Analogi Prabowo Soal Korupsi Stadium 4 dan Jawaban Jokowi

Perkataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menjadi bahan perbincangan publik. Ia mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium 4. Sebetulnya, ucapan itu  sudah terlontarkan sejak Selasa, 27 November 2018 lalu, saat Prabowo menjadi pembicara utama dalam acara The World in 2019 Gala Dinner yang diselenggarakan The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura.

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan tim terbaik untuk menciptakan pemerintahan baru yang bersih dan anti korupsi. Dia juga bilang, kalau nanti terpilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti, Prabowo berjanji akan menciptakan pemerintahaan yang demokratis dan modern, serta birokrasi pemerintahaan yang bersih.

“Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat," kata Prabowo yang tertulis juga di keterangan tertulis Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Benarkah korupsi di Indonesia sudah separah yang digambarkan Prabowo?

Kanker Stadium 4 dalam Dunia Medis

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dikutip dari situs Alodokter.com, bahwa sel normal dalam tubuh memiliki perbedaan dengan sel kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali. Stadium itu sendiri adalah tingkatan perkembangan sel kanker.

Tingkat stadium pada penyakit kanker merupakan gambaran untuk mengukur seberapa besar pertumbuhan sel kanker, dan sejauh mana penyebaran sel kanker dari tempat asal tumbuhnya. Merujuk pada perkataan Prabowo tentang kanker stadium 4, dalam dunia medis sendiri itu artinya sel kanker sudah menyebar ke jaringan organ tubuh lain.

Ketika kanker sudah menyebar, maka akan semakin sulit untuk mengendalikannya. Tujuan adanya peningkatan dalam kanker sendiri sebenarnya untuk mengetahui upaya penyembuhan, atau setidaknya percobaan menghentikan penyebaran sel kanker, serta mengurangi keluhan pendirita.

Jika melirik lagi dengan ucapan Prabowo yang mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium 4 sebetulnya memang bisa dianalogikan. Sebab, menurut National Breast Cancer Foundation, gejala penyakit kanker stadium 4 ini sangat bergantung pada sejauh mana sel kanker telah menyebar di dalam tubuh.

Meski kanker stadium 4 cenderung tidak dapat disembuhkan, tapi pasien tetap harus melakukan pengobatan. Dengan menerima perawatan yang tepat tentu dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, misalnya melakukan kemoterapi, radiasi, atau terapi imun.

Jawaban Lawan Prabowo Terkait Kasus Korupsi di Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan lawan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 nanti memberikan tanggapan terkait korupsi di Indonesia yang sudah stadium 4. Jokowi bilang, kalau Indeks Pemberantasan Korupsi (IPK) di Indonesia terus membaik dari waktu ke waktu.

"Tahun 1998 sampe ke 2018 loncatannya saya rasa sangat signifikan sekali. Dari yang terjelek se-ASEAN (skor 20), sekarang naik ke angka 37. Ini patut disyukuri," kata Jokowi setelah menghadiri peringatan hari antikorupsi sedunia yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta, Selasa, 4 November 2018 kemarin.

Meski begitu, Jokowi sendiri mengakui masih banyak yang harus diperbaiki untuk terus mencegah dan memberantas Korupsi yang ada di Indonesia. Tapi, kakek Jan Ethes itu tetap menginginkan agar publik mengetahui bahwa IPK yang diraih Indonesia memiliki perubahan ke arah yang baik.

"Pak ketua KPK bilang, loncatan kita yang tertinggi di dunia loh. Ya, kita bicarakan pakai angka-angka, seperti ketua KPK pakai data. Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4, tidak ada," kata Jokowi menyindir pidato Prabowo.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo juga sebelumnya telah menepis pernyataan Prabowo dengan membandingkan kondisi Indonesia selepas Orde Baru (Orba). Saat Orba, menurut Agus, indeks persepsi korupsi Indonesia paling buruk se-ASEAN. Untuk saat ini, Agus menyebut angka itu semakin baik.

"Sekarang sudah 37 skor (Indeks Persepsi Korupsi), kalau tahun 1999 kita ASEAN paling bawah, jelek. Sekarang di ASEAN, di atas kita Singapura, Malaysia 51 skornya, kemudian Brunei (Darussalam). Jadi dulu Vietnam, Filipina di atas kita, sekarang sudah di bawah kita," ungkap Agus di sela-sela acara Festival Lagu Suara Anti-Korupsi di Plaza Festival, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat, 30 November 2018 lalu.

Related Article