Ketika Drama Setya Novanto Berlanjut Di Persidangan

Setya Novanto kembali menghadirkan drama baru pada sidang perdana dugaan korupsi kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari ini Rabu (13/12). Dari melontarkan jawaban ngawur, sampai izin ke toilet karena sakit, kini ‘Papa’ Setnov bikin sensasi lagi.

Politisi Partai Golkar yang berstatus sebagai terdakwa itu menolak untuk diperiksa oleh dokter dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD), Jakarta. Padahal nih ya, pihak pengacara Setnov sendirilah yang meminta agar kliennya diperiksa oleh dokter di RSPAD. Ckckck, ada-ada aja nih.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irene Putri, menyampaikan hal tersebut. Irene menjelaskan bahwa Setnov tak mau diperiksa oleh dokter yang dihadirkan oleh terdakwa sendiri.

"Sudah hadir dokter umum terdakwa tidak mau diperiksa oleh yang bersangkutan, yang dihadirkan terdakwa sendiri," kata Irene Putri kepada Ketua Majelis Hakim Yanto seperti dilansir Kompas.com, Rabu (13/12).

Seperti diketahui, drama terjadi pada sidang yang membahas agenda pembacaan dakwaan. Bahkan, sidang sempat diskors lantaran ada perdebatan soal kondisi kesehatan Novanto. Lalu, hakim pun ngasih kesempatan agar Setnov diperiksa di klinik pengadilan.

Setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan, sidang pun kembali digelar. Nah, di sinilah kemudian terjadi drama lagi. Irene menyebutkan bahwa dalam pemeriksaan lanjutan itu, Setnov malah menolak diperiksa oleh dokter RSPAD yang dihadirkannya sendiri.

Sebenernya apa sih maunya ‘Papa’ ini? Bikin orang-orang seluruh Indonesia bingung lho jadinya.

"Kenapa tidak mau diperiksa?" tanya Ketua Majelis Hakim Yanto kepada pengacara Setnov.

Akhirnya pengacara Setnov Maqdir Isma menjelaskan alasannya. Maqdir menyebut bahwa dokter RSPAD yang datang adalah dokter umum sehingga tidak sebanding dengan dokter spesialis yang dihadirkan KPK. Oh gitu toh ternyata.

“Yang kami harapkan dokter ahli, tapi yang hadir dokter umum. Tidak akan berimbang," jelas Maqdir.

Drama pun makin rumit. Maqdir malah meminta kesempatan agar Setnov bisa dibawa dan diperiksa secara langsung di RSPAD. Sayangnya, Hakim Yanto tak langsung mengabulkan permohonan itu.

Alasan Hakim Yanto tak langsung mengabulkan permintaan tersebut sebenernya udah cukup jelas sih. Ya kan padahal dokter udah di-datengin, tapi kenapa malah ribet-ribet minta diperiksa ke RSPAD?

Hakim Yanto mempertanyakan kenapa kesempatan yang sudah diberikan untuk memeriksa kondisi kesehatan Setnov malah tak dimanfaatkan dengan baik.

“Waktu minta (dokter dari RSPAD) tadi gak ada komunikasi? Kan gitu. Jangan sampai (dokter) umum kemudian ditolak. Ini dilihat orang banyak," jelas Hakim Yanto.

Sekadar informasi, sidang perdana Setnov sendiri sempat diskors selama sekitar 4 jam sejak pukul 10.40 WIB hingga dibuka lagi pukul 14.41 WIB. Bahkan sebelumnya sidang sempat diskors karena Setnov minta izin ke toilet.

Namun, sekitar 5 menit setelah kembali dari toilet dan sidang dimulai, sidang malah diskors lagi. Ampun deh ada apa lagi sih ini?

Ternyata hakim memutuskan menskors sidang untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan Setnov. Lagi, lagi dan lagi, saat sidang dimulai kembali, politisi kelahiran Bandung Jawa Barat 12 November 1955 itu terus menunduk lunglai dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan hakim.

Lalu, gimana ending-nya? Yak, Setnov akhirnya ngomong juga dan mengaku kurang sehat. Hakim pun memutuskan bahwa sidang kembali diskors. Gak ngerti lagi deh sama si ‘Papa’. Semoga cepat sehat ya pa.

Related Article