Covid-19

Kasus Perdana Corona Varian Omicron di Jawa Timur, Pasien Domisili Surabaya

OlehPanji

featured image
antarafoto.

Jawa Timur mendeteksi pasien covid-19 varian baru Omicron kasus perdana di wilayahnya. Pasien pertama Omicron tersebut merupakan warga Surabaya.

Kabar tersebut dikonfirmasi  Ketua Institute of Tropical Disease (ITD) dan Tim Peneliti Unair, Prof dr Maria Lucia Inge Lusida MKes PhD SpMK. Satu sampel tersebut terdeteksi merupakan warga Surabaya.

"Satu sudah confirmed, orang Surabaya," kata Prof Inge, Minggu (2/1) seperti diberitakan Detik.

Sudah dilaporkan: Prof Inge menjelaskan, pihaknya sudah melapor ke Kemenkes usai satu whole genome dari Surabaya terdeteksi Omicron.

“Sudah kita laporkan ke Pak Menkes, sudah dilaporkan di data bank GISAID," jelasnya.

Pendeteksian tersebut lantaran hingga saat ini ITD Unair rutin melakukan pemeriksaan whole genome dari Jatim. Hal itu dilakukan lantaran pihaknya ditugaskan oleh Kemenkes untuk meng-cover seluruh sampel di Jatim.

Selama ini, kata dia, pihaknya banyak menerima sampel dari beberapa RS dan laboratorium. Tetapi sekarang tidak sebanyak saat varian Delta marak.

"Tapi harus hati-hati, takutnya menanjak. Rutin datang (sampel), kalau sekarang kasusnya sedikit ya dikit, kasus banyak ya banyak," tambahnya.

Kasus covid Jatim: Kasus COVID-19 aktif di Jatim per 1 Januari 2022 ada 98 orang dari total 400.081. Pasien meninggal sebanyak 29.746 orang dan yang sembuh sebanyak 370.237.

Update Omicron: Sementara itu, total kasus varian Omicron nasional per Sabtu (1/1) menjadi 136 kasus, setelah penambahan kasus baru hari ini sebanyak 68 pasien.

Imported case: Juru bicara program vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmidzi mengatakan 68 kasus baru tersebut datang dari pelaku perjalanan luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 kasus dialami oleh warga negara asing (WNA).

"Semua kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri, dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat," kata Nadia seperti dikutip dari situs Kemenkes, Sabtu (1/1).

Mayoritas gejala sedang: Dari 68 Kasus Konfirmasi Omicron tersebut, lanjut Nadia, sebanyak 29 orang tidak memiliki gejala, 29 orang sakit dengan gejala ringan, 1 orang sakit dengan gejala sedang, dan 9 orang lainnya tanpa keterangan.

Baca juga:

Dua Tewas Kebakaran Bengkel di Mampang, Penyebab Puntung Rokok Masuk Cairan Spiritus

Jokowi: Meski Belum Juara, Rakyat Tetap Bangga Usaha Timnas di Piala AFF

Fakta Seputar Indeks Kebahagiaan Warga DKI yang Merosot dan di Bawah Rata-rata Nasional



Share: Kasus Perdana Corona Varian Omicron di Jawa Timur, Pasien Domisili Surabaya