Berniat Mengumpulkan Para Pemuda, Dahnil Anzar Malah Harus Berurusan dengan Kepolisian

Beberapa hari belakangan ini, Dahnil Anzar Simanjuntak dihadapkan pada satu kasus baru yang sedang menyeret namanya, yaitu kasus dana kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Dahnil Anzar, yang kini menjabat sebagai Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut. Diduga, dana acara tersebut telah diselewengkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono pun mengatakan kalau dirinya sebenarnya menerima laporan kasus ini dari masyarakat. ia pun sedang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) untuk mengumpulkan barang bukti terkait kasus penyelewengan ini. Selain bekerja sama dengan Kemenpora, kepolisan juga bekerja sama dengan Badan Pemerika Keuangan (BPK) dengan mengadakan gelar perkara. Hasilnya? Diduga terdapat kerugian yang dialami oleh negara.

Permasalahannya adalah BPK sendiri tidak merasa ada dugaan penyelewengan dana kegiatan kemah dan apel ini dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Dilansir dari IDNTimes.com, Moermahadi menyatakan, “yang perkemahan pemuda, tidak ada dalam LHP BPK.” Melalui akun Twitternya, Achsanul Qosasi, anggota III BPK, pun memastikan pemeriksaan kasus ini tidak berdasarkan LHP BPK. Bahkan BPK tidak pernah menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut. “Jadi bukan berdasar LHP-BPK, dan BPK belum pernah menghitung kerugian negaranya,” ungkap Achsanul.

Imam Nahrawi, selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), yang memang menggagas acara tersebut pun terkejut ketiga anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam dipermasalahkan. Mengutip dari Antara, “Tentu saya terkejut sebab selama ini tidak menemukan adanya permasalahan pada kegiatan yang digelar tahun lalu,” ungkapnya, hari Minggu (25/11) kemarin.

Ada atau tidaknya penyelewengan anggaran dari acara ini, tentu proses hukum yang akan menentukan. Namun sebenarnya, acara kemah ini, acara apa sih?

Buah Kerjasama Kemenpora dan Organisasi Pemuda Muslim

Acara tahun 2017 yang sedang bermasalah terkait dugaan penyelewengan dana tersebut adalah sebuah acara yang bernama Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia. Acara ini diprakarsai oleh Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Banser Ansor Nahdlatul Utama, bekerja sama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Kegiatan ini diikuti oleh 20 ribu peserta dan dilaksanakan pada tanggal 16 hingga 17 Desember 2017. Tema kegiatan acara yang dilaksanakan di kawasan Candi Prambanan ini adalah ‘Pemuda Hebat Jaga Bumi’.

Kala itu, Dahnil Anzar selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah menyatakan bahwa acara ini diharapkan dapat memperkuat persaudaraan antara saudara seiman dan setanah air. Dilansir dari SINDOnews, “Bangunan ukhuwah bashariyah, ukhuwah Islamiyah, dan ukhuwah wathaniah harus diperkuat. Salah satunya melalui acara kemah dan apel ini,” ungkap Dahnil, pada 16 Desember tahun lalu.

Dahnil pun mengakui jelas ada perbedaan antara Anshor dan Pemuda Muhammadiyah. Itu lah sebabnya acara ini dilangsungkan. Harapannya, kedua organisasi kepemudaan Islam ini dapat bergotong royong merayakan perbedaan. Dengan adanya apel ini, ada langkah konkrit yang dilaksanakan untuk merayakan perbedaan tersebut.

Dalam acara ini, hadir pula Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara. Ia mengatakan pentingnya mengingat Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia juga harus bisa menjadi bangsa yang memberikan contoh toleransi antar umat beragama, terlepas dari Islam yang menjadi mayoritas. “Kita harus tahu bahwa, negara kita Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Negara kita menjadi contoh karena ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan karena ukhuwah basyariyah. Bahwa Indonesia dan contoh toleransi, contoh kegotong royongan, negara Indonesia adalah sumber inspirasi bagi negara muslim dan negara Islam di dunia,” ungkap Presiden Joko Widodo, Sabtu, 16 Desember 2017 lalu.

Related Article