Boeing 737 Max 8 Bermasalah, Boeing Masih Percaya Diri

Hari Minggu (10/3) kemarin, maskapai penerbangan Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini terjadi pada pesawat jenis Boeing 737 Max 8, jenis yang sama dengan milik Lion Air nomor seri JT610 yang jatuh di perairan Laut Jawa beberapa waktu silam. Kondisi ini jelas mengkhawatirkan. Beberapa negara pun memutuskan untuk mencabut izin larangan terbang pesawat jenis tersebut.

Otoritas Penerbangan Uni Emirat Arab dan Vietnam sudah melarang pengoperasian Boeing 737 model Max sebagai langkah pencegahan. Agensi keamanan udara Eropa juga sudah meminta untuk model ini dihentikan sementara pengoperasiannya. Tidak ketinggalan, Indonesia juga sudah melarang pesawat Boeing 737 Max 8 untuk terbang. Beberapa negara lainnya yang juga sudah melarang penerbangan pesawat ini adalah Inggris raya, Oman, India, dan Kuwait.

Amerika Serikat Belum Resmi Ambil Langkah

Federasi Penerbangan Amerika Serikat (FAA) belum mengambil langkah untuk melarang penerbangan Boeing, khususnya seri 737 model Max. Dalam sebuah pernyataan, Administrator sementara FAA Daniel K Elwell mengungkapkan bahwa ia merasa tidak ada masalah sistemik yang menjadi basis untuk melarang pengoperasian pesawat-pesawat Boeing ini. “Sejauh ini, kajian kami menunjukkan tidak ada permasalahan sistematis dalam urusan performa dan tidak ada alasan untuk kami melarang pesawat tersebut,” ujar Elwell. Meski demikian, ia memastikan bahwa FAA akan terus menginvestigasi jenis pesawat tersebut. Jika memang ditemukan kejanggalan, mereka tidak akan segan-segan untuk mengambil langkah lanjutan.

Meski belum ada langkah resmi dari FAA, Serikat Pekerja Transportasi Lokal 556, yang mewakili pramugara dan pramugari dari Southwest Airlines,  mengeluarkan pernyataan agar pesawat-pesawat yang diduga bermasalah lebih baik tidak dioperasikan terlebih dahulu. “Masyarakat harus didahulukan daripada keuntungan,” ujar serikat pekerja tersebut, dalam sebuah cuitan. Southwest Airlines sendiri menerbangkan 34 pesawat berjenis Boeing 737 Max 8. Maskpapai penerbangan Southwest Airlines memang masih menjadi salah satu maskapai yang percaya diri pada pesawat yang diduga bermasalah tersebut.

Boeing Percaya Diri dengan Pesawatnya

Meski sudah ada dua pesawat yang jatuh dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Boeing menyatakan masih yakin penuh atas keamanan pesawat Boeing 737 Max. Pernyataan ini mereka lontarkan pada hari Selasa (12/3) waktu setempat. Meski demikian, mereka tidak keberatan atas kebijakan yang diambil oleh badan-badan regulasi penerbangan di masing-masing negara dan maskapai-maskapai penerbangan. Mereka yakin bahwa tiap-tiap perusahaan dan badan regulasi memiliki keyakinannya sendiri tentang apa yang terbaik untuk pasarnya. “kami menyadari bahwa agensi-agensi regulasi penerbangan dan pelanggan sudah memutuskan yang terbaik untuk pasar di masing-masing negara.” Secara resmi, Boeing juga menyatakan bahwa FAA masih belum meminta Boeing untuk melakukan sesuatu. “FAA belum memberi mandat untuk mengambil langkah lebih jauh saat ini, dan berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, kami tidak punya alasan apapun untuk mengeluarkan panduan baru kepada maskapai penerbangan.”

Saham Boeing Anjlok

Selayaknya permasalahan yang terjadi pada sebuah perusahaan, salah satu yang akan terdampak adalah saham yang anjlok. Hal ini tidak menjadi pengecualian untuk Boeing. Saham Boeing turun 6,15 persen pada penutupan perdagangan Selasa (12/3) waktu setempat. Hal ini memperparah kondisi saham yang pada hari Senin (11/3) sudah turun 5 persen. Penurunan harga saham ini menjadi yang terbesar untuk Boeing semenjak bulan Juni 2009.

Related Article