Isu Terkini

Sejarah Menwa, UKM Ala Militer yang Berawal dari Jawa Barat

Ray Muhammad — Asumsi.co

featured image
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Seorang
mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Gilang Endy dilaporkan meninggal dunia
setelah mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Resimen Mahasiswa (Menwa).
Insiden itu pun menyita perhatian publik.

Polisi dilaporkan mulai melakukan penyelidikan terkait dengan
insiden itu. Gilang meninggal usai menjalani Diklat Menwa UNS di sungai
Bengawan Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (24/10/2021).

Sejarah Menwa

Belum
banyak yang mengetahui sejarah Menwa dan alasan digelarnya kegiatan ini oleh
mahasiswa di berbagai kampus. Melansir situs Universitas
Airlangga
, Menwa berawal dari program wajib latih mahasiswa (Walawa) di
Jawa Barat yang digagas oleh Jenderal A.H Nasution pada tahun 1959.

Para mahasiswa kala itu mendapat pelatihan ala militer, termasuk
dilatih menggunakan senjata oleh Kodam VI Siliwangi dengan tujuan bisa berperan
bersama TNI dalam mempertahankan NKRI. Bahkan, para mahasiswa diberi hak untuk
mengenakan lambang Siliwangi.

Melansir UMM, Menwa
merupakan salah satu kekuatan sipil untuk mempertahankan NKRI sebagai
perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Perjalanan pembentukan Menwa juga dipicu Tri Komando Rakyat
(Trikora) yang dicetuskan Presiden Soekarno selaku Komandan Pimpinan Besar
Revolusi pada tahun 1961. Seluruh rakyat pun menyambut komando ini dengan
semangat revolusi untuk merebut Irian Barat, termasuk para Walawa.

Sejak Trikora diserukan maka timbul rencana pendidikan perwira
cadangan di perguruan tinggi. 
Hal itu guna merespons meningkatnya
kewaspadaan nasional.

Setahun kemudian, dibentuklah suatu badan koordinasi yang diberi
nama Badan Persiapan Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi
lewat dua surat keputusan Pangdam VI Siliwangi. Koordinator badan tersebut
adalah Rektor Universitas Padjajaran R.G. Surya Sumantri.

Pada tahun yang sama, diadakan refreshing course selama
sepuluh minggu di Resimen Induk Infantri dan latihan selama 14 hari yang
dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati. Puncaknya, Walawa dilantik menjadi
bagian organik dari Kodam VI Siliwangi.

Pada tahun 1978, muncul Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri Menhan,
Mendiknas, dan Mendagri tentang petunjuk pelaksanaan pembinaan organisasi Menwa.
Kemudian diikuti dengan aturan terkait pembinaan dan pemberdayaan Menwa.

Berpangkal dari sejarah itu, Menwa kini ada di setiap universitas.

Karakteristik

Menwa memiliki semboyan yang berasal dari bahasa Sansekerta, yakni
Widya Castrena Dharmasiddha’. Semboyan itu artinya ‘Penyempurnaan
Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan
’.

Sesuai dengan namanya, Menwa bermarkas di universitas. Anggotanya
merupakan mahasiswa dan mahasiswi universitas tersebut. Saat ini, Menwa merupakan
bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun, Menwa berada langsung di bawah
rektorat.

Layaknya TNI, Menwa juga memiliki lambang yang mirip dengan TNI.
Organisasi itu juga memiliki janji yang dikenal dengan Panca Dharma Satya. Menwa
menggunakan baret berwarna ungu yang diartikan mulia, berpengetahuan, dan
terpelajar.

Share: Sejarah Menwa, UKM Ala Militer yang Berawal dari Jawa Barat