Bung Mantap Fahri Hamzah Merapat ke Golkar? Begini Respon Wapres JK

Belakangan ini, nama Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, kerap dikait-kaitkan dengan Partai Golkar. Ya wajarlah ya, apalagi hubungan ‘Bung Mantap’ dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) emang udah di ujung tanduk. Kabar merapatnya Fahri ke Golkar kini bahkan udah sampai ke telinga Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Apa ya tanggapan beliau?

Wapres JK pun menanggapi isu itu dengan santai. Meski sebelumnya mantan Ketum Golkar, Setya Novanto menyarankan supaya Golkar merekrut Fahri Hamzah yang sudah tak lagi bersama PKS, namun JK berpendapat bahwa wajar jika seorang politisi berpindah-pindah partai.

"Memang, politisi sekarang banyak pindah-pindah. Golkar pindah ke Nasdem, Hanura, PDI-P. Ada Demokrat pindah ke sana itu biasa saja," kata Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, dinukil dari Kompas.com, Selasa (06 Februari).

JK juga belum bisa mengira-ngira apa yang akan terjadi jika Fahri benar bergabung dengan Golkar nantinya. Yang jelas, JK menyebut bahwa akan ada manfaat serta dampak negatifnya jika Fahri resmi jadi bagian keluarga besar partai berlambang pohon beringin itu.

"Saya belum tahu. Tapi yang pasti ada manfaatnya, tentu ada juga yang negatifnya," kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2004-2009 tersebut.

Politisi asal Sulawesi Selatan itu juga belum menjelaskan lebih jauh apa manfaat dan sisi negatif yang dia maksud. Menurut JK, bukan hal yang luar biasa apabila Fahri kemudian menjadi bagian Golkar karena saat ini sudah banyak politisi yang pindah-pindah partai.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut bahwa ajakan untuk bergabung ke Partai Golkar merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo. Lalu, permintaan itu disampaikan kepada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Partai Golkar Airlangga Hartanto.

Airlangga sendiri sebenarnya tak menolak usul Novanto agar partainya menarik Fahri Hamzah masuk ke tubuh Golkar. Namun Airlangga menekankan bahwa Munas Golkar telah memutuskan untuk mendukung kembali Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

"Ya seperti yang tadi saya katakan, Partai Golkar kan partai terbuka," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (05/02).

Golkar sendiri meminta satu syarat saja jika Fahri mau bergabung dengan Golkar. Syarat tersebut adalah mendukung sepenuhnya Jokowi untuk kembali maju di pertarungan Pilpres 2019 mendatang.

"Kalau partai Golkar kan terbuka artinya siapa saja boleh masuk. Saat orang mau masuk partai Golkar sebagai kader tentunya ada tahapan yang kita harus lewati. Ada juga sistem yang harus dilewati," kata Sekjen Golkar Lodewijk Fredrich di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Rabu (07/02).

"Kebijakan Golkar saat ini tentunya mendukung pemerintahan Jokowi JK sampai selesai sampai 2019. Kemudian siap mendukung Jokowi sebagai capres," tandasnya.

Related Article