Boyolali, Kota yang Diejek Prabowo juga Punya Keunggulan

Baru-baru ini video pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali jadi bahan perbincangan di media sosial. Setelah dulunya sempat heboh masalah 'Indonesia bubar di tahun 2030', kini yang jadi bahan obrolan adalah perkataan Prabowo yang seakan merendahkan masyarakat Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. 

"Begitu saya lihat Jakarta, saya melihat hotel-hotel mewah. Gedung-gedung menjulang tinggi. Sebut aja hotel paling mahal di dunia, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada Waldorf Astoria. Ngomong aja kalian nggak bisa sebut, dan macem-macem itu semua, dan saya yakin kalia'n nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang boyolali ini," ujar Prabowo disambut tawa para hadirin.

Mungkin bisa saja maksud dari ucapan sang Ketua Umum Partai Gerindra itu adalah sindiran untuk para penguasa yang memiliki kekayaan namun melupakan rakyat-rakyat kecil. Seperti halnya klarifikasi yang diucapkan oleh Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Faldo Maldini. Politisi millenial itu menjelaskan bahwa yang sebenarnya ingin dibahas oleh Prabowo adalah tentang kesejahteraan. "Ini soal akses kesejahteraan. Jangan sampai soal penurunan kesejahteraan ini terus berlanjut, itu pesan dari Pak Prabowo," sebut Faldo dilansir Detik.com pada Jumat, 2 November 2018.

Namun tentunya, jika benar konteks Prabowo adalah ingin mengungkapkan rasa keprihatinan tentang kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia, mestinya tidak perlu ada ucapan yang ia sebut "Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini." Sebab, di Boyolali sendiri punya banyak kelebihan, kok!

Kota Susu di Indonesia
Perlu diketahui nih, menurut data dari Direktur Budidaya Ternak Ruminansia Kementerian Pertanian Fauzi Lutan, 95 persen produksi susu sapi segar di Indonesia berasal dari Pulau Jawa. Sedangkan, Boyolali sendiri merupakan kota penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah. Maka tak heran kotanya dikenal dengan sebutan "Boyolali Kota Susu" ini pada tahun 2016 bisa menguasai 20% kebutuhan susu nasional, dan menguasai 72% populasi di Jawa Tengah.

Hal ini menjadikan Boyolali kaya akan produk-produk unggulannya dengan bahan dasar susu. Misalnya saja keju, salah satu olahan susu fermentasi yang sukses dijadikan usaha masyarakat Boyolali yang berhasil menjajal hingga ke pasa mancanegara seperti Eropa.

Ada pula Usaha kecil Menengah (UKM) yang mengolah hasil susu perah menjadi bermacam-macam olahan seperti dodol susu, kerupuk susu, dan juga yogurt.

Pemerintahannya pun pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional mengenai Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (Lakip) 2012 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi terbaik tingkat Nasional. Hal ini dikarenakan pemerintah Kabupaten dapat mempertanggungjawabkan Laporan dengan baik, dimana dapat dikatakan bahwa dengan predikat tersebut membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat di kabupaten Boyolali baik, lancar dan optimal. 

Kota kecil yang terletak di antara dua kota penting di Jawa Tengah, yaitu Semarang dan Surakarta ini memiliki luas 1.015 Km2 dengan total penduduk 950.531 (2010) juga cukup berprestasi dalam pertanian.

Pertanian

Mayoritas masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya. Penting untuk diketahui bahwa Boyolali cukup maju di bidang pertanian, dibuktikan pada tahun 2013 petani beras organik di Boyolali, berhasil mengekspor beras ke luar negeri, yang dilakukan oleh Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (Appoli) dengan tujuan Belgia sebanyak satu container untuk tiga jenis beras pada ekspor perdananya.

Bahkan Boyolali terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 pada 16 Oktober 2016. Dengan terpilihnya Boyolali sebagai kota penyelenggaraan HPS ini menunjukan bahwa Boyolali memiliki keanekaragaman pangan yang mampu menopang kedaulatan pangan khususnya di Indonesia. Sebab tema yang diangkat pada HPS Internasional kala itu adalah “Climate is Changing, Food Agriculture Must Too” alias "Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan dengan Mengantisipasi Era Perubahan Iklim.”

Selain dari padi, produk lokal Boyolali lainnya juga datang dari buah pepaya, yang termasuk jenis terbaik di Indonesia. Adalah pepaya California dan Thailand dengan permintaan yang pesat yang menjamur di minimarket dan supermarket baru di kota-kota di Jawa Tengah yang juga mampu dihasilkan di Boyolali.

Pariwisata

Sebagai kota yang pernah meraih piala Adipura yang ke-10 sebagai kota terkecil terbersih tingkat nasional pada 2015, Boyolali juga punya segudang tempat wisata yang menarik. Ada Gunung Merapi (Jalur Selo), di mana Kecamtan Selo, Boyolali merupakan salah satu pos awal pendakian gunung. 

Ada juga Umbul Tirtomulyo, buat para wisatawan yang punya hobi berenang sekaligus menyukai suasana kerajaan Jawa tempo dulu. Umbul Tirtomulyo merupakan sebuah pemandian umum peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta, yang berlokasi di Desa Kemasan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, persisnya berada di depan Kantor Kecamatan Sawit.

Peninggalan sejarah berupa candi pun juga ada di Boyolali dan kini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik juga. Dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, candi ini merupakan bangunan peninggalan agama Hindu. Berdasarkan karakteristik dan periodisasi Candi Lawang, dapat diketahui bahwa candi ini dibangun pada tahun 750 M – 800 M. Bagi yang penasaran, tentunya bisa datang ke Dusun Dangean, Kelurahan Gedangan, Kecamatan Cegopo, Kabupaten Boyolali.

Wisatawan yang suka menikmati menikmati pemandangan alam di pegunungan namun enggan mendaki gunung, bisa coba pergi ke Bukit Gancik. Sebuah obyek wisata di Boyolali yang terletak di ketinggian 1.850 mdpl yang memungkinkan pengunjungnya untuk bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Lawu secara bersamaan, tentunya jika kondisi langit cerah. 

Tapi buat yang suka dengan tantangan, bisa banget nanjak ke Gunung Merbabu. Salah satu gunung terindah di Pulau Jawa dengan bentang alam yang memesona itu terletak Kecamatan Selo, Boyolali, lho!

Namun, yang paling populer di Boyolali adalah Ekowisata Taman Air Tlatar. Menggunakan mata air alami yang berasal dari lapisan batuan vulkanik, taman air ini berada di kaki Gunung Merbabu, pada ketinggian kurang lebih 350 mdpl. Di sana tersedia beragam fasilitas dan wahana menarik yang bisa dicoba para wisatawan.

Related Article