Isu Terkini

Karyawan yang Dapat Fasilitas Kantor Mulai Dikenakan Pajak

Tesalonica Harefa– Asumsi.co

featured image
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yon Arsal mengumumkan pemerintah akan mulai memungut pajak terhadap fasilitas kantor yang diterima oleh karyawan seperti mobil, rumah, laptop, hingga handphone.

Pemungutan pajak itu tidak ada batasan waktu selama karyawan masih diberikan fasilitas dari kantor.

Alasan: Dikutip Antara, Yon bertujuan menarik pajak tersebut seiring dengan perubahan aturan tentang penghasilan natura dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Yon mengatakan, sebelumnya penghasilan natura dianggap bukan masuk ke dalam pendapatan karyawan karena fasilitasnya bukan uang, sehingga tidak dikenakan pajak.

Perubahan Tarif: Pemerintah mulai mengubah tarif Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi. Namun, PPh OP hanya dikenakan bagi yang berpenghasilan diatas Rp60 juta setahun. Bagi yang memiliki penghasilan diatas Rp5 miliar per tahun dikenakan PPh sebesar 35% dari yang sebelumnya 30%.

Hitungan Pajaknya: Yon menegaskan, perhitungan pajak tersebut tidak berdasarkan dengan harga mobil atau rumah tersebut. Namun, pajak akan dikenakan sesuai dengan perkiraan harga sewa fasilitas itu.

“Nanti kita hitung aturan terkait berapa harga sewa seharusnya, maka itu yang akan disebut menjadi penghasilan,” ujar Yon.

Pengecualian: Pajak tidak akan dikenakan bagi fasilitas kantor seperti makanan dan minuman bagi seluruh karyawan, natura di daerah tertentu, natura karena kewajiban seperti seragam, dan natura yang bersumber dari APBN/APBD/APBDes.

Share: Karyawan yang Dapat Fasilitas Kantor Mulai Dikenakan Pajak