Isu Terkini

Rentetan Gempa Guncang Bali

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
ANTARA/Shutterstock

Serentetan guncangan gempa melanda wilayah Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali sejak Selasa (13/12/2022). Getaran gempa terbesar yang menimpa wilayah itu tercatat berkekuatan 5,2 magnitudo pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa Bali: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan kejadian gempa bumi di sana dapat terjadi akibat aktivitas sesar aktif. Hal itu berupa sesar naik busur belakang Flores dengan mekanisme sesar naik.

“Sesar itu membentang di utara Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Flores dan pernah mengakibatkan gempa bumi dahsyat pada tahun 2018,” kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, dilansir dari Antara.

Penyebab: Berdasarkan analisis geologi yang dilakukan oleh PVMBG, wilayah Karangasem pada umumnya tersusun oleh morfologi dataran pantai, dataran bergelombang dan perbukitan bergelombang hingga terjal yang merupakan bagian dari morfologi tubuh gunung api.

Litologinya tersusun oleh endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff, batuan jatuhan gunung api). Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan.

Endapan kuarter tersebut bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

Selain itu, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Dampak: Gempa tersebut menyebabkan dua orang terluka ringan dan 46 bangunan rusak ringan.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebutkan bahwa bangunan yang rusak akibat gempa tersebar di wilayah Kecamatan Kubu, Manggis, Karangasem, Abang, Rendang, dan Bebandem.

Daryono meminta warga menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memeriksa bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Seperti diketahui, gempa dengan magnitudo 5,2 terjadi di timur Kubu, Karangasem, pada Selasa (13/12/2022) pukul 18:38 WITA. Menyusul kemudian gempa dengan magnitudo 4,8 yang terjadi pada pukul 17:56 WITA.

BMKG melaporkan hingga pukul 09:00 WITA telah terjadi 61 gempa susulan dengan magnitudo 1,9 sampai 4,6 di wilayah tersebut.

Pernah terjadi: Karangasem tercatat pernah mengalami gempa bumi dengan magnitudo 5,6 yang menyebabkan lima orang meninggal dan 284 orang terluka pada 1979.

Selain itu, pada 16 Oktober 2021 wilayah Karangasem mengalami gempa dengan magnitudo 4,8 yang menyebabkan tiga orang meninggal, 151 orang terluka, 2.512 bangunan rusak, dan 594 fasilitas umum rusak.

Baca Juga:

Pemkab Cianjur: Korban Gempa Capai 600 Orang

Korban Gempa Cianjur Diminta Tak Bikin Rumah di 6 Desa Sepanjang Patahan Cugenang

BMKG Sebut Gempa Sukabumi Jenis Benioff, Bukan Megathrust

Share: Rentetan Gempa Guncang Bali