Isu Terkini

Haji Lulung, Politikus yang Berjuang Hidup dari Jual Barang Bekas

OlehRay

featured image
Asumsi/Distrik

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana meninggal dunia, Selasa (14/12/2021). Pria yang dikenal dengan sapaan akrab Haji Lulung ini meninggal dunia di di RS Harapan Kita, Jakarta.

Keluarga

Nama Lulung tak hanya dikenal sebagai politikus, melainkan juga dikenal sebagai tokoh Tanah Abang. Mengutip situs jakarta.go.id, Lulung merupakan putra dari tentara BKR/TNI bernama Ibrahim Tjilang.

Lulung lahir di Jakarta pada 24 Juli 1959. Ia merupakan suami dari Emma Mutmainah dan ayah dari tiga orang anak, yaitu Guruh Tirta Lunggana, Lista Puspa Indah, dan Sutera Cendikia Gana Cipta.

Sang ayah yang mengidolakan sosok Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln membuatnya memilih nama "Abraham" untuk Lulung yang diketahui merupakan putra ketujuh dari sebelas bersaudara ini.

Sedangkan nama "Lulung" merupakan panggilan dari teman-temannya yang dianggap sebagai teman yang suka menolong.  Lulung ditinggal sang ayah yang wafat pada tahun 1975.

"Ayahnya meninggal dunia dengan pangkat Peltu dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Ia berusia 16 tahun dan masih SMP ketika ayahnya berpulang. Ayahnya tidak meninggalkan banyak harta untuk sang ibu dan anak-anaknya," tulis sumber tersebut.

Dari Jual Barang Bekas jadi Manajer

Sejak saat itu, Lulung membantu ibunya yang menjadi orang tua tunggal sekaligus mencari nafkah untuk menghidupi saudara-saudaranya. Ia membantu mencari nafkah dengan mengumpulkan sampah plastik, karung, kardus dan per untuk dijual kembali.

Perjuangan Lulung mencari nafkah dari mengumpulkan barang-barang bekas, membawanya menjadi bos pengepul barang bekas di Pasar Kebon Dalem pada tahun 1976.

Meski sempat putus sekolah karena harus mencari uang, Lulung tetap melanjutkan pendidikannya. Pada tahun 1978, ia melanjutkan sekolah di STM di YPMII di daerah Pasar Jumat.

Lulung kemudian dipercaya sebagai Kamtib LKMD Kelurahan Kampung Bali di tahun yang sama hingga pada tahun 1981, bertepatan dengan lulus dari STM, ia menjadi Ketua Pemuda Panca Marga Kecamatan Tanah Abang. 

"Di masa krisis moneter di tahun 1997, ia berperan membangun kios-kios kecil dipinggir tembok Blok F Tanah Abang. Pada tahun 2000, Lulung dipercaya menjadi manajer di Pertokoan Metro Tanah Abang," lanjut sumber yang sama.

Lulung juga memiliki berbagai usaha seperti PT Putraja Perkasa, PT Tirta Jaya Perkasa, Koperasi Kobita, PT Tujuh Fajar Gemilang, dan PT Satu Komando Nusantara yang bergerak dalam bidang jasa keamanan, parkir, dan penagihan utang.

Rekam Jejak Organisasi dan Politik

Lulung juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat. Ia menjadi Ketua Umum Gerak Betawi pada tahun 2001 sampai 2010, menjabat Ketua Umum Pemuda Panca Marga di tahun 2011 sampai 2019. Kini, ia menjabat sebagai Ketua Umum Bamus Betawi periode 2018-2023.

Lulung mulai bergabung sebagai kader PPP pada tahun 2002. Saat internal PPP pecah, ia diajak untuk mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR) dan ia terpilih sebagai Ketua Umum DPC PBR Jakarta Barat.

Namun pada Pemilu 2004, rekan-rekannya di PPP mengajaknya untuk kembali bergabung. Karir politiknya di PPP kian bersinar saat menjadi Ketua Umum DPC PPP Jakarta Pusat.

Pada Pemilu 2009, ia terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dengan mendapatkan suara terbanyak se-Jakarta dibandingkan kader lainnya. Di tahun yang sama, Lulung dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Namun, pada tahun 2018, ia menyatakan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan mengumumkan untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai berlambang Matahari terbit ini. Pada pemilu 2012, Lulung terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019.

Seteru dengan Ahok

Sosoknya mulai menjadi sorotan publik karena kerap mengundang seteru dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ia mengklaim, sosoknya merupakan simbol perlawanan terhadap Ahok. Ia ngotot menolak memberikan dukungan terhadap Ahok yang berpasangan dengan cawagub Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017.

Ia memilih mendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, meski partainya, PPP kubu Djan Faridz, mendukung Ahok. Hal ini pun menyebabkannya dipecat sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta dan bergabung dengan PAN.

Pada September 2021, Lulung memutuskan untuk kembali ke PPP dan menyampaikan izinnya kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atas keputusannya ini. (zal)


Baca Juga:

Share: Haji Lulung, Politikus yang Berjuang Hidup dari Jual Barang Bekas