Politik

Mengukur Potensi Ganjar Salip Elektabilitas Prabowo

Tesalonica — Asumsi.co

featured image
Antara

Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024 berbagai tokoh politik mulai berbondong-bondong meningkatkan elektabilitasnya. Di antara nama-nama besar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai menunjukkan tajinya sebagai salah satu favorit. Hal itu tercermin dalam berbagai hasil survei capres 2024.

Melansir hasil survei Polmatrix Indonesia, pada 21 hingga 30 November 2021 tercatat dukungan bagi Prabowo terlihat stabil, namun tingkat elektabilitas dan keterpilihan Ganjar kian meningkat pesat.

Survei tersebut melibatkan responden sebanyak 2.000 orang yang tetap memiliki hak pilih pada Pemilu 2024, dengan responden survei tersebar di 34 provinsi. Hasil survei Prabowo 19.5 persen dan Ganjar menyusul 19,2 persen.

Sementara itu, Lembaga survei Indikator juga memaparkan hasil serupa. Dengan jumlah sampel 2.000 responden, survei pilihan calon presiden terfavorit menunjukkan Prabowo meraih persentase sebesar 26,9 persen.

Nama Ganjar Pranowo berada di posisi kedua meraih 23,2 persen. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta berada di posisi ketiga dengan perolehan 16,7 persen. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di urutan keempat meraih 6,2 persen.

Majunya Ganjar di Pilpres 2024 sendiri memang masih ditentukan oleh partainya, PDI Perjuangan. Seperti yang diketahui, saat ini PDIP masih mendorong Ketua DPR Puan Maharani untuk mencalonkan diri di Pemilu 2024. Di sisi lain, Prabowo dikabarkan akan bersanding dengan Puan.

Walau begitu, elektabilitas Puan sendiri belum terkerek juga, meski baliho dari sang Ketua DPR sudah terpasang di mana-mana. Di survei Polmatrix, elektabilitas Puan hanya 1,5 persen, sedangkan menurut survei Indikator, elektabilitas Puan hanya 1,1 persen.

Lantas apa yang membuat elektabilitas Ganjar perlahan mulai mengejar elektabilitas Prabowo?

Faktor Kedekatan terhadap Masyarakat

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai potensi Ganjar untuk menyalip Prabowo mungkin saja dapat terjadi. Menurutnya, angka elektabilitas masing-masing tokoh politik tersebut dapat berubah sewaktu-waktu hingga Pemilu 2024.

“Namun, potensi itu tergantung dalam konteks pencitraan. Apabila, salah satu kinerja mereka anjlok maka sudah dapat dipastikan angka elektabilitasnya akan turun bahkan stagnan,” kata Ujang kepada Asumsi.co, Senin (6/12/21).

Lebih lanjut, Ujang menilai semua kandidat tersebut pasti melakukan pencitraan terlepas dari mereka pernah memiliki latar belakang politik atau kehidupan yang tidak baik. Namun, pencitraan yang tetap ditonjolkan, yakni konteks kebaikan, kinerja, dan pendekatannya.

Menurutnya, Ganjar telah melakukan ketiga konteks tersebut. Selama Ganjar menjabat, Ujang melihat kedekatannya dengan masyarakat dapat terlihat dibanding Prabowo.

Hal ini meningatkan pada peningkatan elektabilitas yang dilakukan Presiden Joko Widodo sebelumnya, ketika Jokowi melakukan blusukan ke berbagai titik wilayah di Indonesia. Ujang melihat hal tersebut juga dilakukan oleh Ganjar dengan karakter dan caranya di zaman ini.

“Ganjar sudah melakukan pendekatannya terhadap masyarakat baik kalangan milenial hingga berumur. Namun, Prabowo belum melakukan hal tersebut,” katanya.

Ujang membeberkan hasil survei yang dilakukan olehnya melalui Indonesia Political Review (IPR). Ganjar saat ini mendapat dukungan dari Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Apalagi, menurutnya, memegang suara terbanyak dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dapat menjadi potensi bagi capres untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Sehingga, Ganjar lebih unggul mendapatkan suara dari dua antara tiga provinsi tersebut. Sementara, Prabowo masih jauh dari pendapatan suaranya antara tiga provinsi tersebut karena sempat kalah tiga kali mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilu.

Tren Elektabilitas yang Kian Meningkat

Secara terpisah, Pengamat Politik sekaligus Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti sependapat dengan Ujang. Menurutnya, Ganjar sangat berpotensi mengejar angka elektabilitas Prabowo.

“Saat ini yang dilihat adalah trennya. Sehingga, tren Ganjar terus mengejar angka elektabilitas Prabowo yang masih terbilang stagnan, sama seperti Anies,” ungkap Ray kepada Asumsi.co, Senin (06/12/21).

Menurutnya, angka elektabilitas Prabowo saat ini diambang kemunduran. Secara umum, Ray menilai terdapat tiga nama yang terus merangkak, yakni Ganjar, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

Ray menilai indikator lainnya yang dapat menunjang angka elektabilitas Ganjar adalah caranya mendekatkan diri ke masyarakat. Senada dengan Ujang, Ray mengungkap ada dua tipe cara pendekatan terhadap masyarakat yang dilakukan oleh para capres.

Jika Ganjar dan Sandiaga cenderung melakukan aktivitas blusukannya dengan cara yang alami, sementara, Erick, Anies, dan Prabowo seolah-olah hanya formalitas untuk mendapat simpati dari masyarakat.

Bola Panas di PDIP

Selain itu, Ray berpendapat perseteruan politik antara PDIP dengan Ganjar dapat menjadi salah satu faktor peningkatan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah tersebut. Pasalnya, jika perseteruan tersebut terus meningkat maka angka elektabilitas Ganjar juga ikut meningkat.

“Sikap Ganjar yang seolah-olah terzalimi oleh PDIP, kurang lebih menguntungkan terhadap popularitas dan elektabilitasnya,” ujarnya.

Ray mengungkap nantinya bola panas berada di PDIP. Ada dua pilihan yang dapat dilakukan oleh PDIP, yakni ikut mendorong Ganjar masuk Pilpres 2024 atau berlawanan.

“Apabila PDIP sudah sulit mengusung pasangan calon Prabowo-Puan maka peluang bagi Ganjar untuk diusung kembali bersama pasangan yang mungkin bakal bersanding dengannya di Pilpres 2024,” kata Ray.

Namun, menurutnya, menjadi tantangan juga bagi Ganjar terkait sarana apa yang dapat menjadi penopang suara Ganjar apabila partai politiknya tidak lagi menjadi pendorongnya. Antara Ganjar berusaha merebut dukungan dari tokoh-tokoh politik di PDIP, atau jalan lainnya ialah bergabung dengan partai besar yang berusaha mengerek elektabilitas partai melalui nama besar Ganjar. (zal)


Baca Juga:

Share: Mengukur Potensi Ganjar Salip Elektabilitas Prabowo