"Black Hole" Pertama Kali Terlihat Wujudnya

Untuk pertama kalinya, astronom mendapatkan kesempatan untuk melihat wujud asli black hole atau lubang hitam yang selama ini bentuk dan wujudnya hanya sebatas prediksi para ahli. Satu gambar dari pusat Messier 87, sebuah galaksi berjarak 55 juta tahun cahaya dari bumi, memperlihatkan sebuah cincin bercahaya yang di tengahnya merupakan lubang hitam tersebut.

Seorang peneliti dari Radbourd University Nijmegen bernama Heino Falcke menuturkan bahwa selama ini teman-temannya berusaha meyakinkan bahwa manusia tidak akan bisa melihat lubang hitam. Meski ia setuju dengan ucapan teman-temannya tersebut, ia yakin bahwa manusia dapat melihat bayangannya.

“Apa yang kalian lihat adalah sebuah cincin api. Teman-teman saya selalu bilang kepada saya bahwa kita tidak bisa melihat black hole. Mereka benar. Kalian tidak bisa. Namun kalian dapat melihat bayangannya. Kita sedang mengamati sebuah wilayah yang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya, yakni sebuah titik ujung (event horizon), sebuah titik tanpa arah balik,” ujar Heino Falcke, seperti dilansir dari The Times of London.

Menunjukkan kekagumannya, seorang peneliti dari Universitas Surrey Jim Al-Khalili merasa bahwa hal ini adalah hal yang bersejarah. Nantinya, gambar pertama lubang hitam ini akan ada di berbagai buku-buku tentang astronomi.

“Gambar ini akan ada di seluruh buku-buku panduan tentang astronomi…wow, sebuah terobosan yang luar biasa dalam ruang-waktu,” tutur Jim.

Black Hole, Sebuah Teori Lama yang Berkembang dari Masa ke Masa

Black hole atau lubang hitam adalah sebuah wilayah di ruang angkasa yang memiliki daya gravitasi begitu kuat. Saking kuatnya, tidak ada satu pun partikel yang bisa keluar dari black hole tersebut. Teori relativitas umum memprediksi bahwa lubang hitam ini terbentuk akibat massa padat yang merusak ruang waktu.

Meski gambar temuan proyek Event Horizon Telescope (EHT) ini adalah gambar lubang hitam pertama yang bisa dilihat oleh umat manusia, teori dan ide mengenai lubang hitam sudah ada sejak lama. Teori mengenai sebuah benda besar di ruang angkasa yang bahkan cahaya tidak bisa keluar pertama kali dicetuskan di abad ke-18 oleh John Michell dan Pierre-Simon Laplace.

Selama satu abad selanjutnya, tidak ada perkembangan signifikan mengenai teori lubang hitam ini. Baru pada tahun 1916, seorang astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild kembal melakukan terobosan dalam perkembangan teori ini. Berangkat dari teori relativitas umum Albert Einstein, Schwarzschild berhasil mencetuskan teori tentang karakteristik lubang hitam.

Di tahun 1958, seorang ahli bernama David Finkelstein kembali mengembangkan teori ini. Ia berhasil mengidentifikasi permukaan black hole yang berbentuk event horizon, yakni sebagai titik ujung tanpa arah balik. Pertengahan abad ke-20 juga menjadi titik awal era keemasan penelitian tentang black hole yang terus berkembang hingga saat iniKini, lubang hitam diteliti oleh berbagai peneliti di dunia. EHT yang berhasil menangkap gambar lubang hitam untuk pertama kalinya merupakan salah satu organisasi tempat kolaborasi para peneliti lubang hitam.

Nama "Black Hole" Baru Dicetuskan Pada Tahun 1960-an

Terdapat beberapa versi terkait awal tercetusnya istilah ini. Satu versi menyebutkan bahwa istilah "black hole" pertama kali dicetuskan oleh fisikawan bernama Robert H. Dicke di awal tahun 1960-an. Versi kedua menyebutkan kalau istilah "black hole" pertama kali digunakan oleh majalah Life dan Science News di tahun 1963. Sedangkan versi ketiga menyebutkan kalau istilah tersebut digagas pertama kali oleh John Wheeler, setelah disarankan oleh muridnya pada bulan Desember 1967.

Sebelumnya, John Michell menggunakan istilah “bintang hitam (dark star)”. Sedangkan fisikawan di awal abad ke-20 menggunakan istilah “obyek yang kolaps secara gravitasi (gravitationally collapsed object)”.

Related Article