Kahiyang Melahirkan di 8 Bulan Usia Pernikahan, Begini Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir yang Benar

Kabar menggembirakan datang dari putri semata wayang Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu yang baru melahirkan pada Rabu, 1 Agustus 2018. Cucu kedua Presiden Jokowi yang lahir melalui proses caesar di Rumah Sakit YPK, Menteng, Jakarta Pusat ini diinfokan berjenis kelamin perempuan.

"Alhamdulillah, pukul 05.50 WIB tadi telah lahir anak Bobby dan Kahiyang," ujar Presiden Jokowi saat jumpa pers di rumah sakit seusai menemani proses kelahiran Kahiyang.

Sekedar mengingat, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Nasution itu sudah menikah pada 8 November 2017. Kalau dihitung dari hari pernikahanya itu, waktu kelahiran puteri Kahiyang memang baru masuk bulan kedelapan usia pernikahan.

Hal itu sempat menjadi pertanyaan salah satu warganet yang akhirnya menjadi ramai diperbincangkan hingga saat ini.

Enggak tanggung-tanggung, akun Twitter Chilli Pari Catering (@Chilli_Pari) milik Gibran Rakabuming, putra pertama Presiden Jokowi, pun ikut menanggapi cuitan Mustofa Nahrawardaya II yang mempertanyakan usia kehamilan Kahiyang.

Padahal, cara menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) enggak bisa dihitung cuman dari tanggal pernikahan, namun berpatokan pada Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Bagaimana Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)?

Jadi, usia kehamilan sebenarnya adalah rentang waktu usia janin dimulai dari awal pembuahan hingga bayi dilahirkan. Secara sederhana, usia kehamilan bisa diperkirakan dengan cara mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT). Sehingga, bisa diasumsikan bahwa pembuahan terjadi pada hari ke 14 dari siklus menstruasi.

Metode perhitungan HPL berdasarkan dari siklus menstruasi itu dikenal dengan rumus Naegele, yang kemudian disempurnakan dengan rumus Parikhs, dengan perhitungan sebagai berikut:

HPL = HPHT + 9 bulan + (lama siklus haid - 21 hari)

Yap, rumus itu memang cuman bisa digunakan untuk perempuan yang mempunyai siklus menstruasi secara teratur. Sedangkan, enggak semua perempuan punya siklus yang tetap. Sehingga, ada cara lain untuk menghitung usia kehamilan, yaitu dengan pemeriksaan USG.

Pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter kandungan yang memang sudah ahli dalam bidang ini. Perkiraan usia kehamilan bisa diprediksi sekitar 5 sampai 6 minggu setelah periode terakhir menstruasi, atau pada saat usia janin saat masuk usia 8 minggu hingga 18 minggu.

Apakah belum 9 bulan bayi dikatakan prematur?

Bayi prematur adalah bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu atau disebut tidak cukup bulan. Nah, jika seandainya kita hitung pembuahan mulai pada bulan November, itu berarti pada tanggal 1 Agutus kehamilan sudah masuk minggu ke-37.

Berdasarkan kalkulator HPL yang disediakan dalam situs Panduanibu.com, pada minggu ke 37 ini sang bayi udah termasuk cukup bulan, bahkan sang cabang bayi juga udah mengubah posisi kepalanya menghadap ke arah jalan lahir alias turun ke panggul.

Dari gambaran itu, bisa kita simpulkan bahwa usia kelahiran bayi Kahiyang tidak termasuk usia prematur. Sekedar informasi nih, ada tiga kategori bayi prematur. Pertama adalah moderate to late preterm yaitu kelahiran bayi di usia 32 minggu sampai kurang dari usia 37 minggu.

Kedua, very preterm yakni bayi prematur yang lahir di usia 28 minggu sampai kurang dari 32 minggu usia kelahiran bayinya. Sedangkan, kurang dari 28 minggu itu disebut extremely preterm.

Related Article