Capai Status Decacorn, Jokowi Beri Ucapan Selamat pada Gojek

Berdasarkan laporan CBInsights, Gojek dinyatakan telah memiliki valuasi US$10 miliar. Itu artinya, Gojek sudah berhasil menyandang status decacorn, satu langkah lebih jauh dari gelar unicorn yang didapatnya ketika memiliki valuasi sebesar US$1 miliar. Hal ini berarti Gojek menyusul pesaingnya di Indonesia, Grab, yang sudah lebih dahulu menyandang gelar decacorn beberapa waktu yang lalu.

Pencapaian Hebat, Diucapkan Selamat oleh Jokowi

Keberhasilan ini ternyata tak luput dari pengamatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam sebuah acara bertajuk Mitra Juara Gojek 2019 di Ancol, Jakarta Utara, Presiden Jokowi mengucapkan selamatnya.

“Saya ingin ucapkan selamat terlebih dahulu kepada Gojek yang menurut CBInsights telah menjadi decacorn pertama di Indonesia dengan valuasi lebih dari US$10 miliar,” ujar Jokowi, Kamis (11/4).

Menurut Jokowi, kesuksesan Gojek adalah bukti dari semangat optimisme yang diusung anak muda Indonesia. Ia berharap ke depannya lebih banyak lagi perusahaan rintisan (startup) yang mendapatkan gelar unicorn dan decacorn selayaknya Gojek. Menurut Jokowi, sudah selayaknya perusahaan rintisan asal Indonesia menunjukkan diri ke tingkat regional dan dunia.

“Dengan semangat optimisme, kita bisa lahirkan lebih banyak startup unicorn serta decacorn baru di Indonesia. Ciptakan terus karya untuk Indonesia maju. Inilah saatnya startup Indonesia tampil ke regional dan pentas dunia, Ini sudah dilakukan oleh Gojek.”

Tidak hanya Presiden Jokowi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga mengungkapkan bahwa hal ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia. 

Pendanaan Gojek dari Masa ke Masa

Hingga mencapai decacorn seperti saat ini, Gojek yang telah beroperasi semenjak tahun 2010 sudah sembilan kali menggelar penggalangan dana. Dari sembilan kali pendanaan ini, setidaknya sudah ada 24 pemodal yang memberikan dananya untuk Gojek. Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, beberapa dari pemodal tersebut di antaranya seperti Sequoia Capital India, Rakuten, Openspace Venture, Astra International, Tencent Holdings, JD.com, dan Google.

Ekspansi Lintas Batas

Keberhasilan Gojek mencapai gelar decacorn tentu tidak luput dari ekspansinya ke berbagai negara-negara Asia Tenggara. Semenjak tahun 2018 yang lalu, Gojek sudah dan sedang merambah empat negara di Asia Tenggara. Empat negara tersebut adalah Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Ekspansi pertama Gojek dilakukan ke Vietnam dan Thailand pada bulan Juli 2018 yang lalu. Khusus untuk Vietnam, Gojek mengubah merknya menjadi Go-Viet. Sedangkan untuk Thailand, Gojek mengusung nama Get. “Untuk dua negara lainnya yakni Singapura dan Filipina belum diumumkan, dan tidak lama lagi di tahun 2018 ini kami akan melakukan soft launching untuk dua negara (Vietnam dan Thailand) tersebut,” ujar Michael Say, Vice Presiden Corporate Communications Gojek Indonesia.

Di Singapura, Gojek baru meluncurkan aplikasinya pada bulan November 2018. Berbeda dengan di Thailand dan Vietnam, Gojek tidak mengganti merk dagangnya di sana. Istilah ‘Gojek’ tetap dipertahankan, sama seperti di Indonesia. Bedanya, Gojek di Singapura tidak menawarkan layanan motor seperti di negara-negara lainnya.

Untuk Filipina, Gojek sendiri belum berhasil untuk membuka layanannya di sana. Penolakan masuknya Gojek ke Filipina tertuang dalam Keputusan No. 096 pada 20 Desember 2018 yang dikeluarkan oleh The Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB), sebuah badan di bawah Kementerian Perhubungan Filipina. Badan ini memang bertugas mengatur regulasi tentang transportasi umum.

Related Article