Teknologi

Winamp Kembali! Siap Jajal Persaingan Platform Musik Digital

Irfan — Asumsi.co

featured image
Pixabay

Hampir lebih dari dua dekade ke belakang, saat pemutar musik beralih dari rilisan fisik ke digital, aplikasi Winamp menjadi aplikasi primadona. Hampir setiap PC atau laptop terpasang aplikasi ini untuk memutar bergiga-giga lagu –yang kebanyakan– dalam format MP3 dari para penggila musik.

Meski di sisi lain kehadiran Winamp menyuburkan pembajakan dan kebangkrutan (sementara) rilisan fisik, aplikasi ini punya tempat di sebagian generasi. Ia juga menjadi saksi dari tumbuh kembangnya sejumlah genre musik yang sempat populer di akhir abad 20 ke awal abad 21.

Di Indonesia, Winamp misalnya menjadi saksi dari riuhnya gelombang musik independen di Indonesia kala itu. Ia ikut besar bersama MySpace, media sosial berbasis musik atau terkoneksi ke Last.fm, media sosial berbasi musik lainnya.

Namun, seperti siklus hidup lainnya, Winamp tersungkur di dekade pertama abad ke-21. Padahal, Jhinuk Sen dari Bussines Today menyebut Winamp sempat digemari bahkan diinstall oleh lebih dari 80 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Penyebab Matinya Winamp

Winamp tersisih karena kemunculan teknologi pemutar musik setelahnya. Sebut saja JOOX dan Spotify.

Jika di era Winamp seseorang harus memiliki terlebih dahulu lagu tertentu yang salah satunya dalam format MP3 sebelum memutarnya, maka platform pemutar musik yang lebih kini muncul dengan perpustakaan musik yang lebih komplet dan bisa diakses dengan berlangganan.

Sehingga, kalau dulu pendengar musik mesti mencari (baik lewat unduh atau menggali banyak informasi lewat teman dan internet), maka saat ini dengan hanya mengetik nama band, judul album, atau bahkan genre, banyak musik yang bisa dijejak.

Selain itu, pengembangan dan pembaruan software yang buruk diduga jadi penyebab Winamp makin dilupakan. Aplikasi ini bukan tidak mau bersaing. Tetapi usahanya saat ini masih belum menampakkan hasil.

Bangkit Lagi?

Kini Winamp disebut siap balik lagi. Mengutip Business Today, Winamp kali ini akan berbeda dengan kenangan banyak pendengar mereka sebelumnya.

Untuk menjawab tantangan zaman, Winamp menjanjikan penyegaran inovatif dari pemutar audio paling ikonik di dunia. Mereka mengklaim ini adalah desain ulang baru yang akan terjadi setelah pembaruan terakhir yang diterima Winamp pada Oktober 2018.

Tidak ada cukup informasi yang tersedia tentang bagaimana perubahan yang dimaksud. Namun, Winamp mengatakan aplikas yang baru akan menjadi “ruang unik bagi pembuat konten” yang akan “terhubung erat dengan penggemar” dan memungkinkan mereka untuk “mendapatkan penghasilan yang lebih adil dengan melakukan apa yang Anda sukai”.

“Penampilan solo, band atau label? Daftar sekarang untuk pembaruan di Winamp baru, dan cara merilis musik Anda ke audiens baru,” sebut situs Winamp.

Menurut AudioValley, yang merupakan perusahaan induk dari Winamp dan Shoutcast, aplikasi baru akan menjadi platform satu atap untuk penggemar audio, yang menghubungkan pencipta dan konsumen musik, podcast, stasiun radio, buku audio, dan perangkat lainnya.

Dengan ini, Winamp baru terdengar lebih seperti platform streaming audio seperti Spotify daripada pemutar media seperti dulu. Seperti yang ditunjukkan oleh Pengembang XDA, mungkin saja AudioValley menggunakan nama asli untuk menghasilkan publisitas untuk platform audio baru mereka yang mungkin tidak menarik perhatian orang.

Winamp baru kabarnya akan segera tersedia untuk pengujian beta.

Baca Juga

Share: Winamp Kembali! Siap Jajal Persaingan Platform Musik Digital