Jokowi Datang ke HUT Bukalapak, Memang Penting?

Bukalapak, salah satu startup terbesar di Indonesia, pada hari Kamis (10/1) kemarin berulang tahun yang ke-9. Di ulang tahun yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta ini, Bukalapak kedatangan tamu spesial. Ia adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi Kaget Dengar Modal Awal Bukalapak

Kehadiran Jokowi di acara tersebut tentu disambut dengan hangat oleh tuan rumah acara. Tak tanggung-tanggung, yang turun menemani Jokowi adalah CEO Bukalapak langsung, Achmad Zaky. Pada kesempatan tersebut, Jokowi pun tidak malu-malu untuk berkelakar. Di hadapan awak media, ia menceritakan kembali modal awal Bukalapak yang hanya Rp80 ribu. “Pak Zaky tadi menyampaikan bahwa modal untuk mendirikan Bukalapak itu Rp80 ribu. Bener? Delapan puluh ribu Dolar atau Rupiah ini? Rupiah, ya? Iya, Rupiah,” ungkap Jokowi di hadapan awak media bersama Zaky, Kamis (10/1) kemarin. Uang Rp80 ribu tersebut pun ternyata hanyalah modal awal untuk membayar alamat situs jejaring Bukalapak.

Kemudian, Jokowi pun sempat menceritakan perjalanan berliku yang dilalui oleh Bukalapak. Jokowi menceritakan seperti apa kondisi Zaky di tahun 2011 yang ingin menyerah. “Kemudian, di 2011, setahun setelah didirikan, Pak Zaky sempat agak putus asa, sudah mau nyerah, karena sudah kehabisan uang, dan juga calon mertuanya tidak yakin Bukalapak ini memberikan penghasilan yang stabil,” ucap Jokowi. Ia pun melanjutkan, “Pak Zaky itu sudah mau tutup Bukalapak. Tapi karena saat itu sudah ribuan UMKM yang mulai tergantung dengan platform Bukalapak, Pak Zaky tidak tega dan bersemangat  bagaimana agar bisa bertahan dan meneruskan perjuangannya.”

Selain bercerita tentang perjuangan Zaky, Jokowi pun menceritakan pada media tentang pentingnya e-commerce seperti Bukalapak untuk terus menggandeng warung-warung kecil sebagai mitra. Ia ingin Bukalapak dapat menjadi wadah bagi UMKM di seluruh Indonesia. “Saya mengajak Bukalapak agar membangun ekosistem online ini supaya tersambung dengan sistem offline-nya, artinya seluruh UMKM yang ada di negara kita bisa masuk semuanya,” tuturnya.

Pentingnya Kedekatan Startup Dengan Pemerintah

Melihat bagaimana Jokowi dekat dengan Bukalapak, gambaran besar yang perlu dipahami adalah adanya kedekatan antara startup dengan pemerintah. Hal ini tentu baik, mengingat kehadiran perusahaan startup sudah selayaknya diterima dengan tangan terbuka. Eric Ries, dikutip dari Startups.co, mengungkapkan kalau startup adalah institusi manusia yang didesain untuk menciptakan produk atau jasa di bawah kondisi yang tidak pasti. Startup berangkat dari mimpi dan gagasan besar, bukan mengikuti pakem arus utama yang sudah ada. Startup hadir memberikan solusi, tanpa tau pasti seperti apa keuntungan yang dapat diambil di masa depannya.

Dengan semangat seperti itu, kehadiran pemerintah adalah suatu berkah. Startup, sebuah konsep yang rentan dengan kegagalan, dapat lebih tenang dengan hadirnya tangan terbuka pemerintah. Karena toh, kalau startup ini berhasil, pemerintah dan masyarakat lah yang akan merasakan manfaat terbesarnya.

Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, sudah semakin banyak contoh perusahaan-perusahaan startup yang berhasil mempermudah hajat hidup masyarakat. Mulai dari startup berbasis e-commerce, sampai layanan transportasi umum, startup hadir membantu masyarakat. Dulu, kalau ingin belanja sesuatu, harus datang ke pertokoan. Saat ini? Tinggal melalui satu sentuhan. Begitu pun jika ingin bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi umum berbasis layanan internet siap mengantar kalian. Yang awalnya hanya berbekal mimpi, kini telah menjadi solusi.

Related Article