Asumsi Bersuara: “Oke Oce” Makin Kece?

“Bosen politik, ya?” kata Sandiaga Uno kepada Rayestu dalam Asumsi Bersuara episode Pasca Pilpres, "Sandi Makin Oke Oce." Memang mantan calon wakil presiden nomor urut 02 dalam pertarungan Pilpres 2019 itu jarang terlihat dalam kegiatan politik setelah kekalahannya. Sandi, sapaan akrabnya, mengaku kalau dirinya sedang berada dalam fase nganggur. “Hari-hari ini semenjak tanggal 17 April, ini nganggur saya yang kedua… Dan to be honest, saya perlu istirahat,” tuturnya.

Meski sedang memulihkan tenaga, Sandi mengaku masih memerhatikan dua program kampanye andalannya: “Oke Oce”, program wirausaha yang digalakkan pada masa kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017, dan “Rumah Siap Kerja,” yang disiapkannya bersama Prabowo Subianto untuk Pemilu 2019.

Bagi sebagian orang Jakarta, program “Oke Oce” mengundang pertanyaan. Apa kabarnya? Kenapa terkesan mandek dan tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah terpilih?

Sandi mengaku bahwa Oke Oce masih berkembang meski tak terdengar. Ia mengaku bahwa Oke Oce bekerja sama dengan komunitas-komunitas penggerak. “Oke Oce ini menjadi kepikiran. Aku mau seriusin. Mudah-mudahan bisa menjadi social enterprise,” ungkapnya.

Kemudian, Sandi pun mengaku bahwa ada banyak pihak yang salah paham mengenai Oke Oce. “Banyak misunderstanding tentang Oke Oce dan sebagai produk waktu kita kemarin kampanye di DKI, Oke Oce berhasil sebagai salah satu movement yang masyarakat mengingat tentang keinginan kita untuk membangkitkan kewirausahaan,” jelasnya.

Nah, salah satu misunderstanding terbesar adalah Oke Oce itu dianggap seperti Oke Oce Mart. Padahal Oke Oce Mart itu salah satu produk Oke Oce, termasuk juga air mineral,” lanjutnya.

Kembali ketika masa kampanye Pilkada DKI Jakarta di tahun 2016, Sandi memang sangat sering mengampanyekan program wirausaha ini. Memang apa sih Oke Oce yang dulu sempat ramai menjadi buah bibir banyak orang ini?

Satu Kecamatan, Satu Pusat Usaha

One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship atau disingkat dan lebih dikenal dengan “Oke Oce” merupakan program kewirausahaan yang digadang Sandi pada masa Pilgub DKI Jakarta 2017. Kala itu, Sandi maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta, mendampingi Anies Baswedan sebagai calon gubernur. Berkat keseringannya menyebutkan “Oke Oce” terminologi ini jadi lekat sekali dengan dirinya. Bahkan, ia juga punya gaya khas sendiri ketika mengatakan “Oke Oce”.

Menurut Sandi, program ini dapat menetaskan pengangguran yang terjadi di ibu kota dan membuat usaha mikro, kecil, serta menengah berkembang. Lewat program ini, Sandi ingin menjadikan Jakarta benchmark bagi kota lain di mana ibu kota bisa mencetak ribuan pengusaha lokal. Bahkan saat itu Sandi berkomitmen untuk mencetak 200.000 pengusaha baru.

Terpilih sebagai Wakil Gubernur, program ini kemudian menjadi program pemerintah provinsi DKI Jakarta. Oke Oce kemudian berada di bawah kepengurusan Sudin Koperasi dan UMKM. Program inilah yang kemudian diangkat Sandi menjadi salah satu program kampanyenya dalam pilpres lalu. Namanya pun sedikit berubah menjadi Gerak (Gerakan Ekonomi Rakyat) Oke Oce.

Sama seperti Oke Oce, gerakan ini bertujuan menciptakan lapangan kerja dan peluang untuk berbisnis. Bedanya, jika Oke Oce menciptakan satu pusat usaha di satu kecamatan, Oke Oce nasional ini direncanakan membuat satu pusat usaha di tiap kabupaten/kota hingga kecamatan. Namun, seperti yang sudah dikatakan Sandi pada Rayestu, kekalahannya dalam Pilpres 2019 tak membuatnya berhenti memperjuangkan Oke Oce.

Benarkah Semakin Kece?

Dalam rangka menjadikan Oke Oce sebagai bentuk kewirausahaan sosial, Sandi sekarang punya PAS yang baru. Berisikan 7 poin, PAS merupakan singkatan dari Pasti Akan Sukses. Untuk memulai kesuksesan, ketujuh poin yang harus dilakukan para pengusaha jika ingin mengikuti program program Oke Oce. Langkah-langkah tersebut berisi: Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perijinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan, dan Permodalan.

“Yang belum punya usaha, bisa buka usaha. Yang sudah punya usaha, bisa tingkatkan usahanya. Yang kecil, jadi menengah. Yang menengah, menjadi besar. Itu harapan kita,” katanya dalam Asumsi Bersuara episode ini.

Masih penasaran dengan kabar Oke Oce sekarang ini, Rayestu menanyakan bagaimana nasib program ini sekarang. “Sekarang udah catch fire. Seluruh DKI sudah jadi program yang teradopsi di kebijakan pemprov DKI dan secara nasional sekarang kita sudah mulai hadir dengan komunitas-komunitas penggerak. Dan peserta Oke Oce juga [ada] di 34 provinsi kita,” jelas Sandi.

Ia juga melanjutkan, “Di DKI, jalan Alhamdulillah dengan program PKT [Program Kewirausahaan Terpadu-red.] bersama pemerintah provinsi DKI. Di daerah lain, kita sekarang lagi jajaki. Banyak pemprov, pemkab, pemkot yang tertarik. Tapi saya bilang gini, kalau misalnya pemerintahnya belum ingin mengadopsi, kita juga bisa jalan dengan dunia usaha dengan para penggerak-penggerak yang murni adalah wirausaha-wirausaha,” ungkapnya.

Bagimana penjelasan lanjutan Sandi mengenai kabar Oke Oce sekarang? Benarkah makin kece? Selengkapnya di Asumsi Bersuara episode 30!

Related Article