Abaikan Protokol COVID-19, Wisatawan Asing Beramai-Ramai Yoga di Bali

Sekelompok wisatawan asing di Bali menjadi sasaran amarah warganet. Sebabnya, beredar foto-foto mereka berkerumun dalam sebuah pagelaran spiritual tanpa mengindahkan protokol keamanan COVID-19. Bagaimana rinciannya?

House of Om, sebuah komunitas serta sekolah spiritual yang terletak di Kabupaten Gianyar, menggelar acara yoga massal bertajuk "malam bhakti" pada hari Kamis (18/6) dan mengunggah undangan digital di akun Instagram-nya awal pekan lalu. Lewat undangan tersebut, House of Om menyatakan berniat mengumpulkan lebih dari 100 orang untuk “bersama-sama menciptakan perayaan yang luar biasa," dan meminta orang-orang “mengajak sebanyak mungkin teman dan keluarga.”

Pihak House of Om juga mewajibkan pesertanya membayar biaya partisipasi sebesar Rp50 ribu yang katanya akan didonasikan kepada banjar  setempat. Meski unggahan tersebut dihapus setelah keributan pecah, hasil tangkapan layarnya tetap berseliweran.

Tak lama setelah acara dijadwalkan, komunitas spiritual itu mengunggah sejumlah foto aktivitas selama acara tersebut berlangsung melalui laman Facebook-nya. Dapat terlihat puluhan wisatawan asing duduk berimpitan tanpa mengenakan masker.

Pembicaraan dimulai oleh Jenny Jusuf di Twitter. Ia mengunggah ulang foto-foto wisatawan pada pagelaran yoga massal tersebut dan menambahkan kritik. Pendiri House of Om, Wissam Barakeh, awalnya menanggapi amarah warganet dengan berkilah. Ia mengatakan kepada Kumparan bahwa foto tersebut diambil pada bulan Desember 2019, sebelum pandemi COVID-19 mewabah.

"Foto itu diambil pada Desember 2019, dan kami telah melakukan program yoga selama bertahun-tahun. Tentunya kami punya foto-foto dari tahun lalu (sebelum COVID-19) yang mana kami pakai untuk keperluan promosi. Jadi kami pakai database tersebut untuk promosi atau publikasi di sosmed," kata Barakeh kepada Kumparan pada Minggu (21/6).

Namun, tak lama, ia merevisi pernyataan tersebut. Ia mengakui keberadaan kegiatan tersebut. Melalui akun Instagram-nya, ia menyampaikan permintaan maaf dan mengklaim bertanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut.

"Untuk semua masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bali. Nama saya Wissam Barakeh, saya adalah pendiri dari House of Om. Saya bertanggung jawab penuh atas acara yang terjadi pada tanggal 18 Juni 2020 lalu. Di mana banyak orang yang datang ke sekolah kami. Hal tersebut adalah kesalahan besar dan tidak masuk akal yang terjadi di masa sulit seperti sekarang ini," tulisnya pada Senin (22/6)

Dia juga menjelaskan bahwa komunitasnya telah melakukan kegiatan amal dalam beberapa bulan terakhir, ia beralasan bahwa acara pekan lalu adalah penggalangan dana yang dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan

"Kami mengadakan acara pada tanggal 18 Juni yang lalu bertujuan untuk menggalang dana agar kami bisa membantu semaksimal mungkin masyarakat yang membutuhkan bantuan. Saya mohon maaf sebesar besarnya karena sudah menimbulkan risiko yang serius atas tindakan kami tersebut. Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bali atas tindakan kami yang kurang bertanggung jawab," 

Jenny Jusuf menganggap permintaan maaf Barakeh tersebut disampaikan secara "setengah hati". Sebabnya, selain sempat berbohong, pihak House of Om juga mengungkit jasa mereka yang memberikan bantuan kepada masyarakat setempat dalam permintaan maafnya.

“Semoga pemerintah Bali tegas menindak orang-orang asing macam ini. Kalau semua selesai dengan minta maaf, ya gak akan ada kapoknya,” kata Jenny.

Hingga hari Selasa (23/6),  tercatat 1.116 kasus positif COVID-19 di Bali, 639 orang di antaranya sembuh dan 9 meninggal dunia.

Related Article