Isu Terkini

Janggal Aksi Maling di Rumah Jaksa KPK: Ambil Barang, Lalu Buang ke Sungai

Muhammad Fadli — Asumsi.co

featured image
Ilustrasi garis polisi

Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut ada banyak kejanggalan pada kasus pembobolan dan pencurian di rumah Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho. Aksi pencurian itu terjadi di Wirobrajan, Kota Yogyakarta, pada 24 Desember 2022.

“Ini tindak pidana yang korbannya adalah Jaksa Penuntut Umum KPK. Bisa saja hanya pencurian biasa tapi menurut saya ini terlalu banyak kejanggalan karena tersangka membuang barang hasil curian sehingga ini harus didalami kepolisian,” kata Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman kepada Antara.

Buang hasil curian: Seperti diketahui, dua tersangka berinisial SIP dan JN membobol rumah milik Ferdian kemudian menggasak sejumlah barang berupa laptop beserta tas, “hard disk eksternal”, telepon genggam, serta “digital video recorder” (DVR) CCTV. Namun, kepada polisi dua tersangka justru mengaku membuang barang bukti hasil curian itu ke salah satu sungai di Yogyakarta.

“Untuk apa seorang pencuri mempertaruhkan keselamatannya dengan mencuri tapi hasil curiannya kemudian dibuang sehingga ini menunjukkan kejanggalan,” ujar Zaenur.

Karena itu, ia berharap motif para tersangka dapat segera diungkap Polda DIY. Jika aksi pencurian tersebut murni bermotif ekonomi, menurut dia, para pelaku biasanya menjual hasil curian kepada penadah atau menjual melalui toko daring, bukan justru membuangnya.

“Apakah ini murni pencurian dengan maksud memiliki barang milik orang lain dengan motif ekonomi atau ini pencurian terkait dengan profesi dari korban sebagai Jaksa Penuntut Umum KPK,” ucap Zaenur.

Ia menilai sebagai Jaksa KPK tidak menutup kemungkinan tindak pidana pencurian itu adalah bentuk serangan terhadap Ferdian terkait pekerjaannya.

KPK turut jerat: Apabila polisi nantinya dapat membuktikan bahwa pelaku kejahatan tersebut sengaja mengincar sejumlah alat kerja milik korban selaku jaksa KPK yang tengah menangani perkara, menurut Zaenur, maka KPK dapat menjerat mereka dengan pasal “obstruction of justice” atau dugaan menghalang-halangi penyidikan.

“KPK bisa melihat kemungkinan untuk menjerat para pelaku atau pelaku lain yang belum tertangkap,” kata dia.

Tangkap pelaku: Sebelumnya, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Nuredy Irwansyah Putra mengatakan masih melakukan penelusuran terhadap barang milik jaksa KPK yang diklaim kedua tersangka dibuang di sungai.

“Tersangka sampai saat ini masih dalam penyidikan dan keterangannya juga berubah-ubah. Kami masih melakukan uji kebenarannya, termasuk barang yang katanya dibuang di sungai kami akan uji,” kata Nuredy saat konferensi pers di Mapolda DIY, Selasa (3/1/2022).

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebutkan bahwa Ferdia Adi Nugroho merupakan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penuntutan KPK yang sedang menangani beberapa perkara, salah satunya terkait kasus mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Baca Juga:

Eks Napi Korupsi Romahurmuziy Kembali ke PPP, KPK Buka Suara

Ketua KPK Minta Jajaran Tak Ragu OTT Meski Dikritik Luhut-Muhadjir

Bupati Cianjur Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Selewengkan Bantuan Bencana

Share: Janggal Aksi Maling di Rumah Jaksa KPK: Ambil Barang, Lalu Buang ke Sungai