Ada Potensi Tukang Becak dari Daerah Serbu Jakarta, Ini Strategi Anies-Sandi

Tukang becak di DKI Jakarta lagi harap-harap cemas nih guys menanti realisasi kebijakan Anies Baswedan yang ingin menghidupkan kembali becak. Malahan nih, tukang becak di daerah-daerah yang denger kabar gembira itu bisa aja menyerbu Ibu Kota. Wah repot ya guys kalo beneran kejadian.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan emang mau mengoperasikan lagi becak di Jakarta, terutama sebagai moda transportasi di jalanan kampung. Selain menuai kontroversi, kebijakan Anies itu juga bakal memancing tukang-tukang becak di daerah untuk mengadu nasib di Ibu Kota. Nah lho, gimana kira-kira langkah Pemprov DKI ya melihat potensi itu?

Anies sendiri mengaku akan mengatur keberadaan becak nantinya yang akan beroperasi di wilayah Jakarta. Saat ini, memang becak yang ada di Jakarta tengah didata Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dan Anies sendiri akan memastikan becak akan beroperasi di wilayah tertentu sesuai kebutuhan saja.

"Karena itulah mengapa kita ingin mengatur? Supaya jelas. Di mana mereka? Di kampung ini bisa beroperasi dan ada persyaratannya,” kata Anies Baswedan saat jadi bintang tamu di acara Mata Najwa, Rabu (24/01).

“Jadi satu, harus ada kesepakatan warga bahwa di situ dibutuhkan becak. Kalau tidak ada kesepakatan itu berarti tidak ada kebutuhan, nggak usah ada becak," tegasnya.

Anies pun menegaskan bahwa jika nanti ada becak yang datang dari luar Jakarta, maka becak tersebut akan diminta untuk keluar dari wilayah Jakarta. Untuk itulah pentingnya pendataan keberadaan becak oleh Dishub DKI Jakarta.

"Begitu kita sudah menentukan mereka yang berada di sini. Dan sekarang sedang dicatat, Dishub sudah bekerja mencatat, maka mereka yang selama ini tidak berada di sini, keluar, tapi mereka yang ada di sini, Dishub sedang mencatat,” ujarnya.

“Jadi kita tahu persis bahwa yang diberikan kesempatan untuk bekerja di sini. Kita akan rutin cek, identitas orang dan becaknya, begitu mereka tidak terdaftar, becak itu harus keluar dari Jakarta," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Senada dengan Anies, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno juga dengan tegas melarang terjadinya urbanisasi tukang becak dari daerah ke wilayah Jakarta. Bahkan, Sandi akan langsung memulangkan tukang becak dari daerah yang masuk ke Ibu Kota.

"(Becak) nggak boleh. (Penanganannya) kita pulangin lagi," kata Sandiaga Uno di Kuningan, Jakarta Selatan, sebagaimana dikutip dari Detikcom, Jumat (26/01).

Sekali lagi, pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru, Riau pada 28 Juni 1969 tersebut menegaskan bahwa tak akan ada kesempatan bagi tukang becak di daerah untuk mengadu nasib di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta hanya akan fokus membina tukang becak di Ibu Kota saja.

"Tegas saja. Kan sesuai dengan pergub sekarang saja. Gitu. Dari luar nggak. Yang ada di sini yang kita tata, dari luar nggak. Kita berikan pelatihan, kita pastikan mereka sesuai," tegasnya.

Sebelumnya pada pertengahan Januari 2018 kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memang berencana menghidupkan kembali moda transportasi becak di wilayah Jakarta. Meski muncul banyak pro kontra, Anies menegaskan bahwa becak nantinya akan dioperasikan sebagai angkutan kampung bukan di jalan-jalan protokol.

"Kita tidak pernah merencanakan becak di jalan raya. Becak ini di dalam kampung, angkutan kampung, angkutan lingkungan. Jangan berimajinasi bahwa becak akan berada di jalan-jalan utama Jakarta," kata Anies Baswedan seperti dinukil dari Detikcom, Selasa (16/01).

Menurut Anies, keberadaan becak masih sangat dibutuhkan oleh warga Ibu Kota. Anies memberikan contoh, salah satu pihak yang masih memerlukan keberadaan becak adalah ibu-ibu yang berbelanja di pasar yang sering punya barang belanjaan yang banyak.

"Kami akan atur agar kebutuhan warga akan transportasi difasilitasi. Becak tidak akan ada kalau tidak ada kebutuhan atas becak. Untuk itu, angkutan baru akan kami segerakan, bagian ini agar becak dapat beroperasi di rute yang ditentukan," ujar Anies saat itu.

Related Article