Anggota TNI Angkatan Laut dan Udara diduga terlibat dalam pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal.
Hal itu diungkapkan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dari hasil investigasi tragedi tenggelamnya kapal hingga menewaskan 11 TKI di perairan Malaysia.
TNI kirim TKI ilegal: Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan ada dugaan keterlibatan TNI AL dan AU dalam pengiriman TKI ilegal ke Malaysia.
Dugaan keterlibatan mereka terungkap usai BP2MI melakukan investigasi kasus kapal tenggelam di lepas pantai Johor Baru, Malaysia yang menewaskan beberapa TKI
Peran Anggota TNI: BP2MI menyatakan anggota TNI AL dan AU terlibat mulai dari membawa TKI ke pelabuhan hingga proses pemberangkatan lewat jalur laut ke Malaysia.
Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI, Irjen Achmad Kartiko menyebut anggota TNI itu diduga punya peran masing-masing.
“Ini masih dalam dugaan, prosesnya adalah membantu transportasi mereka dari bandara. Kemudian ke lokasi pelabuhan dan sampai dengan proses keberangkatan. Jadi masih proses pengembangan,” kata Kartiko.
Hingga saat ini pihak TNI belum bicara soal temuan keterlibatan anggotanya yang diungkap BP2MI.
Lapor Panglima: BP2MI bakal memberikan hasil investigasi kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Nantinya akan ada pembahasan lebih lanjut
Jumlah Tersangka: Sejauh ini, kepolisian sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni JI dan AS.
Polisi menetapkan mereka sebagai tersangka berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh para korban selamat
Jenazah TKI Dipulangkan: Sebanyak 11 jenazah WNI yang tewas sudah dipulangkan dengan kapal Polisi Laksmana 7012.
Mereka meninggal dunia ketika kapal yang ditumpanginya tenggelam di perairan Johor Baru, Malaysia.
Baca juga:
Peran 3 Prajurit TNI saat Tabrakan yang Tewaskan Handi-Salsabila
Prajurit TNI Tulis Nomor HP di Paspor Mahasiswi yang Karantina
Respon Panglima TNI Usai Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Helikopter Dihentikan