Internasional

Zelensky Siap Mundur sebagai Presiden Ukraina Asal Tukar Guling dengan Keanggotaan NATO

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy/IG Zelenskyy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku bersedia untuk mendur dari jabatannya jika hal itu dapat membawa perdamaian bagi negaranya. Ia juga mengisyaratkan bahwa pengunduran dirinya bisa ditukar dengan keanggotaan Ukraina di NATO, sambil menolak tuntutan Amerika Serikat terkait mineral kritis dan sumber daya alam lainnya sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri perang.

Hal itu disampaikan Zelensky dalam konferensi pers pada hari Minggu (23/2/2025) waktu setempat. “Jika [itu menjamin] perdamaian bagi Ukraina, jika kalian benar-benar membutuhkan saya untuk mengundurkan diri, saya siap. Saya bisa menukarnya dengan NATO,” kata Zelensky, dikutip melalui CNN.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa keanggotaan Kyiv di NATO tidak realistis, yang bertentangan dengan kebijakan resmi aliansi bahwa Ukraina berada di “jalur yang tidak dapat diubah” menuju keanggotaan.

Pernyataan Zelensky muncul di tengah perselisihan yang sedang berlangsung dengan Presiden AS Donald Trump, yang menyebutnya sebagai “diktator” karena tidak mengadakan pemilu saat Ukraina masih berada dalam kondisi perang.

Ukraina telah berada di bawah hukum darurat militer sejak Rusia melancarkan invasi yang tidak beralasan tiga tahun lalu. Hukum darurat militer tersebut melarang diadakannya pemilu.

Zelensky juga menolak tuntutan Trump yang meminta bagian senilai $500 miliar dari cadangan logam tanah jarang dan mineral lainnya di Ukraina sebagai bagian dari rancangan “kesepakatan” yang diklaim Trump akan mencerminkan jumlah bantuan yang telah diberikan AS kepada Ukraina selama perang dengan Rusia.

“Saya tidak akan mengakui angka $500 (miliar),” kata Zelensky dalam konferensi pers di sebuah forum yang menandai peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina.

“Menggunakan sumber daya Ukraina untuk membayar kembali jumlah tersebut bisa memakan waktu 250 tahun,” kata Zelensky, seraya menambahkan bahwa ia tidak bisa menandatangani kesepakatan yang akan membebani “sepuluh generasi rakyat Ukraina.”

AS adalah salah satu sekutu terdekat Ukraina di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, dengan memberikan puluhan miliar dolar bantuan militer. Namun, Trump telah menegaskan bahwa menurutnya AS tidak boleh lagi mengirimkan bantuan ke Ukraina tanpa mendapatkan imbalan.

Perselisihan antara Trump dan Zelensky semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Presiden AS itu secara keliru menuduh Ukraina sebagai pihak yang memulai konflik. Trump kemudian mengakui bahwa “Rusia yang menyerang,” tetapi menyalahkan pendahulunya, Joe Biden, dan Zelensky karena tidak menghentikan pertempuran lebih awal.

Ketegangan ini semakin memperburuk hubungan di saat yang sangat krusial dalam konflik. Pejabat AS dan Rusia bertemu di Arab Saudi minggu lalu untuk melakukan pembicaraan “eksploratif” mengenai cara mengakhiri perang, tetapi pertemuan itu berlangsung tanpa kehadiran Kyiv, yang memicu kepanikan di antara sekutu Eropa.

Baca Juga:

Raja Jordan Membisu Ketika Trump Ngomong Akan Ambil Gaza di Hadapan Wajahnya

Azerbaijan Minta Rusia Akui Kesalahan Tembaki Pesawat yang Jatuh di Kazakhstan

Zelensky Ingin Rebut Kembali Wilayah Ukraina dari Rusia dengan Diplomasi

Share: Zelensky Siap Mundur sebagai Presiden Ukraina Asal Tukar Guling dengan Keanggotaan NATO