Alternatif Kegiatan Kalau Bosan Dengar Berita Ratna Sarumpaet

Udah lebih dari seminggu kabar kebohongan Ratna Sarumpaet yang dibongkarnya sendiri jadi bahan cemoohan. Pihak yang sebelumnya membela mati-matian, malah jadi boomerang yang menyerang. Lucunya, sekarang main salah-salahan, berlomba biar keliatan kayak korban penipuan.

Sebenarnya sih memang setiap isu-isu yang lagi viral akan selalu dibahas habis-habisan di berbagai media. Itu menjadi satu konsep yang udah jadi rahasia umum.

Tapi, pada merasa bosen enggak sih kalau ngeliat berita yang itu-itu aja? Nah, daripada eneg selalu ngeliat berita yang sama setiap harinya, mending ikutin tips berikut ini deh!

1. Blokir-blokirin akun cebong-kampret

Biasanya nih, yang selalu bikin heboh satu isu enggak penting itu adalah kelompok yang suka menghina satu sama lain karena perbedaan pandangan tentang sosok calon presiden. Ada sebutan cebong dan kampret, pemberian label untuk kpendukung yang saling sinis terkait apapun yang sedang lagi dihebohkan.

Enggak seperti adu argumen yang bisa memberikan kita banyak pengetahuan. Kerusuhan cebong-kampret ini hanya berputar-putar mempermasalahkan soal isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Parahnya, mereka bertebaran di berbagai media sosial. Baik Twitter, Instagram, apalagi Facebook.

Nah, buat yang udah keburu muak dengan berita semacam perkembangan informasi Ratna Sarumpaet, mending mulai dicicil dengan ngeblokirin akun-akun cebong-kampret itu.

Ciri-ciri akunnya gimana? Pertama, selalu ngasih komen negative di berbagai postingan. Kedua, saat kita cek akunnya, ternyata followers-nya cuman 1 atau bahkan 0. Yang ketiga, akun-akun cebong ini biasanya pake foto profil palsu.

Yang bikin kesel dari akun-akun semacam itu adalah, sepandai-pandainya kalian bikin tanggapan yang sesuai fakta dan masuk akal secara logika, mereka akan tetap ngasih respon yang enggak nyambung biar selalu ada keributan.

2. Kurang-kurangin buka media mainstreem

Nah, kalau udah ribut nih, biasanya media mainstream tuh seneng banget nge-cover isunya. Karena udah pasti banyak yang ngeliat. Semakin banyak yang melihat, semakin tertarik lah para pengiklan, dan semakin kaya raya lah mereka yang punya media.

Sedangkan kita yang kebawa emosi dan sempat keikutan ribut-ribut di media sosial, cuman dapet kebodohannya aja. Jangankan dapat uang buat makan sehari-hari, ribut-ribut menanggapi akun cebong-kampret itu malah ngebuat kita makin bodoh. Percaya deh!

Mirisnya lagi, kadang kehebohan enggak penting itu terus-terusan dibahas dan masih banyak yang minat. Kan kasihan sama yang masyarakat yang masih waras dan butuh informasi lebih penting. MIsalnya nih, berita tentang bencana alam yang cuman heboh dalam hitungan hari.

Orang-orang udah jarang ada yang peduli gimana pemerintah menangani pemulihannya. Padahal, bencana alam seperti gempa dan tsunami itu butuh pertolongan yang enggak cuman sesaat, tapi juga berangsur-angsur hingga keadaan wilayah mereka benar-benar pulih. Sampai anak-anak bisa kembali sekolah, sampai para ibu bisa kembali memasak di dapur rumahnya sendiri, hingga para keluarga bisa bekerja seperti semula.

Lah ini, malah Ratna Sarumpaet yang berhari-hari jadi headline, sedih akutuh!

3. Liburan

Kalau udah enggak bisa lagi membendung perasaan mual melihat informasi yang gitu-gitu aja, berarti udah saatnya kita semua refreshing. Lepaskan semua penat, hentikan sejenak hiruk pikuk keviralan di genggaman hape.

Liburan yang mampu menumbuhkan kembali semangat hidup sebenarnya juga bisa kita manfaatkan sebagai verifikasi setiap berita yang ada di media sosial. Sebab dengan melihat secara langsung, kita semua jadi bisa lebih mengerti bagaimana keadaan yang sebenarnya terjadi. Jadi, bukan cuman melihat dari layar kaca smarthoneI aja.

Karena percaya deh, banyak hal yang masih bisa kalian rasakan di luar gawai canggih itu, selain menghindari berita tentang Ratna Sarumpaet tentunya.

Related Article