Isu Terkini

Siswa SD di Banten Gagal Tatap Muka karena Sekolah Disegel

OlehIrfan Muhammad

featured
Foto: ANTARA/Azmi.

Sejumlah sekolah sudah mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Mengingat, kondisi pandemi berangsur terkendali. Namun, siswa SDN Kiarapayung di Kampung Kayu Item, Desa Kiarapayung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, gagal belajar tatap muka perdana.

Alasan: Mengutip Antara, rupanya sekolah itu disegel oleh Muhidin, warga yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan sekolah dengan luas kurang lebih 3.000 meter tersebut. Menurut ahli waris, gugatan atas kepemilikan tanah pada 2019 tersebut, telah dimenangkannya dalam putusan pengadilan pada 9 Juni 2020.

Belum ada respons: Muhidin mengatakan, ahli waris memutuskan untuk menyegel sekolah karena Pemerintah Kabupaten Tangerang belum menindaklanjuti keputusan pengadilan, dengan memberikan ganti dana hak atas tanah yang telah dipakai untuk sekolah ke ahli waris.

Tuntutan: Ia pun menuntut Pemerintah Kabupaten Tangerang segera membayar ganti rugi terkait pemakaian lahan untuk sekolah.

Kecewa: Sementara itu, Malarina, orang tua satu siswa SDN Kiarapayung, menyampaikan kekecewaannya. Sebab, sekolah disegel pada hari pertama pelaksanaan PTM.

Respons: Kepada Antara, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyied mengatakan, akan memenuhi tuntutan terkait penggantian rugi kepada ahli waris.

"Kami alokasikan anggaran untuk appraisal (penilaian) perubahan anggaran 2021, namun kita awali appraisal terlebih dahulu. Dan kita saat ini, belum mengetahui hasilnya yang akan dilaksanakan tim independen terkait besarannya. Tapi kita akan anggarkan sesuai dengan besaran di 2022," katanya.

Sebab tuntutan belum dipenuhi: Maesyal mengatakan, dari awal pihaknya bukan tidak ada itikad baik kepada ahli waris lahan. Akan tetapi, ada prosedur yang harus dijalankan dalam penganggaran pada APBD, baik APBD murni maupun perubahan. Sehingga, proses dalam penggantian rugi tersebut terkendala pencairan dana.

Tak ajukan kasasi: Ia menuturkan, terkait kegiatan penyegelan sekolah SD tersebut, pihaknya tidak akan melakukan upaya lanjutan atau naik kasasi ke Mahkamah Agung (MA), karena menghormati putusan pengadilan yang ada.

Catatan: Setelah keluar hasil putusan yang menyatakan Pemkab Tangerang kalah di pengadilan Tangerang, maka dilakukan proses banding ke PTN Banten. Namun, hasil putusan PTN Banten memperkuat hasil putusan PN Tangerang yang isinya memerintahkan pemerintah daerah, untuk mengganti rugi atas tanah di SD Negeri Kiarapayung tersebut.

Share: Siswa SD di Banten Gagal Tatap Muka karena Sekolah Disegel