Berharap Cegah Penularan COVID-19, Pemerintah Menyediakan Bus Gratis Bogor-Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan bus gratis yang beroperasi dari beberapa stasiun di Bogor menuju beberapa stasiun di Jakarta. Langkah ini dilakukan guna mencegah kepadatan penumpang Commuter Line (KRL) yang memicu penularan COVID-19. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah mengerahkan 50 bus untuk membantu mengatasi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun. Menurutnya, pengerahan bus bantuan ini bertujuan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang KRL di stasiun-stasiun keberangkatan yang terhubung langsung dengan wilayah DKI Jakarta.

"Yang mana (kerumunan) itu melanggar aturan physical distancing," kata Anies. "Ini semua dilakukan bukan semata-mata memenuhi peraturan, tapi untuk keselamatan pekerja."

Selain itu, ada pula bantuan dari Pemerintah Kota Bogor yang menyediakan 10 unit bus, dan juga Kementerian Perhubungan sebanyak 22 unit bus.

Bus gratis tersebut diberangkatkan dari Stasiun Bogor menuju lima stasiun di Jakarta, di antaranya Stasiun Tebet, Manggarai, Sudirman, Juanda, dan Tanah Abang. Ada pun jadwal keberangkatannya, yakni sejak pukul 05.15 hingga keberangkatan terakhir pukul 07.30 WIB.

Pengamat transportasi Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengapresiasi solusi yang diberikan pemerintah guna meminimalisir penularan COVID-19 lebih lanjut. Menurutnya, hal tersebut juga menyediakan alternatif bagi para pengguna setia KRL.

Darmaningtyas berharap program tersebut bisa terus berjalan selama masa transisi PSBB Proporsional dan pemerintah memaksimalkannya dengan menambah jumlah armada bus gratis karena menjalin kerja sama dengan pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“Karena ini menyangkut lintas wilayah di Jabodetabek. Jadi, BPTJ perlu andil supaya jumlah bus yang dioperasikan jauh lebih banyak,” kata Darmaningtyas kepada Asumsi.co.

“Kalau sekarang, kan, dengan menggunakan bus sekolah, kalau nggak salah. Kalau bisa [bekerjasama] dengan BPTJ, mestinya bisa menyewa bus-bus. Misalnya, bus-bus BPTJ yang selama ini dioperasikan oleh Transjakarta tapi sedang libur,” tambahnya.

Meski begitu, masih banyak penumpang yang meragukan efektivitas bus gratis yang disediakan atas kerja sama Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkot Bogor dan BPTJ tersebut, terutama perihal waktu tempuh hingga stasiun tujuan.

Merespons hal itu, Darmaningtyas mengatakan kondisi lalu lintas wilayah DKI Jakarta yang belum terlalu macet saat ini tidak akan berdampak pada selisih waktu tempuh bus jika dibandingkan dengan KRL.

“Contohnya, kalau kita naik KRL dari Stasiun Bogor ke [Stasiun Jakarta] Kota itu butuh waktu satu setengah jam lebih. 1 jam 45 [menit]lah rata-rata. Nah, dengan bus paling dua jam, saya kira selisihnya sedikit. Jadi, nggak perlu ragu naik bus, karena bus jalannya sekarang lewat tol,” jelasnya.

Baginya, untuk benar-benar memastikan penguraian masyarakat di transportasi berjalan maksimal selagi pandemi COVID-19 dalam keadaan yang waspada, pihak yang bekerja sama menyediakan transportasi alternatif bisa memperbanyak armada dan memperbanyak titik keberangkatan.

“Bukan hanya Pemprov, tapi BPTJ bisa membantu memperbanyak. Dan, titik pemberangkatannya disebar di beberapa titik, terlebih yang mendekati jalan tol. Mungkin di Baranangsiang misalnya, itu kan lebih mendekati jalan tol. Jadi, sebagian dari Stasiun Bogor, sebagian dari sekitar Baranangsiang,” pungkas Darmaningtyas.

Related Article