Boris Johnson Menuju Kursi Panas PM Inggris Raya

Pertarungan sengit kepemimpinan Partai Konservatif Inggris Raya sudah sampai di titik akhir. Berawal dari 10 kandidat pada tanggal 10 Juni 2019, nominasi calon ketua Partai Konservatif menyisakan Boris Johnson dan Jeremy Hunt. Jika pada masa eliminasi sebelumnya hanya anggota parlemen Partai Konservatif yang berhak memilih, hasil persaingan antara Boris melawan Hunt ditentukan oleh suara 160 ribu anggota Partai Konservatif. Dibuka sejak tanggal 6 Juli 2019, hasil dari pemilihanĀ diumumkan pada hari ini (23/7) pukul 11.45 pagi waktu setempat.

Ada dua alasan mengapa pemilihan Ketua Partai Konservatif Inggris Raya ini begitu penting. Pertama, siapa pun yang memenangkan pemilihan akan diangkat sebagai perdana menteri Inggris Raya menggantikan Theresa May yang sudah sejak akhir bulan Mei 2019 lalu mengumumkan diri mundur dari posisinya. Hal ini karena Partai Konservatif merupakan partai yang sedang berkuasa di Inggris Raya. Kedua, sebagai seorang perdana menteri, siapa pun yang terpilih menghadapi tanggung jawab yang amat berat: Brexit.

Kendati belum ada pengumuman resmi, Boris Johnson adalah nama yang diprediksi akan memenangkan pemilihan ini. Berbagai media seperti BBC, The Telegraph, dan The Guardian sudah mengeluarkan berbagai berita yang berkaitan dengan terpilihnya Boris Johnson sebagai perdana menteri. Seperti apa rekam jejak Boris?

Rekam Jejak Boris Johnson sebagai Wali Kota London

Jika terpilih, jabatan perdana menteri bukanlah jabatan eksekutif pertama yang dijalankan oleh Boris. Ia pernah menjabat sebagai wali kota London selama delapan tahun. Berbagai pencapaian dan kontroversi pun terjadi selama masa kepemimpinannya.

Pencapaian pertama yang berhasil dilakukan Boris Johnson adalah menurunkan angka kriminalitas di London sebesar 20%. Klaim ini ia sebutkan dalam video resmi kampanyenya sebagai ketua Partai Konservatif. Menurut Fullfact.org, angka kriminalitas di London turun sebesar 23% antara tahun 2007/08 dan 2015//2016. Data ini dihimpun secara resmi dari kepolisian.

Selain kriminalitas, klaim bahwa angka pembunuhan menurun di bawah kepimpinan Boris Johnson benar adanya. Data Met Police menyebutkan bahwa di tahun 2007/2008, pembunuhan terjadi pada 21 orang per satu juta populasi. Namun, di tahun 2015/2016, angka ini turun menjadi 13 orang per satu juta populasi.

Pencapaian kedua yang dilakukan Boris selama menjabat sebagai wali kota London adalah meningkatkan jumlah rumah dengan harga terjangkau. Di akhir Maret 2016, total ada 101.525 rumah harga terjangkau dibangun di Inggris Raya. Dari angka tersebut, sekitar 94 ribu di antaranya dibangun oleh Greater London Authority (Pemerintah Kota London).

Pencapaian ketiga Boris Johnson terdapat di bidang transportasi. Boris berhasil menginisiasikan peningkatan penggunaan sepeda oleh masyarakat London melalui kegiatan "Boris Bike" pada Juli 2010. Tidak hanya menawarkannya sebagai solusi polusi udara London, Boris juga mempromosikan penggunaan sepeda ini dengan turut serta menggunakannya sebagai moda transportasi. Keberhasilannya mempromosikan penggunaan sepeda tampak dari bagaimana penyewaan sepeda di London melonjak ke angka 10,3 juta sewa pada tahun terakhirnya sebagai wali kota London.

Penuh Kontroversi

Tidak hanya pencapaian, Boris Johnson juga dirundung banyak kontroversi. Pertama, ia pernah berencana membangun jembatan kebun di atas Sungai Thames sebagai sebuah penghargaan kepada Putri Diana. Wacana ini sebenarnya tidak masalah, jika uang yang harus dibayarkan tidak sebesar 53,5 juta Poundstering. Angka yang begitu besar ditolak oleh warga London. Pada tahun 2017, suksesor Johnson, Sadiq Khan, menghentikan secara penuh wacana ini.

Kontroversi kedua selama dirinya menjabat sebagai wali kota London adalah gagal mengurai kepadatan London dan menjadikannya kota termacet di Eropa pada tahun 2014. Data yang dikeluarkan oleh analis transportasi INRIX menyatakan bahwa pengemudi di kota London menghabiskan rata-rata 96 jam dalam setahun di tengah-tengah kemacetan.

Di luar masa jabatan sebagai wali kota London, Boris Johnson juga dirundung berbagai macam kontroversi yang membuat namanya tercoreng. Sebut saja ketika ia gagal membantu Nazanin Zaghari-Ratcliffe, seorang warga negara Inggris Raya yang dipenjara di Iran karena Johnson justru secara tak sengaja memperkuat posisi pemerintahan Iran. Selain itu, ia juga pernah dipecat dari posisinya sebagai Menteri Kesenian bayangan karena berbohong tentang hubungan di luar nikahnya.

Related Article