tapi provokator sepertimu. Fakta keputusan pengadilan kamu sudah dinyatakan bersalah."

"@PartaiSocmed: Dan harusnya kamu @BuniYani malu terhadap kami. Anonim saja kontennya bisa dipertanggung-jawabkan, sedangkan kamu akun real yg kontennya penuh fitnah dan kebencian. Jualan agama pula."

"@PartaiSocmed: Sekarang kamu @BuniYani silakan cek jejak digital kami. Mana konten kami yg hoax seperti tuduhanmu? Lalu bandingkanlah dengan jejak digitalmu sendiri."

"@BuniYani: Semua org tahu muka saya, mengenal siapa saya, buku dan artikel akademik yang sudah saya tulis. Siapa Anda @PartaiSocmed? Berlindung di balik anonim agar bisa menyebarkan hoax dan fitnah? Hare gene di alam demokrasi msh takut bersuara? Hanya org dg niat jahat yg takut dikenal."

Untuk twitwar selengkapnya kalian bisa buka langsung ya guys akun Twitter keduanya baik Buni Yani atau Partai Socmed.

Related Article