General

Kronologi Puluhan Pendaki Rinjani yang Diduga Ditelantarkan

OlehPanji

featured
ANTARA/HO-Humas Polda NTB

Kasus penelantaran puluhan pendaki di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ramai diperbincangkan pada akhir pekan lalu. Aparat kepolisian menyelidiki kasus yang diduga karena ulah salah satu agen perjalanan wisata.

70 pendaki terlantar: Dikutip dari Antara, sebanyak sekitar 70 pendaki asal luar daerah diduga ditelantarkan oleh sebuah agen perjalanan di Gunung Rinjani.

Para pendaki yang tidak mengenali medan di salah satu pos peristirahatan Gunung Rinjani diduga ditelantarkan, dalam kegiatan pendakian yang berlangsung di penutup tahun 2021 tersebut.

Diselamatkan BTNGR: Beberapa diantara pendaki mengalami sakit. Beberapa sampai pingsan hingga hipotermia.

Beruntung pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) cepat mengidentifikasi keberadaan mereka. BTNGR segera melakukan pertolongan evakuasi dibantu warga sekitar Gunung Rinjani.

Diselidiki polisi: Polda NTB menyelidiki kasus dugaan penelantaran puluhan pendaki di Gunung Rinjani. Dari rangkaian penyelidikan, pihak kepolisian sudah mengambil keterangan sejumlah saksi, termasuk diantaranya pendaki yang menjadi korban.

"Sesuai informasi yang kami terima, Kapolres Lombok Timur sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.

Berakhir damai: Artanto mengatakan penyelesaian kasus secara damai dilaksanakan para pihak terkait melalui mediasi di Polsek Sembalun.

"Malam ini sudah dilakukan mediasi di Polsek Sembalun dan hasilnya menyatakan bahwa permasalahan sudah bisa diselesaikan secara kekeluargaan," kata Artanto dalam siaran persnya.

Cinta Noviani Rahayu yang mewakili rekan-rekannya dari pengguna jasa agen perjalanan wisata milik Edwin Riyanto, berterima kasih kepada kepolisian yang sudah memfasilitasi dalam menyelesaikan masalah ini dengan mediasi tanpa harus melanjutkan kasus ke proses hukum pidana.

"Mewakili rekan-rekan kami, saya meminta maaf dan terima kasih kepada Bapak Kapolsek Sembalun dan jajaran atas bantuannya terkait masalah yang kemarin sempat viral akhirnya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan," ujar Cinta.

Pahami prosedur pendakian: Artanto mengimbau kepada peminat perjalanan menuju kawasan Gunung Rinjani supaya lebih memahami prosedur pendakian. Salah satunya dengan mempelajari medan maupun jalur pendakian.

Para pendaki juga sebaiknya meminta informasi lengkap ataupun rekomendasi dari BTNGR tentang keberadaan agen perjalanan yang mampu memfasilitasi kegiatan pendakian. (zal)


Baca Juga:

BNPB: Jangan Ada Lagi Syuting Sinetron di Lokasi Bencana

Wisata Halal Butuh Standardisasi

Muntahkan Awan Panas, Gunung Merapi Berstatus Siaga

Share: Kronologi Puluhan Pendaki Rinjani yang Diduga Ditelantarkan