post

Budaya Pop

Bagaimana Mungkin Festival Musik SXSW Digelar Online Tahun Depan?

Raka Ibrahim, 24 September 2020

Salah satu festival musik, film, dan kebudayaan paling terkenal di dunia mengumumkan bahwa tahun depan, rangkaian kegiatan mereka akan berpindah ke dunia maya. South By Southwest (SXSW) Festival baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa festival edisi 2021 akan berlangsung dalam format daring pada 16-20 Maret 2021.

“Tahun ini penuh perubahan, dan seperti semua orang lain di dunia, kami mesti mempertimbangkan ulang bagaimana cara menghubungkan orang dengan satu sama lain,” ucap Roland Swenson, CEO SXSW Festival.

Melalui situs resmi, SXSW pun mengumumkan bahwa kegiatan seperti diskusi, festival film, dan konser mereka yang termasyhur itu terpaksa dinikmati dari layar komputer saja.

Pengumuman ini jadi kabar terkini dari SXSW setelah festival dibatalkan akibat pandemi COVID-19 awal tahun ini. Maret 2020 lalu, acara yang diadakan di Austin, AS itu batal hanya seminggu jelang pembukaan setelah kasus COVID-19 di AS melonjak drastis dalam tempo singkat. Penyelenggara pun mengaku tertekan setelah pembicara, penampil, dan produser film yang menopang acara tersebut menarik diri.

CEO Twitter Jack Dorsey urung mampir sebagai pembicara di sesi diskusi, distributor acara TV dan film batal mempromokan karya mereka di SXSW, dan sponsor raksasa berhenti membiayai festival tersebut. Dua calon penampil yang apes merupakan band-band asal Indonesia, Reality Club dan Grrl Gang. Setelah didera ketidakpastian--juga akibat munculnya kasus pertama COVID-19 di Indonesia--mereka akhirnya batal terbang ke Austin, Texas.

Sejak diadakan pertama kali 34 tahun lalu, SXSW tumbuh menjadi salah satu festival budaya populer paling mentereng di muka bumi. Seperti diwartakan The Verge, festival tersebut dikenal sebagai kawah candradimuka untuk banyak musisi muda, produser film berbakat, bahkan pegiat industri teknologi yang hendak berjejaring. Oleh karena itulah sebagian pihak meragukan apakah atmosfer tongkrongan itu dapat direplikasi dalam acara daring.

Selain jadi tongkrongan orang-orang gaul di AS, SXSW juga jadi ladang cuan untuk kota Austin. November tahun lalu, edisi 2019 festival tersebut memberikan untung bersih 355,9 juta dollar AS untuk Pemkot Austin. Dengan hadirin nyaris setengah juta orang dari seluruh penjuru dunia, insentif finansial untuk melanjutkan SXSW jelas kentara. Namun, karena itu pula, Pemkot Austin akhirnya terpaksa menghentikan SXSW. Mengumpulkan ratusan ribu orang di ruangan konvensi sempit di tengah pandemi jelas bukan gagasan cemerlang.

Meski terdengar sulit, SXSW bukan festival pertama yang terpaksa memindahkan rangkaian acaranya ke dunia maya. Sebelumnya, Monterey Jazz Festival dan Bonnaroo Festival silih berganti mengumumkan bahwa acara mereka--yang biasanya dihadiri ratusan ribu, bahkan jutaan penonton--akan berlangsung secara daring mulai tahun depan. Musisi seperti Avril Lavigne dan Lady Gaga pun telah bergantian mengadakan konser yang ditayangkan di dunia maya, umumnya untuk mendukung inisiatif amal tertentu.

Lebih dari sekadar live streaming, sebagian musisi malah merambah dunia game untuk mengadakan konsernya dan terhubung langsung dengan fansnya. Februari 2020 lalu, DJ tersohor Marshmello mengadakan konser melalui game Fortnite yang sukses besar. Aksi ini direplikasi oleh musisi seperti American Football, 100 Gecs, dan Disclosure yang mengadakan konser di dunia virtual game Minecraft.

Entah melalui siaran langsung di YouTube atau dengan pelesir di dunia realitas virtual, festival-festival musik dunia mesti menemukan cara untuk tetap bertahan dan berkarya.