Bridal Shower Ala Crazy Rich Indonesians

Bridal shower adalah pesta untuk calon pengantin wanita yang akan menikah. Banyak yang mengibaratkan kalau ini adalah pesta terakhir sebelum merubah status lajang. Awalnya, tradisi ini berangkat dari negara-negara Barat seperti, Amerika Serikat. Namun kini, hampir seluruh dunia memiliki tradisi bridal shower-nya sendiri, lengkap dengan aturan tak tertulis yang biasanya tergantung dengan adat masing-masing.

Seiring dengan adanya media sosial seperti Instagram dan Twitter yang dengan mudah menyebarkan suatu tren, bridal shower kini menjadi tren di Indonesia. Sebenarnya, bridal showers di Indonesia sendiri tidak begitu berbeda dengan luar negeri dan bisa dilaksanakan dengan cara yang sederhana. Namun, para selebritis Instagram Indonesia cenderung melakukannya dengan super ekstra! Penasaran seperti apa sejarah dari bridal shower itu sendiri? Kemudian, seperti apa ya, bridal shower ala ‘Crazy Rich Indonesians’? Lalu, bagaimana sih, sebenarnya, perbedaan bridal shower di dalam negeri dan di Amerika Serikat? Berikut liputannya!

Sejarah Bridal Shower

Secara sejarah, bridal shower merupakan sebuah tradisi untuk calon mempelai perempuan mendapatkan hadiah, baik uang maupun barang, demi membantu pernikahan si mempelai wanita. Biasanya, yang dibantu ini adalah seorang perempuan yang ingin menikah namun mengalami kekurangan dalam urusan finansial atau seorang perempuan yang pernikahannya tidak direstui oleh orang tua kandungnya. Untuk membantu mempelai perempuan ini menikah, teman-teman dan kerabat di sekitarnya memberikan bantuan dalam bentuk apapun untuk melancarkan pernikahan tersebut.  Seperti banyak diketahui, legenda tentang bridal shower ini bermula di Brussels, Belgia, pada tahun 1860-an dan Belanda pada abad ke-16 dan 17.

Sedangkan di Amerika Serikat sendiri, bridal shower dimulai di daerah urban pada tahun 1890-an. Berbeda dengan tujuan bridal shower seperti cerita di atas, bridal shower dilakukan oleh masyarakat kelas menengah Amerika Serikat untuk menunjukkan kebahagiaan teman-teman di sekitar calon mempelai perempuan bahwa sang calon mempelai ini akan menikah. Budaya ini di awal tahun 1900-an pun semakin menyebar, sehingga tidak hanya kelas menengah Amerika Serikat yang melakukannya, tetapi juga kelas bawah di daerah pedesaan Amerika Serikat mulai melakukan tradisi ini.

Bridal Shower ala ‘Crazy Rich Indonesians’

Nina Zatulini

Salah satu bridal shower yang secara ekstra dilaksanakan merupakan bridal shower milik Nina Zatulini. Dalam bridal shower-nya, terlihat sekali bahwa pesta tersebut dipersiapkan dengan sangat matang. Beberapa pihak eksternal perancang pesta pun dipersiapkan untuk bridal shower tersebut. Uniknya lagi, bridal shower ini tidak dicetuskan oleh teman-teman Nina awalnya, melainkan calon mempelai prianya sendiri.

Nina Zatulini dan teman-teman. Foto: thebridedept.com

Caroline Robianto

Berbeda dengan Nina, Caroline Robianto, seorang selebriti Instagram, memilih untuk mengadakan bridal shower yang ekstra hingga ke Korea Selatan. Dari dalam salah satu post Instagramnya, terlihat bahwa Caroline Robianto dan beberapa temannya sedang berfoto di salah satu kawasan Korea Selatan dengan tagar yang menandakan bahwa jalan-jalan ke Korea Selatan tersebut merupakan bagian dari bridal shower.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by CAROLINE ROBIANTO (@sergeantkero) on

Perbedaan Bridal Shower di Amerika Serikat dan Indonesia

Meskipun para selebriti instagram tersebut melakukan bridal shower dengan ‘ekstra’, sebenarnya ada dua perbedaan mendasar antara bridal shower yang dilakukan di Indonesia dan di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, budaya bridal shower merupakan sesuatu yang turun temurun telah dilakukan. Sehingga, besar kemungkinan bahwa keluarga seperti ibu, tante, dan saudara perempuan ikut serta dalam acara tersebut. Perlu diingat bahwa keluarga dari calon mempelai datang untuk menikmati pesta, bukan mengadakan pesta. Justru teman-teman dari calon mempelai perempuan lah yang mengadakan hal tersebut.

Selain itu, di Amerika Serikat, budaya ini dilakukan dengan cara yang formal. Tidak menutup kemungkinan adanya undangan untuk mengantisipasi jumlah orang yang hadir dalam acara bridal shower. Selain itu, acara ini juga seolah memberikan sinyal bahwa orang yang terundang merupakan orang yang penting dalam kehidupan calon mempelai perempuan.

Sedangkan di Indonesia, karena ini merupakan tradisi yang baru dilakukan, acara ini jarang sekali dihadiri oleh pihak keluarga. Masih asingnya budaya ini membuat acara bridal shower nampak lebih seperti acara temu hangat dan akrab bagi teman-teman dekat calon mempelai perempuan.

Kemudian, di Indonesia juga bridal shower dilakukan dengan cara yang tidak formal. Acara lebih seperti makan-makan dan berbincang-bincang saja, sehingga tidak diperlukan undangan yang formal. Jumlah pesertanya pun paling hanya sekitar 20-30 orang saja. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan untuk di Indonesia dilaksanakan bridal shower seperti di Amerika Serikat, mengingat semakin kaburnya batasan-batasan budaya saat ini. Hal ini tentu bukanlah suatu permasalahan.

Yang terakhir dan menjadi sesuatu yang baru di Indonesia adalah dikerjainya calon mempelai perempuan dalam acara bridal shower-nya sendiri. Berbeda jauh dengan Amerika Serikat yang cenderung menjalankan pesta ini dengan cara yang lebih formal. Sehingga, calon mempelai perempuan pun jarang diisengi dengan sesuatu.

Related Article